Berbuah lebih lebat

1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah.

3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya.

8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Yohanes 15:1-8.

Buah kesukaan saya adalah buah srikaya, manggis, salak gula pasir (ini rupanya sedang kangen dengan Indonesia yaa:-) dan srikaya itu enak sekali, apalagi kalau srikaya itu besar, isinya tebal, bijinya kecil dan manis; beda dengan srikaya Australia, walaupun srikaya Australia itu gemuk dan besar:-) tetapi tetap beda rasanya.

Nah waktu saya masih kecil, di halaman depan rumah kami itu ada pohon srikaya (silek – bahasa Bali) dan pohon srikaya tsb lebat daunnya, ada beberapa kuncup buah tetapi tidak berbuah. Kemudian mami saya sering menyiram pohon tsb dengan kaldu daging dan mungkin sambil didoakan plus dinyanyi’in … serta bertanya kepada sahabatnya yang ahli dalam pertanaman, “bagaimana yaa caranya supaya pohon srikaya tsb berbuah?”

Sahabatnya menjawab, “berbuah itu adalah sebuah proses alami yang akan terjadi dengan sendirinya.” Kalau pohon tidak berbuah berarti ada hal-hal yang menghambat proses pertumbuhannya menjadi tidak maksimal.

Jadi pertanyaan yang benar adalah “Apa yang menghambat proses pertumbuhan buahnya? Bukan bagaimana caranya supaya pohon srikaya itu berbuah.”

Tentunya sahabat mami segera datang ke rumah untuk melihat pohon srikaya itu. Setelah ia mengamati pohon tersebut (daun yang lebat, kuncup-kuncup buah dan kondisi tanah). Kemudian ia memangkas daun yang lebat, memotong sebagian ranting, menambah tanah dan menggemburkannya, lalu memberi pupuk. Dan ia berkata, “Setelah penghambat pertumbuhannya diatasi, maka sebentar lagi pasti pertumbuhannya akan maksimal dan pohon ini akan berbuah.”

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian pohon srikaya itu berbuah banyak dan kami sekeluarga menikmati dengan senang sekali bahkan karena buahnya lebat, sampai menarik perhatian anak-anak sekolah untuk memetiknya tanpa ijin:-)

Melalui pengalaman ini, mengajukan pertanyaan yang tepat akan mengarahkan kita pada jawaban atau solusi yang tepat juga.

Sebaliknya jika pertanyaan kita tidak tepat, maka jawaban yang kita peroleh’pun tidak akan menjadi solusi terbaik.

Christian A Schwarz, seorang peneliti yang telah melakukan penelitian pada puluhan ribu orang Kristen di lima benua di dunia, menegaskan bahwa pertumbuhan gereja pada prinsipnya akan terjadi secara alamiah.

Yang dimaksud dengan alamiah adalah pertumbuhan gereja akan terjadi dengan sendirinya sebagai bagian dari proses kehidupan yang sehat dari orang-orang Kristen di dalamnya, baik secara pribadi maupun komunal.

Jika orang-orang Kristen, baik secara pribadi maupun komunal dapat bertanggung jawab dengan pertumbuhan imannya, maka kehidupannya akan menghasilkan buah dan ini berarti gereja’pun akan bertumbuh dengan sendirinya.

Nah mendengar pernyataan tersebut, biasanya orang akan merespons dengan bertanya, “Masalahnya adalah bagaimana caranya supaya orang Kristen itu hidupnya bisa berbuah?”

Terhadap pertanyaan tersebut, maka “pertanyaan yang lebih tepat adalah hal-hal apakah yang seringkali menghalangi pertumbuhan orang Kristen sehingga tidak bisa menghasilkan buah secara maksimal? Bukan bertanya “Bagaimana caranya supaya orang Kristen itu hidupnya bisa berbuah?” Sebab berbuah adalah hal yang seharusnya terjadi secara alamiah dalam kehidupan orang Kristen.

Kebenaran ini didasari dari ajaran Yesus di Yohanes 15:1-8 tentang pokok anggur yang benar. Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar, Bapa-Nya adalah pengusaha dan kita adalah ranting-rantingnya.

Kemudian DIA menjelaskan keterkaitan satu dengan yang lain dengan berkata, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” Yohanes 15:4.

Ketika Yesus berkata demikian, DIA sedang menegaskan prinsip pertumbuhan yang alamiah dalam diri orang Kristen.

Melalui pelajaran Yesus di Yohanes 15:1-8, kita akan memperhatikan bagaimana orang Kristen berproses dalam pertumbuhan rohaninya secara alamiah dan sekaligus memeriksa penghambat pertumbuhan itu sendiri.

