Bagaimana kita tahu bahwa kita mengenal Tuhan?

1 Yohanes 2:3-11

Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

 

Bagaimana kita tahu bahwa kita mengenal Tuhan? Ini adalah pertanyaan yang dijawab oleh Rasul Yohanes untuk kita. Pernahkah anda ragu atau mengajukan pertanyaan apakah anda seorang Kristen yang sesungguhnya atau tidak? Mari kita coba lihat. Angkat tangan anda tinggi-tinggi jika anda pernah meragukan apakah anda adalah seorang Kristen? Menurut saya, jika anda telah menjadi seorang Kristen lebih dari satu tahun, anda pasti pernah menghadapi keraguan ini. Dan tidak peduli sudah berapa lama kita menjadi orang percaya, keraguan ini adalah masalah yang akan terus merayap kembali. Saya berharap saya bisa mengenakan jubah superhero dan tanda salib di dada saya untuk memberi tahu anda apa yang anda harus lakukan supaya anda tidak pernah ragu, tetapi saya tidak bisa karena itu tidak benar.

Perjalanan Kristen saya adalah perjalanan yang selalu dipenuhi pertanyaan. Saya dibesarkan di gereja sebagai anak pendeta (PK) tetapi saya belum menjadi seorang Kristen sampai sewaktu saya sudah dewasa. Besar sebagai seorang PK, saya sering melihat perbedaan antara apa yang diakui dengan mulut dan kenyataan. Itu menciptakan keraguan dan pertanyaan dalam diri saya. Di masa remaja saya, saya mencoba menjadi berbeda dan itu membuat saya terkena banyak masalah. Saya bisa melihat kemunafikan orang-orang di sekitar saya sehingga kekristenan meninggalkan rasa masam di mulut saya. Tetapi ketika saya mulai percaya, sesuatu terjadi pada hati saya yang saya tidak dapat mengerti. Semua pertanyaan yang mengganggu saya selama bertahun-tahun tiba-tiba menjadi tidak penting lagi. Ketika Tuhan membuka hati saya untuk melihat keindahan Injil, transformasi terjadi dalam saya dan saya menjadi sangat bergairah untuk Yesus.

Pada musim ini, disiplin rohani tidak terasa seperti keharusan; yang ada hanya sukacita. Ini seperti menciptakan disiplin dalam berpacaran. Anda yang pernah berpacaran mengerti bahwa begitu anda berpacaran dengan dia, hidup anda berubah. Anda mulai berkata tidak kepada teman-teman cowo anda untuk menemani si dia, dan anda mulai aktif melihat google, merencanakan kencan anda dengan dia. Dan semua itu tidak terasa seperti keharusan. Anda melakukannya karena anda mau. Ada beberapa disiplin yang anda harus lakukan, tetapi anda tidak pernah merasa hal itu seperti pekerjaan. Jadi saya mulai melahap buku-buku Kristen dan mendengarkan begitu banyak podcast Kristen. Saya suka membaca Alkitab dan menyelesaikan pembacaan Alkitab setiap tahun. Tetapi dalam masa ini, saya tetap bergumul dengan keraguan. Karena entah bagaimana gereja memberi saya kesan bahwa “setiap hari harus seperti kencan pertama anda dengan Yesus.” Saya mempercayai kebohongan ini dan mulai mempertanyakan diri saya sendiri.

Jadi saya terus bergumul dengan keraguan. Saya tidak memiliki sejarah kehidupan yang bersih. Saya berharap saya memiliknya tetapi kenyataannya tidak. Saya melewati satu atau dua musim di mana jika memungkinkan, saya ingin hapus dari kehidupan saya. Saya mencintai Yesus, saya mencintai gereja dan saya mencoba melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk mengikuti Yesus, tetapi saya memiliki perjuangan yang berkelanjutan dengan dosa dalam hidup saya. Dan sepertinya saya berada di lingkungan di mana tidak ada orang lain yang berjuang seperti saya. Semua orang tampaknya seperti orang Kristen yang lebih baik daripada saya sedangkan saya waktu itu adalah Youth Pastor! Jadi itu membuat banyak keraguan dalam saya. Selama musim itu, saya benar-benar kewalahan karena saya berjuang melawan dosa di dalam saya dan saya tidak bisa jujur ​​tentang hal itu karena sepertinya tidak ada orang lain yang tampaknya bermasalah. Saya pikir saya adalah kelainan.

 

Tujuan utama dari perikop yang baru saja kita baca adalah Yohanes ingin kita tahu bahwa kita dapat memiliki kepastian bahwa kita adalah umat Kristus. Kita dapat memiliki kepastian bahwa kita mengenal Tuhan. Dan ini sangat penting. Karena bagi Yohanes, mengenal Tuhan bukanlah masalah pengetahuan intelektual tetapi kehidupan kekal. Mengenal Tuhan berarti memiliki hidup yang kekal. Mengenal Tuhan berarti memiliki keselamatan yang tidak bisa diambil dari kita. Jadi inilah yang harus kita pahami. Adalah satu hal untuk berkata anda tahu tentang Tuhan, dan adalah hal lain untuk benar-benar mengenal Tuhan. Dan perbedaan antara mengetahui dan mengenal adalah perbedaan antara kematian dan kehidupan. Saya yakin bahwa hari ini ada banyak orang Kristen di gereja yang mengatakan bahwa mereka mengenal Tuhan tetapi sebenarnya mereka tidak mengenal Tuhan sama sekali. Ada banyak orang yang mengaku Kristen tetapi bukan Kristen.

