The Experience of Grace

Setiap orang yang bertemu dengan kasih karunia Tuhan pasti akan berubah hidupnya. Zakheus bertemu dengan Yesus, dan tanpa harus disuruh kantongnya langsung terbuka sebab ia telah mengalami yang namanya “grace”.

Mefiboset adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang juga yang mengalami grace (Baca 2 Samuel 9).

Mefiboset mengalami nasib yang sangat buruk, ketika ia masih kecil ia harus dilarikan karena kakeknya Saul dan ayahnya Yonathan telah terbunuh, dan ia jatuh ketika dilarikan yang menyebabkan dirinya menjadi timpang.

Apa sebenarnya yang sudah Tuhan kerjakan di dalam kasih karunia-Nya bagi kita? (2 Samuel 9:1-13)

1. God remember us.

Mefiboset tidak mengingat raja Daud, tetapi Daud yang mengingat Mefiboset. Bukan kita yang mengingat Tuhan, tetapi Tuhanlah yang mengingat kita.

2. God seek us.

Daud tidak peduli apakah Mefiboset timpang atau tidak, ia tidak berkomentar apapun tentang keadaan Mefiboset. Tuhan tidak peduli kita timpang atau tidak!

3. God bring us into His presence.

Kita boleh ada hari ini dalam kasih karunia Tuhan bukan karena kita baik. Mefiboset tidak berada di istana bukan karena dia baik.

You are here in His grace not because you are good, but because God is good.

Daud yang membawa Mefiboset datang kepadanya sebab ia tidak dapat datang sendiri kepada sang raja. Kita tidak dapat datang kepada Tuhan tanpa Tuhan yang membawa kita kepada-Nya.

Jika ada kerinduan dalam diri kita untuk datang bersekutu dengan Tuhan, itu karena Tuhan yang menaruh kerinduan tersebut. Semuanya adalah karena pekerjaan Tuhan semata-mata.

4. God spares us, even blesses us.

Ketika Mefiboset datang menghadap raja Daud ia sangat ketakutan, tetapi raja Daud berkata kepadanya untuk tidak takut. Raja Daud tidak berniat membunuh Mefiboset, namun sebaliknya ia ingin memberkati Mefiboset.

Hanya di dalam Tuhan kita mendapatkan pengampunan. Kita dilindungi oleh Tuhan seperti halnya Mefiboset yang dilindungi oleh Daud (Baca 1 Samuel 21).

Ada seseorang yang bernama Mefiboset yang diserahkan oleh Daud kepada musuh tetpai orang ini bukanlah Mefiboset yang timpang yang dilindungi oleh Daud. Nama kedua Mefiboset ini boleh sama, tetapi yang satu harus mati dan yang satu selamat. Mefiboset yang timpang tidak mati bukan karena kehebatannya, tetapi semuanya ini terjadi hanya karena kasih Daud, tidak ada satu hal pun yang dilakukan oleh Mefiboset yang membuatnya tidak mati.

Mungkin banyak orang di dunia ini yang memiliki nama yang sama dengan saudara. Saudara boleh diselamatkan, namun banyak orang-orang lainnya yang memiliki nama yang sama tidak diselamatkan. Janganlah kita sombong, kita boleh selamat bukan karena kebaikan kita, tetapi semata-mata karena kasih karunia Tuhan. Semuanya dikerjakan oleh Tuhan. Tuhan Yesus sudah membayar semua dosa kita dengan lunas di atas kayu salib.

Karena Tuhan Yesus sudah membayar lunas kita tidak perlu lagi membayar apapun juga untuk memperoleh  keselamatan itu. Jesus has paid it all, that€™s why we can have rest in His grace.

5. God lift us up.

Upah dosa adalah maut. Upah itu sama dengan hak, jadi jika kita berdosa maka kita berhak untuk menerima maut. Firman Tuhan berkata setiap kita adalah orang berdosa, jadi hak yang kita punya sebenarnya adalah maut. Keselamatan bukanlah suatu hak manusia melainkan kasih karunia.

Semua yang diperoleh oleh Mefiboset adalah perbuatan Daud. Tidak ada satu hal pun yang diperoleh karena usaha Mefiboset.

God does not love because of who we are or what we have done for him.

Pelayanan kita tidak membuat Tuhan lebih mencintai kita.

Setelah mengalami kasih karunia Tuhan lalu apa yang terjadi? Berikut ini adalah beberapa hal yang dilakukan oleh Mefiboset setelah menerima kasih karunia dari Daud.

The experience of grace brings attitude (2 Samuel 19:24-30).

Mefiboset sangat mencintai Daud sampai ia tidak mengurusi dirinya sendiri (ayat ke-24).

Alasan Mefiboset begitu mencintai Daud adalah karena Daud yang terlebih dahulu begitu mencintai Mefiboset.

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” 1 Yohanes 4:19

Jangan fokus dengan cinta kita kepada Tuhan, tetapi fokuslah dengan cinta Tuhan kepada kita. Janganlah berusaha mengasihi Tuhan, tetapi masuk dan tenggalam di dalam kasih Tuhan.

Mefiboset turun untuk bertemu dengan sang raja. Hadirat sang raja lah yang dirindukan oleh Mefiboset.

Mefiboset merendahkan dirinya di hadapan raja.  Mefiboset pleased to the king (ayat ke-26) dan ia berserah kepada kepada Daud, katanya “perbuatlah apa yang tuanku pandang baik.” (ayat ke-27).

He commemorated the king€™s grace, “walaupun seluruh kaum keluargaku tidak lain dari orang-orang yang patut dihukum mati oleh tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini di antara orang-orang yang menerima rezeki dari istanamu. Apakah hakku lagi dan untuk apa aku mengadakan tuntutan lagi kepada raja?” (ayat ke-28).

Mefiboset tidak peduli dengan apapun juga dan hanya dengan raja Daud saja. Sebab sang raja sajalah yang ia inginkan: “biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat.” (ayat ke-30).

“How we handle loss shows who our treasure is” (John Piper, “Don€™t waste your life, p. 72).

Apa yang paling membuat kita goncang pada waktu kehilangan, itu yang paling berarti dalam hidupmu.

Biarlah kita senantiasa bermegah hanya di dalam Kristus.

Tags:
No Comments

Post A Comment