Arti Padang Gurun yang Sebenarnya

Banyak orang yang berpendapat bahwa padang gurun dalam Alkitab berbicara tentang kesusahan, penderitaan dan tempat untuk menebus dosa. Ini tidak benar.

Padang gurun yang dilewati bangsa Israel bukan karena kesalahan mereka melainkan karena pimpinan Tuhan. Ulangan 8:11-18 berkata bahwa Tuhan membawa bangsa Israel melewati padang gurun untuk “berbuat baik kepadamu akhirnya” (ayat 16). Untuk membawa bangsa Israel lepas dari perbudakan bangsa Mesir dan mewarisi Tanah Perjanjiaan, yang subur dan limpah dengan susu dan madu! “Akhir suatu hal lebih baik dari awalnya,” Pengkhotbah 7:8a berkata. Jangan menilai sesuatu dari awal atau pertengahan jalan waktu Tuhan sedang memproses kita. Jangan menilai padang gurun dengan €˜ular dan kalajengkingnya€™. Sebaliknya di padang gurunlah Tuhan banyak menunjukan mujizat-mujizat yang luar biasa: roti manna, tiang awan dan tiang api, air yang keluar dari gunung batu yang keras, baju yang tidak rusak dan kaki yang tidak menjadi bengkak selama 40 tahun, kemenangan demi kemenangan atas peperangan, dan masih banyak lagi.

Di Keluaran 13:17-22 kita membaca bahwa Tuhan memimpin bangsa Israel untuk “berputar” bukan “berputar-putar.” Ayat 17 berkata, “Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.” Lalu bangsa Israel dipimpin berputar ke padang gurun menuju Laut Teberau (ayat 18). Tuhan tahu akhir segala sesuatu dari awalnya. Jalan Tuhan seringkali bukan jalan yang paling dekat atau enak, tapi percayalah saudara, jalan Tuhan pasti yang terbaik! Kalau bangsa Israel pada akhirnya berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun, itu karena kesalahan mereka sendiri. Bangsa Israel tidak taat kepada firman Tuhan untuk maju mengambil Tanah Perjanjiaan.

Apa tujuan Tuhan membawa bangsa Israel melewati padang gurun?

Ulangan 8: 1-5

1. Untuk “merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.” (ayat 2)

2. Untuk “membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.” (ayat 3) Ini mengajarkan bangsa Israel untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

3. Untuk “mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya” (ayat 5)

Jadi padang gurun bukanlah suatu tempat penyiksaan yang kita alami ketika kita berbuat dosa. Padang gurun adalah tempat dimana kita diproses. Tuhan memipin kita melewati padang gurun untuk kebaikan kita dan disanalah tempat yang terbaik bagi kita! Saya mengembalai gereja di Semarang dan mempunyai seorang teman yang membantu saya sebagai wakil pendeta. Dia mempunyai panggilan yang kuat untuk pergi ke sebuah desa terpencil di atas gunung untuk melayani di sana. Ketika beberapa jemaat kami pergi mengantar kepergiaannya, mereka sampai menangis karena melihat betapa jauhnya tempat itu berada. Sekarang saya mengerti panggilan Tuhan dalam hidupnya itu karena gerejanya bertumbuh dan dia luar biasa diberkati walaupun berada di desa yang sangat terpencil. Saya mempunyai prinsip dalam hidup ini bahwa tempat yang paling baik untuk berada bukanlah tempat-tempat yang €˜berladang subur€™, seperti di kota-kota yang besar, melainkan dimanapun tempat yang Tuhan panggil kita, maupun itu di kota besar atau desa yang kecil. Sama halnya dengan menabur benih, banyak orang berpendapat kalau menabur benih baiknya di gereja-gereja besar yang €˜berladang subur€™ supaya kita dikembalikan berlipat kali ganda. Bagi saya berkat Tuhan kita terima apabila kita belajar menabur dalam ketaatan, dimanapun Tuhan menyuruh kita.

Hal ini juga bisa kita lihat pada Yohanes Pembaptis dan Yesus. Yohanes Pembaptis tumbuh besar di padang gurun, menjadi kuat baik di dalam tubuh dan roh. “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.” (Lukas 1:80) Lalu Lukas 4: 1 berkata “Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” Kata “dibawa€™ di sini dalam bahasa aslinya “dipaksa.” Roh Kudus yang €˜memaksa€™ Yesus untuk pergi ke padang gurun. Di padang gurun Yesus dicobai dan menang mengalahkan cobaan-cobaan iblis.

Kemenangan, mujizaat dan pembelaan Tuhan adalah bagian orang-orang yang taat kepada Tuhan di padang gurun.

Tags:
No Comments

Post A Comment