Bagaimana saya tahu? Ada banyak penelitian demi penelitian yang menunjukkan bahwa gaya hidup orang di dalam gereja ternyata sama seperti orang-orang di dunia. Studi menunjukkan bahwa orang-orang di dalam gereja sama materialistisnya dengan dunia. Pola pengeluaran mereka sangat mirip dengan dunia. Hanya 6% dari orang Kristen yang mengaku memberi setidaknya 10% dari pendapatan mereka. Tidak hanya itu, orang-orang di dalam gereja sama tidak bermoralnya dengan dunia. Persentase pria Kristen yang mengonsumsi pornografi hampir sama dengan pria non-Kristen. Orang-orang yang mengaku Kristen cenderung melakukan hubungan seks di luar nikah. Tingkat perceraian antara orang Kristen dan non-Kristen hampir identikal. Dalam membesarkan anak, prioritas orang tua Kristen untuk anak-anak mereka terlihat identik dengan prioritas orang tua yang bukan Kristen. Prioritas orang tua adalah agar anak-anak menjadi sukses di masa depan dan menjadi mahir dalam apa yang mereka lakukan. Apakah itu salah? Tentu saja tidak. Adalah baik bagi orang tua untuk mempersiapkan anak-anak mereka untuk masa depan. Tapi inilah permasalahannya. Untuk waktu dimana orang tua investasikan pada anak mereka untuk mengambil pelajaran ini dan pelajaran itu, untuk semua jam mereka membiarkan anak-anak mereka bermain video game dan IPad, hampir tidak ada waktu di mana orang tua membawa anak-anak mereka untuk membaca Alkitab bersama, untuk berdoa bersama dan memuridkan mereka. Orang tua Kristen meninggalkan tanggung jawab pertumbuhan rohani dari anak mereka di tangan guru sekolah Minggu selama 2 jam per minggu. Dan kemudian mereka bertanya-tanya mengapa banyak anak-anak mereka meninggalkan iman mereka ketika mereka menjadi dewasa.

Inilah poin saya. Bagi banyak dari kita, sangatlah mungkin untuk mengatakan bahwa kita mengenal Tuhan tetapi kita tidak pernah mengenal Tuhan. Sangat mungkin untuk berpikir bahwa anda adalah orang Kristen padahal bukan. Jadi, bagaimana anda tahu bahwa anda adalah seorang Kristen? Biarkan saya memberi anda daftar jawaban umum yang salah.

  • Saya lahir di keluarga Kristen. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa anda diselamatkan karena keluarga anda.
  • Saya pergi ke gereja setiap hari Minggu.Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa Tuhan mengabsensi kehadiran anda. Kehadiran di gereja tidak menjamin keselamatan
  • Saya melayani di gereja.Terima kasih kalau anda telah melayani gereja ini. Tetapi menurut Yesus, sangatlah mungkin untuk melakukan banyak hal bagi Tuhan dan Tuhan menyatakan, “Pergi dari padaku. Aku tidak pernah mengenal kamu.”
  • Saya orang baik. Orang-orang Farisi adalah orang yang bermoral baik tetapi Yesus menyebut mereka jahat.
  • Saya membuat keputusan untuk percaya dan dibaptis. Itu tidak menjamin apa pun. Keputusan anda di masa lalutidak menjamin kondisi anda saat ini dan di masa depan.
  • Saya tahu banyak tentang Tuhan. Ini adalah alasan yang paling umum di gereja. Pengetahuan tentang Tuhan tidak sama dengan pengenalan akan Tuhan. Iblis tahu banyak tentang Tuhan. Lebih dari anda dan saya. Tapi dia tetap