 

Bertumbuh Secara Alamiah: “Tinggallah di dalam Aku”

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” Yohanes 15:4.

Perhatikan perkataan Yesus ini, kata “tinggal” yang dimaksud di bagian ini berarti berada di satu tempat yang sama dan terhubung terus satu dengan yang lain.

Sama halnya seperti ketika kita tinggal di dalam sebuah rumah bersama dengan keluarga, kita bukan hanya berada di satu lokasi yang sama dengan mereka tetapi juga terhubung terus dengan setiap anggota keluarga di dalam rumah tersebut.

Demikian pula yang dimaksud dengan “Tinggallah di dalam Aku..” berarti kita terhubung terus dengan Yesus Kristus.

Yesus menggunakan analogi ranting yang melekat pada pokok anggur.

Ranting itu hanya akan mengalami pertumbuhan saat terus melekat pada pokok anggur. Perkataan Yesus ini menegaskan bahwa ketika kita tinggal di dalam Dia, maka proses pertumbuhan akan berjalan dengan sendirinya dan buah’pun akan muncul pada waktunya sebagai hasil atau bukti nyata dari pertumbuhan itu sendiri.

Jadi syarat mutlak pertumbuhan rohani orang Kristen hingga menghasilkan buah adalah dengan terus tinggal di dalam Tuhan, terus terhubung dengan-Nya.

Ada banyak cara untuk kita dapat terus terhubung dengan Tuhan kita:

  • Pertama dengan mengisi pikiran kita dengan pikiran Kristus melalui pembacaan Alkitab.
  • Berdoa, memuji menyembah Tuhan, dengarkan Firman Tuhan, lakukan Ibadah dan
  • masih banyak disiplin rohani, yang dapat kita latih untuk menjadi bagian dari gaya hidup kita sebagai orang Kristen.

Tujuannya adalah menjaga hidup kita terus terhubung dengan Yesus. Saat kita terus terhubung dengan-Nya, maka kita akan semakin mirip dengan DIA.

Pernahkah anda mendengar orang berkata kepada anda, “wah, anakmu mirip banget yaa cara ngomongnya sama kamu!” Selain faktor genetik, kemiripan itu terjadi karena faktor kebiasaan. Bertemu, berkumpul, berinteraksi setiap hari, membuat kemiripan itu terjadi dengan sendirinya.

Sama halnya bila kita terus berinteraksi dengan Tuhan setiap hari, membiarkan DIA berbicara dan mengisi hidup kita setiap waktu, melibatkan DIA dalam segala urusan di hidup kita, maka gaya hidup kita akan semakin serupa dengan-NYA.

Dengan kata lain, pertumbuhan secara natural itu akan terjadi dan orang-orang di sekitar kita dapat menikmati buah-buah yang kita hasilkan saat berinteraksi dengan kita.

Istilah umum yang kita gunakan adalah hidup kita menjadi teladan dan menjadi berkat.

Dengan demikian, pertanyaan terpenting ketika kita menghendaki hidup kita berbuah atau menghasilkan kualitas yang baik, bukanlah “Bagaimana caranya menghindari pengaruh-pengaruh buruk dari dunia di sekitar kita?” tetapi “Apakah kita sudah tinggal melekat di dalam Kristus?”

Jika hari-hari ini anda sering bertanya, “Mengapa saya tidak bisa berubah?” atau “Mengapa keluarga atau komunitas saya tidak bisa berubah?” padahal sudah berusaha dengan sungguh-sungguh … ingatlah masalah utamanya adalah apakah kita terus terhubung dengan sumber perubahan itu sendiri?

 

Bertumbuh Secara Alamiah: “Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apaYohanes 15:5.

Penegasan “… di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” merupakan bentuk negatif dari pernyataan Yesus yang sebelumnya di ayat 4 yaitu bila kita tidak berbuat apa-apa, dalam arti tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan, apalagi menghasilkan buah karena kita tidak tinggal di dalam Dia, kita tidak terhubung dengan-Nya.

Sama seperti ranting yang patah dari pokoknya, tidak akan menghasilkan apa-apa bahkan perlahan akan kering.

Di sisi lain, perkataan Yesus, “… di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” merupakan penguatan bagi kita dalam menjalani pertumbuhan.

  • Proses pertumbuhan itu pasti tidak mudah. Ada banyak perubahan yang harus kita alami, sementara natur kita lebih suka dengan rasa aman dan stabil.
  • Apalagi tidak semua perubahan itu menyenangkan.
  • Sebagian besar justru membutuhkan air mata, pikul salib dan menyangkal diri.

