Bersukacitalah senantiasa!

Hab 3:17-18; Fil 4:4-7

Hab 3:17-18 – Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan. Kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

Fil 4:4-7 – Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah , yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Philippians 4:4-7 – Rejoice in the Lord always; again I will say, rejoice. Let your reasonableness be known to everyone. The Lord is at hand; do not be anxious about anything, but in everything by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known to God. And the peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and your minds in Christ Jesus.

 

Natal sudah sangat dekat dan kita sedang memasuki musim sukacita. Ada sesuatu tentang Natal yang menarik hati manusia. Bagi sebagian dari kita, itu adalah liburan, pertemuan keluarga, makanan, hadiah, Santa Claus, Boxing Day sales dll. Dan satu hal yang kita semua suka untuk lakukan, kususnya di musim ini, adalah mengambil foto dan mempublikasikan di media sosial. Kita senang untuk menunjukkan kepada orang lain apa betapa menakjubkan-nya kehidupan kita. Bahkan kita sangat menyukainya, sampai ‘Selfie’ menjadi kamus Oxford word of the year. Tapi semua foto yang kita publikasi hanyalah sebuah snapshot. Sesungguhnya, snapshot yang kita publikasikan tidak menceritakan keseluruhan cerita. Dibalik sebuah foto indah yang kita publikasikan, ada ratusan gambar lain yang kita coba untuk sembunyikan. Realitas yang ingin kita tunjukan kepada yang lain berbeda dari kenyataan yang kita alami.

Paulus mengatakan bahwa kehidupan Kristen adalah kehidupan yang ditandai dengan sukacita. Bahkan, kita diperintahkan untuk bersukacita senantiasa. Dia tidak mengatakan kepada kita untuk bersukacita ketika semuanya baik-baik tapi bersukacita setiap saat. Bagaimana mungkin? Kita sering berpikir kehidupan orang lain lebih baik dari kita, karena kita hanya melihat snapshot yang mereka ingin kita lihat. Tetapi Paulus sangat berbeda. Snapshot kehidupan Paulus yang Alkitab gambarkan kepada kita sangatlah luar biasa. Dan dia menunjukkan kepada kita bahwa sangatlah mungkin untuk bersukacita senantiasa.

 

 

Paulus adalah orang yang unik. Dia adalah seorang warga negara Romawi tetapi dia juga seorang Yahudi. Dan dia bukan orang Yahudi yang biasa-biasa saja. “Disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hokum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hokum Taurat aku tidak bercacat” – Fil 3:5-6. Paulus memahami hukum Taurat luar dan dalam. Ia belajar di bawah kaki Gamaliel, salah satu guru utama pada abad pertama. Dia berasal dari keluarga yang baik, dan brilian. Kemungkinan besar Paulus adalah bintang rock masa depan di zamannya.

Sewaktu Kekristenan keluar, Saulus mempunyai kebencian terhadap apa yang dianggapnya sebagai ajaran sesat. Ketika ia mendengarkan Stefanus berkhotbah dan mengajarkan Kristus yang disalibkan dan bangkit, dia terbakar dengan kemarahan. Kerumunan marah dan melempari Stefanus dengan batu. Tidak ingin merusak pakaian mereka, mereka melepasnya dan meletakkannya di kaki Saulus. Jadi Saulus mengawasi mantel dari orang-orang yang membunuh Stefanus, dan Alkitab sangat jelas bahwa Saul menyetujui pembunuhan Stefanus (Kisah Rasul 8:1).

Setelah kematian Stefanus, gereja mulai menyebar. Saulus yang sangat yakin dengan keyakinannya, mengejar dan menganiaya mereka. Tujuannya adalah untuk menghancurkan Jalan Tuhan. Semangatnya membawanya ke Damaskus. Dia telah mendengar bahwa ada orang-orang memberitakan Injil di sana dan Saulus ingin mengakhirinya. Jadi dia mengambil sekelompok prajurit untuk pergi ke Damaskus. Tapi dalam perjalanan, Yesus membajak rencana Saulus dan merubah jalur hidup Saulus selamanya.

Penglihatan kemuliaan Kristus yang menyilaukan itu membawa Saulus untuk bertemu dengan Ananias. Ananias ragu-ragu untuk pergi dan bertemu Saulus tetapi Allah meyakinkan dia sebaliknya. “Tetapi Firman Tuhan kepadanya: ‘Pergilah, sebab orang ini adalah alah pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku” – Kis 9:15-16. Dari awal, kita tahu bahwa kehidupan baru Paulus akan ditandai dengan penderitaan. Ananias taat, selaput jatuh dari mata Saulus dan Saulus menjadi Paulus dan dibaptis dengan air dan Roh Kudus.