Jadi, bagaimana kita tahu bahwa kita mengenal Tuhan? Saya senang anda bertanya. Yohanes akan menjawab pertanyaan itu untuk kita. Biarkan saya memberi anda konteks 1 Yohanes terlebih dahulu. 1 Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes ke gerejanya di Efesus. Pada saat menulis 1 Yohanes, Yohanes sudah sangat tua. Dia kemungkinan sudah berusia 70-an atau 80-an. Dan selama masa pengembalaannya di gereja di Efesus, dua hal terjadi. Pertama, ada banyak pemimpin gereja yang meninggalkan gereja. Dan dengan meninggalkan gereja, itu bukan berarti meninggalkan gereja untuk memulai gereja lain. Tetapi mereka adalah orang-orang Kristen yang tampaknya mencintai Yesus dan menjadi salah satu pemimpin di gereja, yang kemudian menyangkal iman mereka dan melangkah keluar dari gereja. Kedua, ada banyak guru palsu yang mengajarkan bahwa hidup mereka tidak ada hubungannya dengan keselamatan mereka. Jadi anda bisa berkata anda mengenal Tuhan dan hidup seperti iblis secara bersamaan. Tetapi Yohanes tidak mengijinkan hal itu. Dan hal ini membuat pertanyaan, “Jika para pemimpin gereja dapat menyangkal iman mereka dan meninggalkan gereja, jika para guru palsu itu sesat dalam pengajaran mereka, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita adalah orang Kristen yang benar?” Karena jika anda mengerti pengajaran Yohanes, Yohanes sangat percaya bahwa mengenal Tuhan adalah kehidupan kekal. Yohanes tidak percaya bahwa orang Kristen yang mengenal Allah dapat kehilangan kehidupan kekal mereka. Tetapi menjadi pemimpin di gereja dan menjadi pengkotbah tidak menjamin mereka mengenal Tuhan. Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana kita tahu bahwa kita benar-benar mengenal Tuhan? Apakah anda mengikuti saya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Yohanes memberikan kita tiga ujian tentang bagaimana kita bisa tahu bahwa kita mengenal Tuhan. Ini adalah ujian doktrin, ujian ketaatan dan ujian kasih. Saya tidak akan membahas ujian doktrin dalam khotbah ini karena masalah waktu. Ujian doktrin pada dasarnya adalah ujian apakah anda benar-benar memahami detak jantung Injil bahwa Yesus adalah pengantara kita sekaligus pendamai kita. Khotbah untuk lain waktu. Hari ini saya ingin fokus pada ujian kedua dan ketiga, ujian ketaatan dan ujian kasih, dan terutama ujian kasih.

 

 

Apakah anda bertumbuh dalam ketaatan anda kepada Kristus?

 

1 Yohanes 2:3-6  Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Ini adalah ujian ketaatan. Apakah anda bertumbuh dalam ketaatan anda kepada Kristus? Yohanes mengatakan bahwa anda tahu bahwa anda telah mengenal Tuhan jika anda menuruti perintah-perintah-Nya. Dia tidak bisa lebih jelas dari ini. Yohanes menggunakan kata “mengenal” 40 kali dalam surat ini. Apa maksudnya untuk kita? Dia benar-benar ingin para pendengarnya tahu bahwa mereka mengenal Tuhan. Dan kata mengenal digunakan bukan untuk menggambarkan pengetahuan intelektual tetapi hubungan pribadi. Dengan kata lain, apa yang dikatakan Yohanes adalah bahwa anda dapat mengetahui bahwa anda memiliki hubungan pribadi dengan Allah melalui ketaatan anda pada perintah-perintah-Nya. Kemudian dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa tidak peduli apa yang anda katakan anda ketahui jika hidup anda bertentangan dengan apa yang anda ketahui. Jika anda mengatakan anda mengenal Tuhan dan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan tetapi anda tidak bertumbuh dalam ketaatan kepada Tuhan, maka hanya ada satu kesimpulan: Anda adalah pendusta. Jadi cara pertama kita dapat mengetahui bahwa kita mengenal Tuhan adalah melalui ketaatan kita terhadap perintah-perintah-Nya. Anda bisa tahu bahwa anda mengenal Tuhan jika anda menaati Tuhan. Hubungan pribadi dengan Tuhan mengubah anda dan membuat anda ingin mematuhi perintah-perintah Tuhan.

Biarkan saya memberi anda illustrasi. Mari kita gunakan pengantin baru sebagai contoh. Mari kita mundur ke masa ketika mereka baru mulai berpacaran. Apakah kalian setuju bahwa ada perubahan signifikan dalam hidup kalian dari hidup sendirian dan masuk dalam suatu hubungan berpacaran? Saya harap jawabannya adalah iya. Ketika kalian masih lajang, kalian bebas melakukan apa pun yang kalian inginkan. Tidak ada yang dapat memberitahu kalian, “Jangan lakukan ini dan jangan lakukan itu.” Tapi kebebasan ini berkurang secara signifikan ketika kalian memasuki hubungan. Pertama, sang wanita kehilangan kebebasan “waktu pribadinya” dan mulai belajar cara memasak dan membuka Depot Sederhana. Di pihak pria, ia kehilangan kebebasan untuk tetap kurus. Dan sekarang setelah mereka masuk ke dalam hubungan pernikahan, mereka kehilangan lebih banyak kebebasan. Mereka kehilangan kebebasan untuk bangun sendirian di tempat tidur mereka. Yang saya yakin mereka tidak keberatan sama sekali untuk kehilangan sebagai pengantin baru. Tetapi mereka juga kehilangan kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri. Semua keputusan mereka sekarang tidak hanya mempengaruhi kehidupan pribadi mereka tetapi juga satu sama lain. Dan inilah yang saya tahu. Akan ada banyak waktu di mana kebebasan pribadi dan pilihan mereka bertabrakan dan mereka harus memutuskan ke mana harus pergi dari sana. Mereka akan semakin kehilangan kebebasan mereka. Tetapi mereka tidak kehilangan kebebasan mereka karena keharusan tetapi karena mereka menginginkannya. Mereka begitu saling mencintai sehingga apa yang mereka inginkan adalah untuk menyenangkan pasangan mereka dengan mengorbankan kebebasan mereka sendiri. Begitulah cara kasih bekerja. Sangatlah mustahil untuk memiliki hubungan kasih yang mendalam dan intim dengan seseorang dan menjadi tetap sama. Kasih membuat anda ingin melakukan apa yang menyenangkan orang lain. Memiliki hubungan pribadi dengan seseorang membentuk dan mengubah anda.