Ketika kita melekat pada pokok anggur, maka kekuatan untuk menjalani perubahan demi perubahan itu dialirkan oleh-NYA, bukan berasal dari kekuatan kita sendiri.

Jika anda merasa berat bahkan hampir putus asa dengan hidup anda yang tidak kunjung lepas dari hal-hal buruk, jatuh bangun dalam dosa, jauh dari menjadi berkat bagi orang lain dan anda merasa ‘tidak berguna’, ingatlah bahwa anda tidak berjuang sendiri.

29 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringanMatius 11:29-30.

Libatkan Tuhan dan teruslah terhubung dengan-NYA, maka kekuatan dari Tuhan, sumber pertumbuhan dan perubahan itulah yang akan mengubahkan anda.

Bertumbuh Secara Alamiah: “Dibersihkan-Nya supaya Ia Lebih Banyak Berbuah.”

“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuahYohanes 15:2.

Perkataan Yesus di ayat 2, “… setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah,” menjelaskan dimensi lain dari sebuah proses pertumbuhan.

Ini prinsip penting yang ditegaskan ulang. Apa arti dibersihkan?

Pada tanaman, proses pembersihan bisa berarti disingkirkannya hal-hal yang menghambat munculnya buah secara maksimal. Mungkin ada bagian ranting yang harus dipotong, jumlah bunga dan bakal buah yang terlalu banyak juga harus dikurangi atau jumlah daun yang harus dikurangi agar sumber makanan dari pokok anggur itu mengalir ke buahnya secara maksimal. Masih banyak hal lain yang dilakukan sebagai proses pembersihan.

Dalam hidup orang Kristen, proses pembersihan itu Tuhan lakukan melalui banyak cara. Tidak heran bila kita menyaksikan, banyak orang Kristen yang sudah melayani Tuhan sungguh-sungguh, masih terus dibentuk oleh Tuhan melalui berbagai cara.

Mereka yang sudah mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh bahkan sudah berkorban ‘mati-mati’an’ untuk menunjukkan imannya, mereka’pun tidak luput dari proses pembersihan yang Tuhan lakukan.

Berat? Yaa sebab proses dibersihkan oleh Tuhan ini pasti tidak menyenangkan. Tetapi inilah yang kita butuhkan, inilah cara agar hidup kita makin berkualitas, buah yang kita hasilkan makin baik dan makin banyak.

Percayalah proses pembersihan seberat apa’pun, selama kita tetap melekat pada pokok anggur yang tidak lain adalah Tuhan Yesus sendiri, kekuatan yang dari Tuhan akan memampukan kita menjalaninya dan hasilnya pasti baik, sebagaimana yang Ia katakan supaya kita lebih banyak berbuah.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” 2 Korintus 12:9.

Bersabar dan bertekunlah, kerjakan apa yang menjadi bagian anda dengan yang terbaik, mungkin anda sedang dibersihkan oleh-Nya.

Bila kita terus terhubung dengan Kristus, maka semakin kita menginginkan apa yang Kristus inginkan. Kehendak kita menjadi lebih sesuai dengan kehendak-Nya dan ketika kita berdoa untuk apa yang kita inginkan, kita mendoakan apa yang diinginkan-NYA.

“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-KuYohanes 15:8.

Ber-buah banyak adalah keserupa’an dengan Kristus; saat kita berbuah banyak, kita memuliakan Allah Bapa dan menunjukkan bahwa kita adalah murid Kristus. 

Karena DIA adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingNYA; ketika kita semakin serupa dengan Kristus, ini menunjukkan bahwa kita adalah milik Kristus, terus terhubung dengan pokok anggur. 

  • Sebagai manusia berdosa, keinginan kita bertolak belakang dengan nature sifat ilahi.
  • Sebagai manusia berdosa, kita tidak memiliki keinginan untuk menghasilkan banyak buah dalam pelayanan tetapi kadang malah memakai pelayanan sebagai alat untuk memenuhi ambisi egois manusia (motivasi yang tidak benar).

Contoh: acceptance, ingin dipandang rohani oleh orang lain; jadi bukan keinginan untuk memiliki hubungan dengan Kristus atau semakin serupa dengan-Nya.

Keinginan untuk berbuah, semakin serupa dengan Yesus, itu bukan keinginan alami yang kita miliki; kita perlu terhubung terus-menerus dengan Yesus sebagai pokok anggur, maka Roh Kudus yang akan menguasai hati dan pikiran kita (menjadi satu) dan kita diubahkan agar memiliki keinginan sesuai dengan kehendak Tuhan. 

Happy 26th Anniversary my beloved church ‘ROCK Sydney’ 

“Selamat bertumbuh di dalam Kristus dan menghasilkan buah lebih banyak.”

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.