Allah Immanuel Di Dalam Kita

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Yohanes 1:1

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.” Matius 1:23

Cerita Alkitab adalah tentang manusia yang telah berdosa kepada Allah dan putus hubungan dengan Allah. Sekarang, Allah yang sama telah kembali kepada manusia, supaya kita dapat kembali berhubungan dengan Dia. Tuhan kita adalah Immanuel, artinya Dia ada bersama-sama dengan kita.

Di dalam Perjanjian Lama, Allah menyertai umat-Nya di dalam Tabut Perjanjian; untuk Allah tinggal, perlu yang namanya Bait Allah. Seperti di dalam Perjanjian Lama, jika Allah menyertai maka Dia akan memelihara umat-Nya.

Tahukah saudara bahwa Tuhan akan segera datang? Lihat bencana yang baru-baru ini terjadi, yaitu Tsunami yang memakan begitu banyak jiwa (Matius 25:7, 8). Tuhan mau seluruh umat manusia mendengar kabar keselamatan.

Sekarang ini, kita harus bertanya kepada diri kita masing-masing, apakah Allah Immanuel sudah ada di dalam hidup kita?

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)

Jika dalam Perjanjian Lama Tuhan tinggal di ruang maha kudus, di manakah Dia tinggal di dalam kita hari ini?

Tempat maha kudus dalam hidup ini adalah hati kita (Mazmur 66:18; Amsal 27:19; Wahyu 3:20).

“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:24)

Sebelum Tuhan dapat tinggal di dalam hidup kita, kedagingan kita harus dimatikan terlebih dahulu. Jika tidak, maka Firman Tuhan yang ditabur tidak akan tumbuh (Markus 4:15).

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24)

Kita perlu menyalibkan semua kedagingan; kekayaan, pendidikan, karir dan segalanya tanpa kompromi.

Tanpa penderitaan maka tidak akan ada mahkota kemuliaan!

Saat kita menderita bagi Kristus, maka kita akan memperoleh suka cita dan damai yang luar biasa. Kenapa bisa demikian? Karena tubuh dan kedagingan kita hanya membawa kita ke dalam dosa.

Sekarang ini, tanya diri kita masing-masing, apakah yang sudah kita korbankan dan serahkan kepada Tuhan? Sebelum hal ini terjadi, maka kita tidak akan dapat datang kepada Tuhan.

Apakah saudara sudah lahir baru? Bagaimana bisa tahu bahwa kita benar-benar sudah lahir baru?

“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Petrus 1:23)

Kita telah lahir baru jika kita ada keinginan dan kehausan akan Firman Tuhan. Jika dosa telah masuk ke dalam hidup kita, maka kita akan mulai kehilangan kehausan akan Firman Tuhan.

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mazmur 1:1-2)

Firman Tuhan itu adalah terang dan penuh dengan kuasa, renungkanlah siang dan malam (Mazmur 119:130; Yohanes 1:4).

Tags:
No Comments

Post A Comment