Jadi inilah poin saya. Jika memiliki hubungan pribadi yang mendalam dengan seseorang mengubah anda sampai sejauh itu, apalagi jika anda memiliki hubungan pribadi yang mendalam dengan Tuhan? Sama sekali tidak mungkin bagi anda untuk mengatakan bahwa anda mengenal Tuhan dan hidup anda tidak berubah karenanya. Tuhan lebih agung dan mulia daripada orang yang paling anda kasihi. Ia suci dan sempurna. Mengenal Tuhan ini secara pribadi akan pasti mengubah hidup anda. Anda dapat mengetahui bahwa anda mengasihi Tuhan dengan ketaatan anda pada perintah-perintah-Nya. Kasih anda kepada Tuhan menjadi sempurna atau lengkap lewat ketaatan anda kepadanya.

 

Yohanes kemudian mengatakan bahwa anda dapat tahu bahwa anda ada di dalam Kristus jika anda hidup sama seperti Kristus. Hubungan pribadi dengan Kristus menuntun kepada keserupaan dengan Kristus. Inilah sebabnya mengapa pasangan menjadi lebih mirip satu sama lain semakin lama mereka berada dalam hubungan pernikahan yang penuh kasih. Mereka mulai menyukai hal yang sama, berpikir dengan cara yang sama dan bahkan terlihat seperti satu sama lain. Inilah yang terjadi ketika kita memiliki hubungan pribadi dengan Kristus; kita menjadi lebih seperti Kristus. Kita hidup seperti Kristus. Kita berpikir seperti Kristus. Kita mengasihi seperti Kristus.

Biarkan saya menggambarkannya untuk anda. Jadi jika saya bertemu dan berbicara dengan pasangan homoseksual yang mempraktikkan homoseksualitas dan mereka berkata, “Kami adalah orang Kristen,” saya akan melihat mereka dengan kasih dan membuka Alkitab dan menunjukkan kepada mereka bahwa gaya hidup mereka bertentangan dengan firman Tuhan. Saya akan memberi tahu mereka bahwa mereka hidup dalam ketidaktaatan kepada Kristus. Jika ketika mereka melihat itu dan mereka berkata, “Oh, kami tidak tahu itu. Kami tidak tahu kami hidup dalam dosa tetapi sekarang kami mengerti dan kami ingin menaati Yesus. Kami percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik dan jalannya adalah jalan yang lebih baik dan kami perlu bertobat dari dosa-dosa kami. Mulai hari ini, kami akan menjauhkan diri dari praktik homoseksualitas,” lalu saya tahu bahwa mereka adalah orang Kristen yang benar. Tetapi jika mereka berkata, “Terima kasih karena telah menjelaskan Alkitab kepada kami tetapi kami terlalu saling mencintai untuk meninggalkan satu sama lain karena ketaatan kepada Kristus,” maka saya dengan penuh kasih akan memberi tahu mereka bahwa mereka bukan orang Kristen. Menurut Yohanes, mereka adalah pendusta. Itu bukan kata-kata saya, ini adalah Alkitab!

Jadi, apakah anda bertumbuh dalam ketaatan anda kepada Kristus? Kita semua adalah orang berdosa dan kita memiliki perjuangan kita sendiri. Bahkan, saya yakin bahwa semakin anda mengenal Kristus, semakin banyak anda akan berjuang. Semakin dia akan mengungkapkan bagian kehidupan kita yang bertentangan dengan keinginannya. Jadi, pertanyaan saya bukan apakah anda sempurna atau tidak. Yohanes tidak berbicara tentang kesempurnaan. Tetapi apakah anda bertumbuh dalam keinginan anda untuk menaati Kristus? Apakah postur hati anda mengatakan kepada Tuhan, “Tuhan, aku ingin menaatimu tetapi aku berjuang dalam banyak hal. Tolong bantu aku untuk lebih menaati Engkau”? Ini adalah bagaimana anda tahu apakah anda mengenal Tuhan. Anda bertumbuh dalam ketaatan anda kepada Tuhan.

 

 

Apakah anda bertumbuh dalam kasih anda untuk orang lain?

 

1 Yohanes 2:7-11  Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Ini adalah ujian kasih. Jadi, jika dalam ujian sebelumnya kita tahu kita mengenal Allah melalui ketaatan kita kepada perintahnya, dalam ujian ini Yohanes menunjukkan satu perintah khusus yang Yesus berikan. Yohanes mengatakan bahwa perintah ini bukanlah perintah yang baru tetapi ini adalah perintah yang lama. Tetapi pada saat yang sama, ini adalah perintah baru. Karena itu, ini adalah perintah yang lama tetapi baru. Apa maksud Yohanes? Perintah apa yang dia maksudkan? Bagaimana itu bisa menjadi perintah lama tetapi baru pada saat yang bersamaan? Biarkan saya jelaskan.

