Menjadi Penjaga

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. Hab 2:1.

Berbicara mengenai tempat pengintaian, kita akan melihat tentang berdoa. Mengintai artinya kita mengawasi, menantikan, berjaga-jaga. Saudara yang terkasih, kita semua dipanggil bukan hanya untuk diselamatkan tetapi juga untuk menjadi penjaga!

Seorang penjaga adalah seorang yang berdoa bagi yang dijaganya. Seorang yang berdoa adalah seorang yang menanti-nantikan Tuhan! Didalam Mazmur 121 dijelaskan bahwa Allah adalah penjaga bagi Israel. Bukankah kita semua adalah Israel-Israel rohani.

Sadar atau tidak sadar ketahuilah bahwa Allah mengawasi saudara setiap waktu! Mata-Nya tertuju kepadamu!
Menjadi seorang pengintai dan yang berdiri tegak di menara….itu baik, tetapi bagaimana dengan dirimu sendiri? Apakah engkau telah menjaga dirimu sendiri dengan baik? Pertanyaan ini harus kita jawab dengan jujur! Alkitab mengajarkan kepada kita supaya, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri dihadapan Anak Manusia.” Luk 21:36.

Setiap anak-anak Tuhan diwajibkan untuk berjaga-jaga. Berjaga-jaga bukanlah suatu pilihna tetapi itu adalah satu perintah Tuhan bagi kita semua! Berjaga-jaga untuk apa?? Mungkin itu pertanyaan saudara. Ayat 34 dari Lukas pasal 21 ini menjelaskan: “JAGALAH DIRIMU, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukkan serta kepentingan-kepntingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti jerat.”

Mungkin saudara sudah tidak lagi berpesta pora…tetapi melakukan hal-hal untuk memuaskan keinginan daging dengan berlebih-lebihan, seperti: nonton film terus-terusan, main internet, shoping berlebihan….akan membuat kita jadi lupa diri. Bukankah orang yang berpesta pora dan mabuk itu adalah orang yang lupa akan dirinya sendiri? Mereka menjadi tidak sadar akan keadaannya sendiri, menjadi orang yang tidak tahu malu, dan sebagainya.

Orang yang lupa akan dirinya…ia akan lupa masa depannya, lingkungannya, tujuan hidupnya dan yang paling mengerikan adalah….ia lupa dengan Tuhan!!
Tuhan telah berkata bahwa pada hari-hari ini akan semakin jelas antara lalang dan gandum. Antara orang yang sungguh-sungguh dengan yang tidak sungguh-sungguh!

Pada waktu Nuh mengajak orang-orang di jamannya untuk masuk ke bahtera….apa respon dari mereka? Ejekkan, dianggap aneh, gila, dan sebagainya. Kita tahu akhir dari kejadian ini, setelah air bah itu sungguh-sunguh datang dan membinasakan semua orang….hanya Nuh dan keluarganya yang selamat. Nuh telah menjadi penjaga bagi keluarganya!!

Didalam Yoh 21:15-17, Tuhan Yesus bertanya tiga kali kepada Petrus (Murid yang paling berani dan emosional): “Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?…….Apakah engkau mengasihi Aku?……..Apakah engkau mengasihi Aku?” Jika Tuhan Yesus sampai bertanya tiga kali, itu pasti sangat serius!

Kemudian apa yang Tuhan Yesus katakan kepada Petrus? Yesus berkata: “Gembalakanlah domba-domba-Ku” Pertanyaan yang sama saat ini Tuhan Yesus tanyakan kepadamu: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Jika ya….. “Gembalakanlah domba-domba-Ku”

Saudara yang dikasihi, jika engkau berkata bahwa engkau mengasihi Tuhan, maka sudah pasti engkau akan memperdulikan orang lain. Kita akan mengasihi orang lain. Kita akan mengasihi keluarga, teman, lingkungan, bahkan kota tempat kita tinggal! Yer 29:7, “Berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Ini adalah kebenaran yang harus kita semua terima dan lakukan, bahkan mengalaminya! Keadaan kotamu adalah tanggung jawabmu!!! Jika kita berdoa bagi kesejahteraan kota kita maka kita juga yang akan menerima akibatnya!

Jika kota kita sejahtera, aman, maka kita juga akan sejahtera dan aman. Kota kita membutuhkan penjaga-penjaga! Dan saudaralah yang telah diselamatkan dan dipanggil untuk menjadi penjaga bagi kotamu! Jadilah penjaga kota yang kuat! Terpujilah nama Tuhan! Amin.

Tags:
No Comments

Post A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.