Mazmur 23 (Part I)

“Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;”Mazmur 23:1, 2

Hari ini kita akan bersama-sama belajar mazmur Daud, yaitu Mazmur ke-23 secara rinci, ayat demi ayat. Kita akan memulai dengan 2 ayat pertama.

Ayat 1a “Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku” Mazmur ini ditulis oleh Daud; dia bersaksi bahwa Tuhan adalah gembalanya. Mazmur ini tidak ditulis pada saat Daud masih kecil ataupun saat di mana sedang hidup dalam kenyamanan. Mazmur ini ditulis pada saat Daud di dalam kesusahan.

Dengan mengatakan bahwa Tuhan adalah gembalaku, berarti kita adalah domba-domba-Nya. Tahukah saudara bagaimana caranya untuk memiliki domba? Mudah sekali, dengan cara membeli! Begitu juga dengan kita, domba-domba Allah; Tuhan telah membeli kita dengan darah-Nya yang mahal.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor 6:19, 20)

Kita adalah miliknya Tuhan yang berharga, untuk itu manakah mungkin Tuhan mengijinkan kecelakaan atau masalah menghancurkan hidup kita?

Gembala seperti apakah Tuhan itu? “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.” (Yohanes 10:11-15)

“dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.” (Yesaya 63:9)

Ayat 1b “takkan kekurangan aku.” Salah satu tanggung jawab dari seorang Gembala adalah mencukupi segala kebutuhan domba-domba-Nya.

Domba adalah binatang yang tidak berdaya (defenseless), untuk itu ia memerlukan penjagaan dari seorang gembala.

Tuhan adalah gembala yang baik, Ia akan mencukupi segalanya dan tidak akan kekurangan domba-domba-Nya.

Ayat 2 “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang”

Agar dapat membuat domba tenang dan berbaring itu bukan hal yang mudah sebab domba gampang gelisah. Untuk itu seorang gembala harus menangani hal-hal yang membuat domba gelisah:

1. Takut Ketakutan akan membuat domba gelisah. Ketakutan dapat timbul karena uang, boleh itu kekurangan uang, maupun terlalu banyak uang. Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita, untuk itu kita tidak perlu takut.

“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”” (Ibrani 13:5)

2. Tegang (Tension) “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14)

Kita adalah makhluk sosial, dan sebagai makhluk sosial kita tidak akan terlepas dari ketegangan dan gesekan dari antara sesama kita. Tetapi Tuhan mengajarkan agar supaya kita berusaha untuk hidup damai dengan semua orang.

3. Terkena Parasit Hidung domba dapat dihinggapi oleh lalat-lalat di padang, dan dapat menjadi parasit. Gembala yang baik akan mengolesi minyak zaitun di hidung domba supaya tidak dihinggapi lalat. Dan minyak di dalam hidup kita adalah pengurapan dari Tuhan.

4. Lapar Seperti manusia, 70% dari tubuh domba adalah zat cair. Domba memerlukan banyak air. Gembala yang baik tidak hanya memberikan makanan (Padang rumput yang hijau, Yunani: Matri), tetapi juga minuman (Air yang tenang, Yunani: Moni).

Tuhan adalah Jehovah Jireh, Allah yang mencukupi!

Tags:
No Comments

Post A Comment