Saya tidak tau apakah anda tahu atau tidak, tetapi orang-orang Yahudi memiliki total 613 hukum. Kenapa 613? Karena ada 613 huruf Yahudi yang tertulis di Decalogue atau apa yang kita kenal sebagai Sepuluh Perintah Allah. Saya tidak tahu mengapa mereka melakukan itu tapi saya kira hal seperti ini tidak asing untuk mereka. Sekarang coba anda berpikir tentang hal ini. 613 hukum. Ini sangat banyak! Saya yakin banyak dari anda bahkan tidak dapat mengingat 10 perintah Allah. Dalam Matius pasal 22, kita menemukan percakapan antara Yesus dan para ahli hukum. Salah satu dari orang-orang Farisi, seorang pengacara, bertanya sebuah pertanyaan untuk mencobai Yesus. “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Sekarang, perhatikan pertanyaan pengacara ini. Dia tidak bertanya kepada Yesus hukum mana yang penting dan hukum mana yang dapat diabaikan. Itu bukan esensi dari pertanyaan ini. Orang-orang Farisi mencintai hukum Musa dan mereka tidak akan mengurangi satu hukumpun. Jadi esensi dari pertanyaan ini adalah “Hukum manakah yang menjadi detak jantung dari setiap hukum-hukum lainnya?”

Jawaban Yesus terhadap pertanyaan ini akan mengungkapkan kepada kita detak jantung hukum Allah. Yesus menjawab, Matius 22:37-40  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Yesus tidak menciptakan perintah baru. Yesus mengutip Ulangan 6 dan Imamat 19:18. Ini adalah perintah yang diketahui orang Yahudi sejak awal. Bahkan, anda dapat berargumen bahwa perintah untuk saling mengasihi adalah hukum universal yang ada dari awal mula penciptaan. Itulah sebabnya hampir di setiap agama, anda dapat menemukan beberapa versi golden rule – lakukan kepada orang lain seperti yang anda inginkan orang lain lakukan kepada anda. Dan di sini Yesus mengatakan bahwa semua 613 hukum Allah bergantung pada kedua perintah ini. Kasihi Tuhan dan kasihi sesama. Anda tidak dapat memisahkan kedua hukum ini. Mereka pergi bergandengan. Mereka tidak dapat dipisahkan. Kasih anda kepada Tuhan akan tercerminkan dalam kasih anda kepada orang lain. Andy Stanley mengatakan seperti ini, “Kasih kepada Tuhan diilustrasikan, didemonstrasikan dan disahkan paling baik melalui kasih kepada mereka yang tidak seperti anda dan yang mungkin tidak menyukai anda.” Seberapa besar anda mengasihi orang-orang yang tidak seperti anda adalah ukuran bagaimana anda mengasihi Tuhan. Dan ini bukan perintah baru. Itu adalah perintah lama.

 

Tapi kemudian Yohanes tidak berhenti di situ. Yohanes mengatakan bahwa perintah yang lama juga merupakan perintah yang baru. Bagaimana? Begini caranya. Pada malam sebelum penyaliban, Yesus mengumpulkan semua muridnya. Dan malam itu juga, Yesus memperkenalkan sebuah perintah baru. Apakah anda siap? Yohanes jugalah orang yang mencatat perintah lama tetapi baru ini. Yohanes 13:34-35 – “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Apa yang menjadikan perintah baru ini baru bukanlah perintah itu sendiri melainkan kualitas dan dimensi dari perintah. Para murid tahu bahwa mereka harus saling mengasihi. Tetapi bukan itu yang Yesus katakan. Apa yang Yesus katakan kepada mereka adalah, “Murid-murid, aku ingin kalian untuk saling mengasihi, sama seperti aku telah mengasihi kalian.” Apa yang Yesus lakukan adalah ia merevolusi pemahaman tentang mengasihi. Sebagai umat Kristus, kita diperintahkan untuk tidak hanya saling mengasihi tetapi untuk saling mengasihi sama seperti bagaimana Yesus telah mengasihi kita. Dan ini radikal. Ini baru.

