Restoration of Hope – Dec 15

Restoration of Hope

By Ps Lydia Yusuf

 

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” – Yeremia 29:11

Kelahiran Yesus memberi Harapan; Imanuel – Allah beserta kita!

 

Dalam Yesus ada Restorasi Pengharapan untuk membentuk karakter kita seperti Dia.

 

Pikiran Yang Positif

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” – Filipi 4:8

 

Pikiran kita mudah dilingkupi hal negatif ketika kita menjalani kehidupan yang tidak mulus. Mulailah mengucap syukur apapun yang terjadi dengan cara mengarahkan pikiran kita kepada semua yang mulia dan ijinkanlah Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Belajarlah berpikir positif, yaitu tidak membiarkan perasaan dan pandangan kita ditentukan oleh fakta, melainkan oleh iman kepada Tuhan. Think Positive and Positive Things Will Happen.

 

 

Lingkungan Yang Membangun

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” – 1 Korintus 15:33

Kita tidak bisa berkumpul dengan orang yang negatif dan berharap memiliki kehidupan positif! Surround yourself with people who believe in your dreams.

 

Orang yang berpikir positif selalu memberi dorongan yang membangun, melihat kelebihan didalam diri orang lain dan tidak memandang rendah kekurangan orang lain. Jadilah pribadi yang membawa dampak dan penuh hikmat untuk memilih pergaulan yang baik.

 

 

Pembaharuan Pikiran

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:2

Menambah pengetahuan dunia memang penting, tetapi mengisi kehidupan dengan Kebenaran adalah diatas segalanya. Firman Tuhan itu tidak terbatas, lebih dari informasi, memberi kekuatan, damai sejahtera, sukacita dan merupakan pedoman bagi kehidupan.

 

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” – Mazmur 1:1-3

 

 

Kuasa Dalam Pilihan

“Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturanNya supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh Tuhan Allahmu, di-negeri kemana engkau masuk untuk mendudukinya.” – Ulangan 30:15-16

Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.

 

Hidup ini adalah pilihan. Kita seringkali tahu apa yang Tuhan inginkan, tetapi kita memilih tidak melakukan dan akhirnya tidak menerima yang terbaik yang Tuhan sudah siapkan. Yusuf memilih memaafkan dan tidak membenci orang yang berbuat jahat kepadanya. Yosua dan Kaleb memilih melihat apa yang Allah janjikan bukan hambatannya. Hawa memilih tidak taat pada perintah Allah. Yusuf, Yosua dan Kaleb menerima berkat Allah, tetapi Hawa menerima konsekuensinya.

 

Kita lebih sering memilih jalan pintas dan akhirnya tidak menerima janjiNya. Sangatlah penting untuk memilih bersandar pada Firman Tuhan dan tidak pada pengertian kita sendiri. Tuhan tidak pernah memaksakan kehendakNya. Dia memberi kebebasan untuk taat atau tidak. KerinduanNya agar kita memilih taat dan setia serta mempunyai hubungan intim denganNya.

 

 

Besi Menajamkan Besi

“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” – Amsal 27:17

Keluarga, sahabat dan setiap orang didalam hidup kita telah Tuhan tempatkan dan pertemukan untuk suatu alasan. Dia memakai orang tersebut untuk menajamkan dan membentuk karakter kita. Karakter asli akan muncul ketika kita dihadapkan dengan orang-orang yang kurang menyenangkan. Ketika menerima teguran dari orang terdekat, bagaimana respon kita? Apakah defensif atau menerima dengan lapang dada? Ketika dicurangi oleh partner bisnis, apakah kita membalas atau memaafkan? Ketika anak tidak taat, apakah kita memarahinya atau dengan sabar memberi pengertian agar tidak mengulanginya? Kita bisa menilai karakter kita dari setiap respon ketika menghadapi hal-hal yang tidak diharapkan.

 

 

Mengucap syukurlah untuk setiap gesekan, untuk setiap orang yang ada didalam hidup kita karena tanpa kehadiran mereka, karakter kita tidak bertumbuh. Pembentukan karakter ini merupakan proses yang membutuhkan waktu, kesabaran dan yang terpenting adalah kemauan untuk berubah. Perubahan karakter tidak hanya membawa dampak positif untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang disekitar kita.

 

“Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.” – 1 Timotius 4:10

 

It is never hopeless when the Lord is with you. God is able to bring Hope into your life even when everything seems hopeless.

Tags:
,
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.