4 Macam Alasan Ujian

Allah itu baik…! Amin? Jika Allah itu baik….mengapa kita mengalami sakit, masalah-masalah…? Pernahkah saudara gagal…? Pertanyaannya : “Beranikah saudara menghadapi kegagalan?” Kita semua pernah gagal, hanya Yesus yang tidak pernah gagal! Test/ujian diijinkan oleh Tuhan! Untuk apa? Supaya kita tahu keberadaan kita sendiri. Didalam Tuhan bukan berarti bebas dari masalah. Masalah dan ujian berguna untuk membuat kita bertumbuh! Sesungguhnya Allah melatih kita supaya kita kuat didalam menghadapi masalah. Didalam hidup ini, yang terjadi biasanya adalah Ujian, setelah Janji Allah diberikan sebelum penggenapan janji Allah terjadi. Contoh: hidup Abraham, Yusuf dll. “Sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji Tuhan membenarkannya (NASB: The Lord tested him).” Maz 105:19. Seperti kita sekolah/kuliah ….maka sekolah akan memberikan ujian. Hampir semua orang tidak suka yang namanya ujian dan kebanyakan orang malah stress! Karena sebetulnya kita tidak ada persiapan menghadapi ujian itu! Ujian itu diijinkan Tuhan! “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kami dapat menanggungnya.” 1 Kor 10:13. Allah itu baik! Tetapi seringkali kita tidak siap menunggu waktunya Tuhan.

Abraham mendapat janji Tuhan, setelah ia keluar dari Ur-kasdim, Kej 11:31. Tetapi waktu tiu Abraham tidak keluar dengan istrinya saja, tetapi ia membawa juga Lot, saudaranya! Akhirnya Tuhan mengijinkan Lot meninggalkan Abraham. Setelah Abraham menungu 10 th, ia mulai tidak sabar menunggu penggenapan janji Tuhan, sehingga Sarai menyarankan Abraham tidur dengan Hagar (hamba mereka) dan melahirkan Ismael yang sampai hari ini menjadi masalah besar! Abraham gagal didalam ujian waktu itu. Janji Tuhan tertunda lagi selama 14 th! Kej 18:9-15, Allah mengingatkan janji-Nya lagi.

Sekarang kita akan melihat dengan jelas, ada 4 point ujian alasan:

1.

Kej 16, God reasoning test. Alasan berdasarkan firman Tuhan atau agama. “Engkau tahu, Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak.” Ay2. Dengan kata lain Sarai berkata: “Rencana Tuhan tidak akan terjadi, karena Tuhan membuat aku mandul.”

2.

Good source reasoning test. Kej 16:2, Abraham mendengar perkataan Sarai, artinya istri juga bisa mempengaruhi suami. Suami-istri yang tidak saling mempengaruhi,tidak mungkin bisa bersatu! Good source…belum tentu God source! Hati-hati dengan good source atau ide yang baik. Rom 14:23, “…Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa.” Jadi jika kita mau berbuat sesuatu kepada Tuhan cuma karena “alasan yang baik” … itu dosa!

3.

Natural, insting resoning test. Kej 16:3. Setelah menunggu 10 th, Abraham mulai berpkir secara natural (Ia melihat keadaan naturalnya sendiri) Menurut kebiasaan (culture) waktu itu, bagi istri yang mandul, maka suaminya boleh berhubungan denga orang lain (supaya ada keturunan). Jadi idenya Sarai itu sebetulnya bukan dosa tetapi itu natural, insting reasoning!

4.

Cultural reasoning, Tradition. Kej 16:16. Keadaan sekitar/culture harus dibandingkan kembali dengan firman Tuhan.

Cara untuk mengatasi test adalah Rom 4:19, “Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sarai telah tertutup.” Iman kita tidak tergantung dengan keadaan fisik atau natural kita!! Janganlah lemah iman kita…!!

Kej 21:1, “Tuhan memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan Tuhan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.” Sebetulnya Tuhan sudah mempersiapkan semuanya, Dia sudah menetapkan waktunya….oleh karena itu kita harus menunggu waktu-Nya Tuhan itu! Jika kita mau “menolong” Tuhan maka kita akan melahirkan Ísmael”, tetapi jika kita memperlambat maka kita akan menghasilkan hutang. Iman itu bukannya nekad, tetapi tahu persis apa yang dilakukan, tahu itu berdasarkan kehendak Tuhan!

Maz 65:9-14, “Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujisat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai. Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya; Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahinya gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbu-tumbuhannya. Engkau memahkotai tahun dengan kebajikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikat pinggangkan sorak-sorai; Padang gurun rumput berpakaian kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.”

Pada waktu Allah melawat hidupmu,maka “kemandulanmu” terbuka! Kita akan bersorak-sorai! Waktu Ia melawat….maka hujan itu akan dicurahkan dan dari hidup kita akan mengalir air-air kehidupan itu! Kemanapun engkau pergi…berkatlah yang akan mengalir, kehidupan Allah akan dibagikan kepada sekitar kita!!

Tags:
No Comments

Post A Comment