Jadi bayangkan adegan ini bersama saya sebentar. Yesus sedang berbicara dengan 11 muridnya. Yudas sudah meninggalkan ruangan saat ini. Dan Yesus memberitahu murid-muridnya, “Murid-murid, aku ingin kalian untuk mengasihi satu sama lain sama seperti aku telah mengasihi kalian. Matius, apakah kamu ingat bagaimana aku mengasihimu? Kamu adalah seorang pemungut pajak dan semua orang membenci kamu. Tidak ada orang yang ingin berada di dekat kamu.”
Dan Petrus menjawab, “Ya guru, dan kamu membuat hidup kita jauh lebih sulit dengan membawa Matius bersama kita. Orang-orang terus menatap kita dan berbicara buruk tentang kita. Sudah kubilang, bukan ide yang bagus untuk membawa Matius bersama kita.”
Dan Yesus melanjutkan, “Apakah aku menolak kamu Matius? Apakah aku merendahkan kamu karena kamu adalah seorang pemungut pajak?”
Matius menjawab, “Tidak guru.”
Yesus melanjutkan, “Tetapi apa yang aku lakukan? Aku pergi ke rumahmu dan makan bersamamu. Aku menyambut kamu masuk ke dalam kelompokku dan aku menjadikan kamu muridku. Matius, sebagaimana aku mengasihimu, aku ingin kamu mengasihi yang lain dengan cara yang sama.”
“Ya guru.”
“Nathanael, apakah kamu ingat bagaimana aku mengasihimu?”
Dan Petrus menjawab, Ya guru, dia dulu meragukanmu. Dia mengatakan bahwa tidak ada hal baik yang bisa datang dari Nazareth. Aku tidak tahu mengapa kamu memanggil dia untuk mengikutimu.”
Nathanael menjawab, “Ya guru, aku ingat.”
Yesus melanjutkan, “Apakah aku menolakmu karena kamu meragukan aku?”
“Tidak guru.”
“Aku telah melihatmu sebelum kamu melihatku Nathanael dan aku telah mengasihimu bahkan sebelum kamu mengenalku. Dan sekarang kamu adalah salah satu dari dua belas muridku. Bagaimana aku telah mengasihimu, kasihilah satu sama lain.”
“Ya guru.”
“Yohanes, apakah kamu ingat bagaimana aku mengasihimu?”
Dan Petrus menjawab, Dia adalah salah seorang fanatik. Bagian dari group yang tidak takut mati. Aku tidak tahu mengapa…”
“Petrus, shoooshhhh. Petrus, kamu mungkin belum mengalaminya sekarang tetapi apakah kamu tahu bagaimana aku mengasihimu? Kamu akan menyangkal aku tiga kali di malam yang sama ini. Tapi aku telah berdoa untukmu agar kasihmu padaku tidak gagal. Aku mengasihimu dan berdoa untukmu meskipun aku tahu kamu akan menyangkalku. Petrus, sama seperti aku telah mengasihimu, kasihilah sesamamu.”

Sekarang, apakah anda melihat apa yang terjadi? Ini adalah perintah baru. Kita tidak hanya diperintahkan untuk saling mengasihi tetapi kita diperintahkan untuk saling mengasihi sebagaimana Yesus telah mengasihi kita. Jadi sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana Yesus mengasihi kita? Dalam Efesus 3, Paulus berdoa kepada Allah agar kita dapat mengetahui betapa lebar, panjang, tinggi dan dalamnya kasih Kristus bagi kita.

 

Apakah anda tahu lebarnya kasih Kristus? Kitab Wahyu mengatakan bahwa Yesus mati untuk menebus bagi Allah orang-orang dari tiap-tiap suku, bahasa, kaum dan bangsa. Yesus tidak mati hanya untuk bangsa Indonesia. Dia mati untuk semua jenis orang dari setiap sudut dunia.

Apakah anda tahu panjangnya kasih Kristus? Sekali lagi dalam kitab Wahyu, mungkin buku paling aneh di seluruh Alkitab, kita menemukan bahwa dari sebelum dunia dijadikan, anak domba Allah sudah disembelih. Apakah anda menangkap itu? Sebelum Allah menciptakan bumi, sebelum anda dan saya hidup, sebelum waktu dimulai, didalam kekekalan, Yesus sudah disembelih. Kasih-Nya untuk anda dimulai sebelum waktu mulai. Dan itu akan terus berlanjut sepanjang kekekalan. Kristus tidak akan pernah kehabisan kasih untuk anda. Dia mengasihi anda dari kekekalan masa lalu sampai kekekalan masa depan. Dan kita akan menikmati kasih-Nya kepada kita untuk selama-lamanya.

Apakah anda tahu ketinggian kasih Kristus? Dalam salah satu doa Yesus bagi kita di dalam Yohanes 17, Yesus berdoa supaya kita menikmati kemuliaan yang Yesus miliki dengan Bapa. Dapatkah anda bayangkan itu? Kemuliaan Allah Mahakuasa, kemuliaan yang dimiliki Allah Tritunggal, Yesus ingin kita menikmati kemuliaan yang sama. Kemuliaan seperti apa itu? Saya tidak tahu sama sekali! Saya bukan bagian dari trinitas jadi saya tidak punya ide. Tapi kita akan tahu bersama-sama pada waktunya. Kasih Kristus akan membawa kita ke ketinggian itu.

Apakah anda tahu kedalaman kasih Kristus? Apakah anda tahu berapa jauh dia bersedia pergi untuk mengasihi anda? Ijinkan saya memberitahu anda. Tidak ada orang yang pernah membuat pengorbanan lebih besar untuk mencintai seseorang lebih daripada Yesus. Dia yang adalah sama dengan Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah hal yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib. Dalam Yesus anda menemukan bahwa anak Allah menjadi anak manusia supaya anak manusia dapat menjadi anak Allah. SALIB adalah kedalaman kasih Kristus bagi anda.

