Puasa

1. Puasa adalah Pilar dari iman kekristenan kita. Ada kuasa didalam puasa. Semua hamba-hamba Tuhan di alkitabpun berpuasa. Contoh: Musa, Daud, Nehemia, Yeremia, Ester, Daniel, Paulus, Petrus dll bahkan Yesuspun berpuasa. Kisah Rasul 13:2-3 para pemimpin Gereja berpuasa untuk menerima arahan dalam pelayanan. Ester 4:15-16 Mereka berpuasa dalam masa krisis.

2. Puasa adalah bagian natural kehidupan anak-anak Tuhan; seperti mengembangkan kebiasaan membaca firman dan doa. Doa dan puasa merupakan pasangan dalam pelayanan (Matius 6:5-6 & 16-17). Seperti doa bukan optional bagi orang percaya, demikian juga dengan puasa. Tuhan sangat berharap umatNya untuk berpuasa.

3. Puasa menempatkan Tuhan yang utama dan membuat kita intim dengan Tuhan.
Yeremia 29:13 “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.”

4. Puasa membantu kita mendengar suara Tuhan, meningkatkan kapasitas spiritual kita. Puasa mengosongkan diri dari makanan jasmani dan memenuhinya dengan pribadi Tuhan (meningkatkan kapasitas spiritual kita). Kita adalah roh, tinggal dalam tubuh yang mengontrol kita setiap saat. Ketika berpuasa, roh meningkat dan menguasai seluruh tubuh kita. Puasa membuat tubuh tunduk kepada roh kita tanpa dipaksa dengan kekuatan kita. Puasa tidak merubah Tuhan, puasa akan merubah dan mengubah doa-doa kita. Kuasa yang besar mengalir melalui puasa, membuat kita bisa lebih mendengar suara Tuhan untuk menerima arahan, hikmat dan instruksi. Musa puasa 40 hari, dia menerima 10 perintah Allah. Tuhan akan memberi pewahyuan yang belum kita terima sebelumnya. Ketika puasa, pakai waktu untuk cari Tuhan, Dia selalu rindu membangun hubungan dengan kita dan puasa merupakan waktu untuk mengembangkan intimasi yang benar dengan Dia.

5. Puasa membawa kuasa Tuhan. Matius 17:21 “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” Kelesuan roh dapat datang dari memberi makan daging dan membiarkan roh kita. “..aku telah bertahun-tahun menjadi orang percaya tetapi Tuhan sepertinya jauh, aku merasa seperti di padang gurun; tidak punya roh yang bergairah..” Puasa dan doa menarik kita mendekat kepada Tuhan, menerima rohNya dan memberi kita kuasa, mempersiapkan kita untuk pelayanan yang lebih powerful.

6. Yesus adalah contoh. Kita akan meniru model Yesus ketika berpuasa. Lukas 4:1;14! 1 Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

Yesus dipenuhi Roh Kudus ketika Dia dibaptis. Setelah puasa Dia kembali dalam Kuasa Roh Kudus. Waktu kita lahir baru (dibaptis air dan dipenuhi Roh Kudus), maka puasa membangkitkan kuasaNya didalam kita sehingga membangun rasa lapar untuk intimasi dengan Tuhan dan pekerjaan Roh Kudus dinyatakan dalam hidup kita.

7. Puasa membuat terobosan dalam keadaan yang sulit atau dalam kekeringan rohani. Yoel 1:12-14 …adakanlah puasa yang Kudus, maklumkanlah … Saat itu bangsa Israel dalam kekeringan rohani; lalu Tuhan menyuruh nabi Yoel untuk mengumumkan puasa kudus. Setelah mereka berdoa puasa sungguh-sungguh, Tuhan menjawab dengan kelepasan dan berkat. Yoel 2:12-13 & 25-27.

8. Hanya melalui doa dan puasa…sudahkah anda berdoa tentang sesuatu untuk jangka waktu yang lama? Anda perlu menambahkan puasa. Ketika kita bayar harga dengan berpuasa, Tuhan akan menjawab. Dalam banyak keadaan, hanya doa dan puasa yang membawa kelepasan.

9. Puasa membawa pemulihan; memulihkan kehidupan orang-orang dan membawa berkat Tuhan.
Yesaya 58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”.

10. Cara yang benar untuk berpuasa. Puasa harus dilakukan dengan sikap yang benar. Untuk serius dengan Tuhan, kita harus commit dengan hal-hal yang kita lakukan dengan sikap yang benar! Kalau kita melakukan apa yang menyenangkan kita, walaupun kita mencari dan taat kepada Tuhan, ketika kita berpuasa, Dia akan bertanya: Apakah kamu berharap Aku menjawab doamu, sementara kamu memiliki sikap seperti ini? Ini bukan permainan… dan apakah engkau sedang berpuasa atau diet? Untuk mengkhususkan diri dihadapan Tuhan, kita harus memisahkan diri dan mencari Tuhan lebih daripada keinginan pribadi kita. Ketika kita mencari dengan sungguh-sungguh jalan-jalan Tuhan, Dia akan melimpahkan kuasaNya atas kita.

Yesaya 58 memberitahu kita cara-cara yang benar dan salah dalam berpuasa. Yesaya 58:3-4 3 “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga? Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
4 Sesungguhnya kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini, suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.

Yesaya 58:6-8 6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,

7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah dan apabila engkau melihat orang telanjang supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

Tags:
No Comments

Post A Comment