Tuhan Memelihara Perkataan yang Ia Taruh di Dalam Hidup Kita

“Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan di dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian.” Ibrani 10: 32-33

Setiap kita harus mengalami suatu proses perubahan. Proses yang membawa kita dari sekedar keinginan sampai kepada suatu keberhasilan, yaitu kesukaan di dalam Tuhan.

Tuhan Yesus berkata: “Datanglah dan ikutlah Aku.” Dengan mengikuti Kristus kita akan melalui suatu proses perubahan di dalam hidup kita. Sering kali proses ini tidak enak, namun kita harus tetap setia, jangan lari dari disiplin yang dari Tuhan.

Marilah kita lihat kehidupan kita masing-masing. Apakah kita sudah terlalu “dewasa” dalam ke-Kristenan kita sampai lupa bagaimana kita mengikuti Kristus di saat kita baru diselamatkan? Ibrani mengatakan bahwa pada waktu kita baru diselamatkan, di saat harta kita dirampas sekalipun kita bisa tetap bersukacita (Ibrani 10: 34).

“Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)”” (Yohanes 1: 41, 42). Kita lihat disini bahwa Andreas membawa Simon kepada Yesus, bukan kepada rumah ibadah. Hari-hari ini banyak dari kita yang sudah menggantikan Yesus dengan gereja. Bukannya membawa jiwa-jiwa kepada Kristus, kita malah membawa mereka kepada gereja.

Lalu Tuhan Yesus menggantikan nama Simon (lalang yang mudah berubah mengikuti angin) menjadi Petrus, yaitu batu karang yang teguh. Yesus melihat setiap kita sesuai dengan apa yang Ia telah katakan. Yesus melihat setiap kita sebagai anak-anak Allah. Manusia sering melihat dirinya dan ingin merubah dirinya, wajahnya, tubuhnya, dsb. Kenapa? Sebab kita tidak melihat diri kita sebagaimana Tuhan melihat diri kita. Ketahuilah bahwa perkataan Allah yang menentukan siapa kita.

Sekarang, walaupun Petrus telah mendapatkan perkataan Yesus yang disimpan di dalam hidupnya, karakter dan sifat Petrus tidak langsung berubah seketika itu juga menjadi batu karang. Ada proses yang harus dilalui Petrus . Namun selama proses itu, Tuhan Yesus yang selalu menjaga apa yang Ia telah taruh di dalam hidup Petrus. Marilah kita bersama-sama melihat proses yang dilalui Petrus.

Pertama-tama, diatas gunung dimana Yesus dimuliakan, Petrus masih menunjukan sifat kelalangannya dengan perkataan-perkataan yang keluar dari mulutnya (Matius 17). Lalu di dalam Matius 16:15, Yesus bertanya kepada Petrus: “Siapakah Aku ini?”, ia menjawab-Nya: “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup!”. Yesus melihat karakter batu karang Petrus dan memujinya, kata-Nya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan ini kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Namun Petrus masih terus mengalami proses perubahan, di ayat-ayat selanjutnya, Yesus berkata kepada Petrus: “Enyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (ayat ke-23).

Kita juga ingat di mana Petrus mengikuti Yesus berjalan di atas air, dan di tengah-tengah Petrus mulai tenggelam. Lalang di dalam Petrus masih berkuasa atas batu karang yang Yesus taruh di dalam hidupnya. Lalu di taman Getsemani, Petrus malah tertidur di saat Yesus memerlukannya untuk berjaga-jaga.

Sebelum Yesus diadili dan disalibkan, Ia berdoa untuk Petrus agar imannya tidak gugur. Namun Petrus berkata, “Tuhan aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” (Lukas 22:33). Kita juga tahu bahwa Yesus berkata kepada Petrus bahwa ia akan menyangkal-Nya sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok. Dan sebanyak tiga kali, sesuai dengan perkataan Yesus, Petrus menyangkal Kristus.

Pada kali ketiga Petrus menyangkal Yesus, seketika itu juga ayam berkokok, dan Yesus berpaling memandang Petrus (Lukas 22: 60, 61).

Setelah Yesus bangkit dari kematian, malaikat Tuhan menampakkan diri dan berkata kepada para wanita: “katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus…” (Markus 16: 7). Apa yang Tuhan lakukan disini? Ia menjaga perkataan yang telah Ia simpan kedalam hidup Petrus.

Apa hasil dari penjagaan dan pemeliharaan Yesus atas perkataan-Nya atas hidup Petrus? Kita bisa membaca banyak hal yang Petrus lakukan setelah itu di dalam Kisah Para Rasul. Salah satunya adalah, di saat Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta, 3000 jiwa bertobat! Petrus menunjukkan karakter batu karangnya yang teguh!

Percayalah bahwa Tuhan akan menjaga dan memelihara apa yang telah Ia taruh di dalam hidup kita masing-masing. Kadang kita mungkin masih kembali kepada sifat lama kita, namun ketahuilah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

“Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).

Tags:
No Comments

Post A Comment