 

Inilah kasih Kristus kepada kita. Dan Yesus berkata bahwa kita harus saling mengasihi sama seperti dia telah mengasihi kita. Dan dengan ini dunia akan tahu bahwa kita adalah murid-muridnya. Bukan dari seberapa banyak yang kita ketahui tentang dia; bukan dengan apa yang kita lakukan untuknya; bukan dengan berapa banyak khotbah yang kita khotbahkan; tetapi dengan kasih dan pengorbanan radikal kita untuk satu sama lain. Dan Yohanes berkata bahwa kasih ini nyata tidak hanya di dalam Kristus tetapi juga di dalam kita yang percaya kepada-Nya. Kasih ini nyata dalam diri saudara! Anda bisa tahu bahwa anda mengenal Tuhan melalui kasih anda terhadap satu sama lain. Ketika kita memahami dan mengalami bagaimana Kristus telah mengasihi kita, cara kita mengasihi berubah.

Itulah sebabnya Yohanes mengatakan bahwa kasih dan kebencian tidak mungkin berjalan bersamaan. Tidak mungkin bagi anda untuk mengalami kasih Kristus dan membenci saudara-saudari anda di gereja. Jika anda mengatakan anda mengenal Kristus dan anda membenci saudara-saudari anda di dalam Kristus, maka satu-satunya kesimpulan logis adalah bahwa anda masih berada dalam kegelapan. Terjemahan: Anda tidak mengenal Kristus. Anda tidak bisa kagum pada kasih Kristus bagi anda dan ingin memenggal kepala orang lain pada saat yang bersamaan. Harus salah satu. Tetapi jika anda mengasihi saudara dan saudari anda di dalam Kristus, maka anda tahu bahwa anda berada dalam terang. Terjemahan: Anda memiliki hubungan pribadi dengan Kristus. Tidak ada penyesatan dalam anda. Ini bisa berarti bahwa cara anda menjalani hidup anda tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain atau itu berarti bahwa anda tidak akan tersesat dalam perjalanan anda dengan Kristus. Tetapi jika anda terus membenci saudara anda, maka anda berada dalam kegelapan, anda berjalan dalam kegelapan dan anda tidak tahu ke mana anda pergi. Anda masih buta. Anda tidak memiliki hubungan pribadi dengan Yesus yang adalah terang dunia. Jadi cara kedua anda bisa tahu bahwa anda mengenal Tuhan adalah dengan kasih anda yang radikal terhadap satu sama lain.

 

 

Aplikasi

 

Saya harap anda dapat melihat betapa pentingnya bagi kita untuk mengasihi orang lain sebagaimana Kristus telah mengasihi kita. Perintah baru untuk mengasihi satu sama lain bukanlah perintah tambahan di atas mengasihi Yesus. Ini bukan perintah untuk Kekristenan 2.0. Anda tidak dapat memisahkan kasih anda untuk Tuhan dengan kasih anda terhadap satu sama lain. Mengasihi satu sama lain bukanlah pilihan. Injil mengubah hubungan vertikal dan horizontal kita atau Injil tidak mengubah kita sama sekali. Anda tidak bisa memilih salah satu. Tidak mungkin bagi Injil untuk mengubah hubungan kita dengan Allah tetapi tidak berdampak apa pun dalam hubungan kita satu sama lain. Jadi sekarang sebagai orang Kristen, kita harus saling mengasihi sebagaimana Kristus telah mengasihi kita. Perintah baru jauh lebih sederhana tetapi lebih sulit pada saat yang sama. Lebih sederhana dalam arti bahwa jika kita menjalankan satu perintah ini, maka kita telah menjalankan setiap perintah dalam Perjanjian Baru. Dan saya tidak melebih-lebihkan. Setiap perintah dalam Perjanjian Baru adalah aplikasi dari perintah Yesus untuk saling mengasihi sebagaimana Ia telah mengasihi kita. Tetapi pada saat yang sama, ini jauh lebih sulit karena sekarang kita tidak dapat memilih siapa yang kita ingin kasihi dan siapa yang kita tidak ingin untuk kasihi. Dalam perintah yang lama, kita akan selalu menemukan celah pada setiap perintah. Kita ahli dalam mencari celah. Jika anda punya anak, anda tahu itu. Anak-anak anda akan selalu menemukan celah untuk semua aturan yang anda buat. “Little Yoyo, kenapa kamu masih bangun jam 11?” “Yah daddy, daddy bilang katanya tidak boleh nonton TV setelah jam 10 tetapi daddy tidak mengatakan apa-apa tentang bermain IPad setelah jam 10.” Benar? Tetapi dengan perintah baru, tidak ada celah. Sekarang pertanyaannya bukan lagi tentang hukum mana yang harus kita taati, pertanyaannya adalah, “Dalam terang bagaimana Kristus telah mengasihi aku, apa yang kasih Kristus minta dari aku?” Dan saya ingin menunjukan anda tiga perkataan yang perlu kita gunakan lebih sering dalam hubungan kita satu sama lain dan bagaimana kasih Kristus mengubah frasa-frasa ini.

