RANTING YANG TIDAK BERBUAH > DIPOTONG!!!

Yohanes 15:1-8 pokok anggur yang benar.

2 Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya supaya ia lebih banyak berbuah.  

Setiap ranting yang tidak berbuah dipotong dan dibakar sedangkan ranting yang berbuah, dibersihkan supaya lebih banyak menghasilkan buah.

Lukas 13:6-9 perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah …

8 Jawab orang itu: “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya.

9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

Selagi Tuhan masih memberi kesempatan untuk menghasilkan buah, siapkanlah hatimu untuk dibersihkan, diberi pupuk dan dibentuk oleh Tuhan.   

Berikut ini, adalah contoh orang yang tidak menghasilkan buah dalam hidupnya sehingga Allah terpaksa memotong dan menyingkirkan dari Kerajaannya. Bangsa pilihan dan kesayangan Allah yakni bangsa Israel, tidak puas dipimpin langsung oleh Allah, mereka menurunkan standardnya dan minta dipimpin oleh raja manusia, sama seperti bangsa-bangsa lainnya…hmm…betapa bodohnya…??   

Akhirnya Tuhan memilih Saul, pemuda paling ganteng di Israel, bapaknya Kish adalah orang kaya; untuk menjadi raja Israel (1 Samuel 9:1-2; 15-16). Saat itu Saul sedang mencari keledai-keledai bapaknya yang hilang dan Tuhan mengubah masalah tsb. untuk kebaikan Saul. Saul memulai segala sesuatunya dengan baik, tapi sayang sekali, dia tidak berbuah sehingga harus dipotong dan disingkirkan.

Apa yang menjadi masalah, sehingga Saul tidak berbuah?

  1. 1.     Saul memiliki hati yang bercabang (mendua hati).

Kelakuannya sangat tidak konsisten. Suatu saat dia sangat bergairah mencari Allahnya; di kemudian hari, tiba-tiba menjadi seperti orang yang tidak mengenal Allah. 1 Samuel 10:10-27 kalau anda membaca ayat-ayat tsb, maka banyak hal aneh yang dilakukannya. Pada saat bertemu rombongan nabi, maka diapun kepenuhan seperti nabi (ayat 10); selanjutnya waktu Saul bertemu pamannya, dia tidak menceritakan apa yang telah dilakukan Nabi Samuel (ayat 16). Bahkan saat nabi Samuel mengumumkan bahwa Tuhan telah memilih Saul menjadi Raja atas Israel, dia sedang bersembunyi (ayat 21-22); Saul tidak tenang hidupnya 

Yakobus1:8 sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Ayat 27 Tetapi orang-orang dursila berkata: “Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!” Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.  Saat itu Saul tersinggung, sakit hati tapi diapun tidak menyelesaikannya > Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

2.     Saul melakukan ketaatan sebagian…?

Aturan utama untuk memiliki otoritas atas orang lain adalah lebih dulu memiliki otoritas atas diri sendiri. Saul mengambil otoritas nabi Samuel dengan mempersembahkan korban bakaran (1 Samuel 13:8-13 Saul tidak taat kepada Firman Tuhan dan melangkahi batasan-batasan otoritas). Bahkan sebelumnya nabi Samuel sudah berpesan kepadanya > 1 Samuel 10:8. Sangat disayangkan waktu ditegur, Saul tidak bertobat (ayat 14-15). Sehingga diapun melakukan ketidaktaatan lagi – 1 Samuel 15:9;13-15;19-20 Ketika Tuhan menyuruh Saul untuk menumpas habis bangsa Amalek dan seluruh hewannya, maka Saul menyelamatkan Raja Agag serta hewannya yang tambun-tambun. Masalah Saul yang fatal adalah dia selalu taat sebagian, tidak pernah taat total. Ketaatan  sebagian sama dengan pemberontakan. Ketaatan sebagian akan memimpin kepada menganggap diri benar, yang akhirnya menimbulkan kejahatan dan penyembahan yang salah.           

1 Samuel 15:22 Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.  

3.     Saul memiliki sifat ke kanak-kanakan.

Saul tidak bisa menguasai perasaannya, suka murung (moody) dan pemarah. Dia seringkali marah yang tidak terkendalikan terhadap prajurit-prajuritnya dan bahkan kepada anaknya, Jonathan. Saul juga menjadi marah, irihati dan dendam terhadap Daud, ketika dia mendengar rakyat memuji-muji Daud, lebih daripada Saul (1 Samuel 18:6-9).

1 Korintus 13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, merasa seperti kanak-kanak dan berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.    

Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Tags:
No Comments

Post A Comment