Milikilah Impian Yang Mustahil Di Dalam Tuhan

Kejadian 37:5-11

Tuhan menghendaki kita mempunyai impian yang melebihi kemampuan dan kekuatan kita, bahkan yang mustahil, di dalam Tuhan. Hanya di dalam Tuhanlah kita bias memimpikan hal-hal yang mustahil.

Yusuf diberi impian yang besar, bahkan yang mustahil, bahwa suatu hari seluruh keluarganya akan sujud menyebah dia. Impian ini mustahil, karena pada saat itu Yusuf justru dibenci oleh saudara-saudaranya. Abraham diberi mimpi mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit, sekalipun Sara, istrinya, mandul. Allah ingin supaya orang yang dikasihiNya memiliki mimpi yang besar, bahkan yang mustahil, sehingga kita bergantung kepada Tuhan dan mempercayai Tuhan sanggup mengubah yang mustahil menjadi kenyataan.

Amanat agung Tuhan Yesus sebelum naik ke Surga adalah untuk menjadikan seluruh bangsa muridNya. Ini amanat yang mustahil untuk dilakukan. Tapi semenjak itu murid-murid berani bermimpi dan mimpi itu terus berlanjut sampai sekarang. Hasil dari mimpi ini pun sudah bias kita lihat. Tuhan mengajar kita untuk berani memimpikan hal yang mustahil dalam Tuhan.

Allah yang maha besar ingin anak-anakNya melakukan perkara-perkara yang besar juga.

Mengapa Tuhan ingin kita memiliki mimpi yang mustahil? 1. Karena segala sesuatu dimulai dari impian. Pada mulanya bumi ini kosong dan kacau balau. Kemudian Allah bermimpi bumi ini indah, maka terciptalah manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, laut, daratan, dsb. Setelah Yusuf bermimpi, dia mengalami banyak hal yang tidak enak. Seolah-olah Tuhan meninggalkan dia. Tapi Yusuf bertahan pada mimpinya. Dia menjaga kekudusannya dan tetap berharap kepada Tuhan sampai akhirnya mimpinya menjadi kenyataan.
Keinginan kita mencapai impian membuat kita tekun dan bergerak. Sebaliknya, tidak memiliki impian akan membuat kita menjadi apathies dan mengalami stagnasi. Impian yang besar membuat kita berdoa, bergerak dan berusaha. Orang yang tekun adalah orang yang mudah berhasil.
2. Karena Allah berkarya dalam impian kita. Allah itu Roh, dan Allah bekerja melalui iman dan mimpi kita. Tuhan Yesus sering berkata “terjadilah sesuai dengan imanmu!” Markus 11:24 Mari belajar mengimani dan percaya bahwa apa yang kita minta dan doakan, sudah kita terima. Iman bekerja di dalam roh. Orang yang imannya kecil tidak bias dipakai untuk perkara yang besar. Hanya orang yang imannya besar yang sanggup melakukan perkara yang besar.
Roh Kudus dikirim bagi kita sehingga kita sanggup melakukan perkara-perkara yang besar, yang kita sendiri tidak sanggup lakukan.
Kita harus berani percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan! 3. Keinginan Tuhan supaya kita sukses lebih besar dari keinginan kita.
Semuanya tergantung kita, apakah kita berani percaya dan beriman.

Tags:
No Comments

Post A Comment