  1. “Aku minta maaf.”Berapa banyak dari anda yang mengerti ini adalah ungkapan yang sangat sulit untuk dikatakan? “Aku minta maaf” tidak mudah untuk dikatakan karena ini mengharuskan kita untuk mengakui bahwa kita bersalah. Yang sering terjadi adalah kita berkata, “Aku minta maaf kalau …” Karena itu, permintaan maaf kita bersifat kondisional. “Aku minta maaf kalau aku menyinggungmu. Aku minta maaf kalau aku membuat kamu merasa seperti itu. Aku minta maaf kalau aku membuat kamu berpikir seperti itu. Aku minta maaf kalau…” Apa yang kita katakan adalah bahwa alasan aku minta maaf bukanlah karena aku melakukan sesuatu yang salah tetapi karena kamu pikir aku melakukan sesuatu yang salah dan aku minta maaf untuk membuat kamu berpikir bahwa aku melakukan sesuatu yang salah tetapi sebenarnya aku tidak salah. Apakah anda mengikuti saya? Tetapi jika anda mengerti bagaimana Kristus telah mengasihi anda, maka kita harus menjadi orang yang paling bebas dari semua orang untuk mengakui kesalahan kita. Kita tahu bahwa kita telah berbuat salah jutaan kali terhadap Kristus, tetapi dia tetap mengasihi  Dan sekarang kita bisa dengan bebas mengakui kesalahan kita kepada satu sama lain. Jadi daripada mengatakan, “Aku minta maaf kalau…” kita mengatakan, “Aku minta maaf karena…” Tidak peduli siapa yang lebih salah. Kasih Kristus menuntut kita untuk mengakui kesalahan kita terhadap satu sama lain. Dan kecuali anda dilahirkan dari rahim perawan dan nama anda adalah Yesus, anda pasti memiliki dan melakukan kesalahan dalam hubungan anda satu sama lain.
  2. “Aku mengampunimu.”Pengampunan bukanlah tentang kata-kata yang anda ucapkan tetapi tentang postur hati anda. Sangat mungkin untuk mengatakan anda memaafkan seseorang dengan mulut tetapi terus menyimpan dendam di hati anda. Kadang-kadang saya mendengar hal-hal seperti, “Aku tidak akan mengampuni orang itu sampai dia meminta maaf kepada aku.” Tetapi jika kita tahu bagaimana Kristus telah mengasihi kita, maka kita sama sekali tidak punya alasan untuk menyimpan  Yesus mati untuk anda dan menawarkan pengampunan kepada anda bahkan sebelum anda tahu bahwa anda berdosa terhadap dia. Dalam hubungan kita satu sama lain, kita pasti akan saling menyakiti karena kita semua adalah orang berdosa. Tetapi jika kita tahu bagaimana Kristus telah mengasihi kita, maka sikap hati kita harus selalu condong ke arah saling memaafkan bahkan sebelum kesalahan itu dilakukan. Mengampuni adalah gaya hidup umat Kristus. Kita tidak hanya mengampuni mereka yang menyatakan penyesalan atas kesalahan mereka tetapi kita juga harus mengampuni semua orang yang berdosa terhadap kita. Saya tidak mengatakan agar kita mengecilkan kesalahan mereka tetapi saya mengatakan bahwa sikap hati kita harus selalu memaafkan bahkan jika pihak lain tidak pernah mengakui kesalahan mereka.
  3. “Aku mengasihimu.”Jika kita memahami bagaimana Kristus telah mengasihi kita, maka kita mengerti bahwa kasih bukan hanya perasan bahagia yang anda rasakan ketika orang lain memberikan anda apa yang anda inginkan. Mengasihi seseorang berarti menempatkan kepentingan utama mereka di atas kepentingan anda. Mengasihi seseorang berarti menempatkan kesenangan mereka di atas kesenangan anda. Mengasihi seseorang berarti melayani mereka untuk kesenangan mereka dengan mengorbankan kebebasan pribadi anda. Mengasihi seseorang itu mahal. Kasih akan selalu mahal bagi mereka yang mempraktekkannya tetapi inilah bagaimana kita dikasihi oleh Yesus. Kasih membuat Yesus kehilangan nyawanya. Yesus mengalami neraka di bumi karena kasihnya kepada kita. Dan kita harus saling mengasihi dengan kasih pengorbanan yang mahal ini.

Sekarang bayangkan dengan saya sebuah komunitas umat Kristus yang cepat untuk mengakui kesalahan mereka, cepat untuk memaafkan dan cepat untuk saling mengasihi dan berkorban. Bayangkan jika gereja melakukan ini dengan benar. Akan seperti apa gereja itu? Biarkan saya memberi tahu anda. Gereja itu akan terlihat seperti Kristus. Baunya seperti Kristus. Rasanya seperti Kristus. Dan dunia akan memperhatikan. Dunia akan melihat Kristus melalui cara murid-murid Kristus mengasihi satu sama lain. Biarlah kita menjadi gereja yang membuat dunia mengenal Kristus melalui kasih kita satu sama lain.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.