Musim dan Waktu Tuhan

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” Pengkhotbah 3:1

Segala sesuatu itu ada masanya, demikianlah kata sang Pengkhotbah. Hidup di dunia kita perlu mengerti akan hal ini. Dan sebagai umat Tuhan, ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab kita.

Setiap kita bertanggung jwb untuk mengenali dan mengerti waktu Tuhan. Mengenali dan mengerti, tetapi bukan mengubahnya.

Jika kita mengerti musim di dalam hidup, maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan. Kita akan dapat melakukan hal yang benar di saat yang tepat.

Hidup manusia itu dimulai pada musim semi. Musim ini terjadi pada saat seorang berumur 1 sampai 12 tahun. Lalu pada umur 13 sampai dengan 16 adalah masa transisi.

Musim berikutnya adalah musim yang sangat panjang, musim ini adalah musim panas; musim ini terjadi pada umur 17 sampai dengan 39.

Di musim ini, manusia akan kuliah, bekerja, dan juga berkeluarga. Ini adalah musim di mana seorang manusia akan bertumbuh, dan paling produktif. Untuk itu haruslah dipakai dengan bijaksana.

Kita harus mengerti waktu Tuhan sebab kita tidak dapat mengubahnya!

Adalah tanggung jawab kita juga untuk menerima waktunya Tuhan, serta bekerja sama dengan Tuhan di dalam waktu yang Dia sudah tentukan.

Pada musim gugur, yaitu sekitar umur 40 sampai 59, adalah musim untuk menuai. Menuai apa yang sudah kita kerjakan pada musim panas. Menuai tuaian yang baik, ataupun yang buruk sesuai dengan apa yang sudah kita tabur pada musim sebelumnya.

Jika kita mengerti dan memakai waktu kita dengan bijaksana, serta bekerja sama dengan Tuhan, maka kita akan menikmati tuaian yang baik pada musim ini.

Musim berikutnya, umur 60 ke atas adalah musim dingin. Musim di mana kita beristirahat. Kita akan menyerahkan tugas kepada generasi berikutnya.

Kita harus mengerti musim di dalam hidup!

Janganlah kita yang sudah tua ingin tampak muda dan melakukan operasi plastik, dsb. Kecantikan orang yang sudah tua tidak lagi terdapat pada kecantikan luar atau jasmani, tetapi terdapat di dalam.

Begitu jang muda, janganlah ingin cepat dewasa. Nikmatilah masa sekolahmu, nikmatilah masa-masa €˜single€™ mu, nikmatilah masa-masa muda mu!

“Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.” (Titus 2:1-5)

Selaraskanlah hidupmu dengan waktu dan musim Allah. Nikmatilah setiap musim di dalam hidupmu, sebab Tuhan “membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (Pengkhotbah 3:11).

Jika ada dari kita yang telah gagal mengenali waktu kronos, percayalah kepada Tuhan, karena kita masih ada waktu kairos, yaitu waktu kasih karunia yang dari pada-Nya.

Tidak akan pernah terlambat, jika kita hidup di dalam Tuhan!

Tags:
No Comments

Post A Comment