Menyediakan Tempat Untuk Tuhan

“Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan. Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.”” 2 Raja-Raja 4:8-11

Kejadian di atas menceritakan tentang seorang perempuan Sunem yang kaya, suaminya sudah tua dan mereka tidak memiliki anak.

Hari ini kita mau belajar dari perempuan Sunem ini bagaimana kita menyediakan tempat bagi Tuhan di dalam hidup kita.

1. Menyediakan kamar bagi Tuhan. Kamar berbicara soal tempat rahasia (secret place). Kekristenan bukan agama tetapi hubungan manusia dengan Tuhan. Di dalam agama, manusia mencari Tuhan, tetapi di dalam Kekristenan, Tuhan yang mencari manusia.

Tempat rahasia adalah tempat di mana kita membangun hubungan dengan Tuhan, dan ini haruslah mejadi bagian dari hidup kita yang permanen, bukan yang temporer.

Biarlah kita terus haus dan lapar akan Tuhan, maka mata Tuhan akan tertuju atas kita. Firman Tuhan berkata bahwa jerih payah kita tidak akan pernah kembali sia-sia.

2. Menyediakan tempat tidur. Tempat tidur adalah tempat istirahat (place of rest). Di tempat istirahat inilah kita mendapatkan kekuatan baru di dalam Tuhan.

Inilah caranya kita memperoleh kekuatan baru yaitu senantiasa menanti-nantikan Tuhan.

Nantikan Tuhan dengan suka cita, dan dari wajah kita akan akan juga terpancar suka cita Tuhan.

3. Menyediakan meja. Meja adalah tempat berbagi (sharing). Biarlah kita berkomitmen untuk memiliki kehidupan yang gemar membagi.

Sharing di sini bukanlah hanya pada saat kita memiliki kelebihan atau berkelimpahan, namun berkatilah orang lain sekalipun kita berada di dalam kekurangan; itulah yang namanya pengorbanan (sacrifice).

4. Menyediakan kursi. Kursi berbicara soal otoritas (authority). Kita memiliki Roh Kudus yang adalah Otoritas di dalam hidup kita.

5. Menyediakan kandil. Kandil berbicara tentang Firman Tuhan.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105

Biarlah kita senantiasa hidup di dalam kebenaran Firman-Nya.

Tags:
No Comments

Post A Comment