Mazmur 23 (Part VI)

“Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Mazmur 23: 5-6

Mengapakah domba perlu diminyaki? Saat domba makan rumput, cacing dan telur cacing dapat menempel dihidung domba dan menjadi parasit. Dan di udara juga banyak serangga, lalat, dll yang dapat hinggap dan bertelur di hidung domba. Semuanya ini dapat menjadi penyakit. Dengan adanya minyak, maka semuanya ini dapat terhindari, dan domba akan menjadi tetap sehat.

Seperti seorang gembala yang meminyaki dombanya, begitu juga Tuhan meminyaki/mengurapi kita anak-anak-Nya. Sebab Tuhan adalah Gembala yang baik, dan kita domba-domba-Nya; dan urapan Tuhan ini melindungi kita.

“Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.” Mazmur 92:11-12

Seperti apa yang dituliskan Firman Tuhan di atas, urapan Tuhan perlu diperbaharui setiap hari. Dan pengurapan itu datangnya dari Tuhan Yesus dan firman-Nya.

Pengurapan Tuhan membuat hidup menjadi berhasil. Pengurapan juga berbicara soal kuasa, yang memberikan kita kemampuan untuk mengatasi segala masalah.

“Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.” Mazmur 45:8

Di dalam pengurapan Tuhan ada suka cita yang penuh, dan orang yang diurapi Tuhan akan selalu membawa kesukaan bersamanya.

“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” Yesaya 61:1-3

Pengurapan menggantikan kain kabung dengan suka cita. Suka cita bukan karena lingkungan, tetapi justru mempengaruhi lingkungan.

Piala yang melimpah di ayat yang ke-5c menggambarkan kemenangan. Tahukah saudara bahwa dihadapan Tuhan setiap kita adalah pemenang? Bukan hanya kemenangan biasa saja, tetapi kemenangan yang dapat juga dinikmati oleh orang banyak.

Di dalam Tuhan tidak ada kegagalan ataupun kekalahan. Mungkin saat ini saudara sedang mengalami kegagalan, ingatlah bahwa perjalanan hidup ini belum berakhir. Pada akhirnya, kita akan menang!

Tuhan tidak berjanji hidup yang tanpa ada masalah, tetapi Tuhan berjanji bahwa dalam segalanya itu Ia akan selalu menyertai kita. Ayat ke-6 mengatakan bahwa kebajikan dan kemurahan Tuhan akan mengikuti seumur hidup kita.

Orang yang diurapi oleh Tuhan akan diluputkan dari maut, walau kadang kita harus mengalami kegagalan. Seperti Yusuf yang Tuhan luputkan, tetapi harus mengalami hidup dalam penjara (Kejadian 37 dan seterusnya). Orang yang mau direndahkan akan Tuhan tinggikan.

Tahukah juga saudara bahwa urapan Tuhan akan menarik iblis kepada hidup saudara. Yusuf mengalami banyak cobaan tetapi ia tetap kuat sebab ia senantiasa hidup dalam pengurapan Tuhan. Namun jangan kita salah, orang yang diurapi Tuhan tidak kebal dari masalah.

Kita tahu bahwa akhirnya Yusuf menjadi seorang yang sangat berhasil. Ingatlah bahwa tidak ada yang dapat menghambat keberhasilan orang-orang yang diurapi Tuhan.

Masalah boleh datang, tetapi kita akan keluar sebagai pemenang, bahkan lebih dari pemenang!

“Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.” Mazmur 27:4-6

Tags:
No Comments

Post A Comment