Righteousness for Reconciliation

Keperluan manusia secara universal di dunia ini kebenaran (righteosness). Sejak jatuhnya Adam dan Hawa Taman Eden, korupsi moral dan dosa menjadi universal atas umat semua manusia. Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada satupun manusia yang righteous. Dan tidak satu manusia pun yang dapat membuat dirinya righteous.

“Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.” Mazmur 14:1-3

“Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.” Yesaya 64:6

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” Roma 3:23

Righteousness harus datang atas manusia melalui sumber dari luar jika tidak maka kita tidak mempunyai harapan untuk masuk ke dalam Kerajaan Tuhan.

“Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”” Roma 1:17

Untungnya adalah Tuhan sendiri yang telah menyediakan righteousness bagi setiap kita. Iman dalam Kristus dan dalam kematian-Nya di atas kayu salib menghapuskan dosa serta segala korupsi moral dan mengaktifkan kebenaran Tuhan atas hidup kita.

“Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” Roma 3:24-26

Di dalam Kerajaan Tuhan kita berdiri dengan kebenaran Tuhan dan bukan kebenaran kita sendiri. Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, karena itu Tuhan datang untuk menyelamatkan kita. Kita dapat berada di posisi yang benar di hadapan Tuhan sebab Tuhan sendirilah yang menempatkan kita di sana.

“Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”” 1 Korintus 1:30-31

Yesus adalah kebenaran, kekudusan dan serta penebus kita. Oleh sebab itu kita tidak punya hak untuk sombong, dan haruslah kita bermegah hanya di dalam Tuhan.

Tuhan Yesus sendirilah yang telah membawa kita kembali kepada kebenaran dan memberikan kita akses ke dalam Kerajaan Tuhan dan segala kekayaannya. Untuk itu kita dapat dengan yakin dan percaya bahwa segala keperluan kita akan terpenuhi.

“Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.” Roma 10:3-4

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” 2 Korintus 5:17-21

Tugas kita adalah memberitakan kebenaran Firman Tuhan supaya orang-orang juga memperoleh kebenaran Tuhan.

“To reconcile” means to restore a broken relationship, remove an estrangement, or bring back into balance.

Inilah yang terjadi ketika seseorang menjadi benar di hadapan Tuhan, tidak ada lagi tembok pemisah antara Tuhan dan kita.

Our lives are brought back into the balance God originally intended. We placed in right positioning.

From the right and secure place we are prepared and equipped to carry the message of the Kingdom to others through the following: 1.Family 2.Church 3.Government 4.Education 5.Business 6.Media and Communication 7.Art, Sport and Entertainment.

So they too can be reconciled to God. This is the good news of the Kingdom of God.

Tags:
No Comments

Post A Comment