Api Turun Membakar Gereja Tuhan

“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.” 2 Tawarikh 7: 14, 15

Ayat di atas merupakan jawaban dari doa raja Salomo anak Daud yang ia panjatkan kepada Tuhan. Di sini Tuhan memberikan beberapa syarat kepada Salomo yang harus mereka lakukan sebelum adanya pemulihan atas negeri itu.

Pertama-tama perlu kita ketahui bahwa syarat dan janji ini ditujukan hanya kepada umat Tuhan, “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut” (ayat ke-14). Lalu Tuhan memberikan 4 syarat yang harus dilakukan, yaitu: merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat.

Dan jikalau syarat-syarat tersebut dipenuhi, maka Tuhan akan: (1) mendengar dari surga, (2) mengampuni dosa, (3) memulihkan negeri, (4) membuka mata dan telinga-Nya kepada doa yang mereka panjatkan.

Ingatlah bahwa setiap janji-janji yang Tuhan berikan itu ada syaratnya!

Kita baru saja membaca jawaban Tuhan atas doa raja Salomo; Sekarang, apakah yang Salomo doakan sebenarnya? Salomo merendahkan dirinya dan berseru kepada Tuhan, “Sebab itu, ya Allahku, kiranya mata-Mu terbuka dan telinga-Mu menaruh perhatian kepada doa yang dipanjatkan di tempat ini.” (2 Tawarikh 6: 40)

Tempat yang Salomo maksudkan adalah bait Allah yang dibangun oleh bangsa Israel, bait yang sangat megah. Bait itu dibangun dalam jangka waktu 20 tahun, oleh sekitar 20,000 orang yang bekerja setiap hari. Semua bahan-bahan bangunan yang dipakai adalah bahan yang terbaik. Bait tersebut adalah suatu kebanggaan bangsa Israel. Namun Salomo tahu bahwa semua itu sia-sia jika Tuhan tidak ada disana, maka dari itu ia merendahkan dirinya dan berdoa kepada Tuhan.

“Setelah Salomo mengakhiri doanya, apipun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu. Para imam tidak dapat memasuki rumah TUHAN itu, karena kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.” (2 Tawarikh 7: 1, 2)

Gereja Tuhan sekarang ini juga akan sia-sia saja jika Tuhan tidak hadir! Kita perlu meminta kepada-Nya agar Dia hadir, dan doa yang kita panjatkan itu berkenan di mata Tuhan.

Tuhan berkenan atas korban persembahan bangsa Israel dan api turun dari langit. Kita perlu api Tuhan atas gereja-Nya.

Apakah api itu? “Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.” (Ulangan 4: 24)

Api adalah sesuatu yang membakar dan menghanguskan. Api juga akan menyebar kemana-mana.

Sekarang ini gereja Tuhan sudah kehilangan api itu dan menjadi suam. Marilah kita berdoa meminta api dari Tuhan atas gereja kita. Kita memerlukan api itu untuk membakar habis semua dosa dan kenajisan yang ada di dalam gereja kita. Setelah itu maka api itu akan menyebar ke sekeliling kita serta membakar habis semua dosa dan kenajisan yang ada di kota dan bangsa ini.

Dan agar api itu boleh turun atas gereja, perlu adanya kesatuan atas umat Allah!

“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;” (Kisah Para Rasul 2: 1, 2)

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5: 16)

Doa yang efektif itu adalah doa yang ada hasilnya. Doa yang efektif itu adalah doa yang berkenan di mata Tuhan. Marilah kita terus mencari wajah Tuhan, dan jangan berhenti sampai kita melihat hasilnya.

Tags:
No Comments

Post A Comment