 

Hanya beberapa hari setelah pertobatannya, Paulus pergi ke rumah ibadat dan berkotbah utuk pertama kalinya. Dia membongkar setiap argumen yang membatah ke-Tuhanan Yesus dan membuat orang-orang Yahudi kehilangan kata-kata. Paulus pasti sangat bangga. Kita mesti ingat bahwa orang-orang Yahudi ini adalah teman Paulus. Mereka besar bersama-sama membicarakan tentang hukum Taurat, mempelajari hukum dan menghidupi hukum. Tapi sekarang teman-temannya mencoba untuk membunuhnya. Paulus berubah dari ketinggian ke kerendahan dalam sekejap mata. Bayangkan bagaimana rasanya bila teman-teman anda ingin membunuhmu.

Paulus meninggalkan Damaskus dan pergi ke Yerusalem. Tapi ketika ia tiba, para murid takut kepadanya dan tidak mau menerima dia. Jadi sekarang, tidak hanya Paulus dikhianati oleh teman-teman lamanya, tapi teman-teman barunya tidak mau menerima dia. Dapatkah anda bayangkan betapa kesepian rasanya untuk memberikan hidup Anda kepada Kristus, hanya untuk mendapatkan teman-teman lama anda menolak anda dan sekarang teman-teman baru tidak menerima anda? Tapi Barnabas berteman dengan dia dan menjadi teman baiknya.

 

Tak lama setelah itu, Paulus mulai berkhotbah lagi dan kembali lagi, dia begitu menabjukan dan memiliki intelektual yang kuat, dia menang telak. Dan hal yang sama terjadi lagi, Yunani-Yahudi ingin membunuhnya. Jadi setelah menikmati persahabatan yang indah, dia kembali ada di bawah ancaman pembunuhan. Mungkin sebagian dari kita memiliki pengalaman roller-coaster dalam kehidupan. Tetapi saya yakin tidak banyak dari kita mengalami apa rasanya memiliki orang-orang yang ingin membunuh kita. Bagi Paulus, ini bukan pengalaman satu dua kali; ini adalah hidupnya.

Paulus tidak hanya brilian secara intelektual, dia sangat dikaruniai secara rohani. Suatu hari dia bertemu seorang nabi palsu dengan nama Bar-Yesus, melihat matanya, dan mengusir setan dari hidupnya. Tidak hanya itu, dia membuatnya buta sementara. Itulah kuasa! Ketika Paulus berkhotbah di Antiokhia, hampir seluruh kota berkumpul untuk mendengar firman Tuhan. Tetapi ketika orang-orang Yahudi melihat orang banyak, mereka iri hati dan mulai menentang apapun yang Paulus khotbahkan dan mendorong Paulus dan Barnabas keluar dari kota, yang akhirnya membawa mereka ke Listra.

Sebelum Listra, Paulus telah menerima banyak ancaman kematian. Tapi di Listra, ancaman menjadi kenyataan. Di tengah-tengah khotbah, sebuah batu terbang dan memukulnya. Kemudian itu terus berlanjut, sampai hujan batu menghajar Paulus. Dia mungkin ingat apa yang terjadi pada Stefanus dan bagaimana ia berada di sisi lain dari perajaman itu. Stefanus meninggal hari itu. Paulus pasti berpikir sekarang adalah gilirannya untuk mati. Kerumunan menyeret tubuhnya keluar  untuk membusuk di luar kota. Paulus mencapai titik yang lebih rendah dari titik terendah dalam hidupnya. Dengan supranatural, dia bangkit dan pergi hari berikutnya ke kota lain untuk memberitakan Injil.

 

Selama bertahun-tahun, Paulus selalu dapat mengandalkan Barnabas untuk berada di sisinya. Arti dari nama Barnabas adalah anak penghiburan. Bahkan pada titik terendah nya, Paulus memiliki anak penghiburan di sisinya untuk mendukung dia. Tapi itu semua berubah. Paulus memiliki ketidaksetujuan yang kuat dengan Barnabas sahabatnya, dan mereka berpisah.

Hal ini menyebabkan Paulus ke Filipi, dan ia bertemu seorang wanita bernama Lydia dalam ibadah wanita. Lydia adalah penjual kain ungu, dalam bahasa atau hari-hari kita, CEO dari Hermes. Dia sangat kaya dan sukses dan Tuhan membuka hatinya untuk menerima Injil. Dan dia bersikeras agar Paulus dan krunya untuk tinggal di rumahnya. Saya tidak tahu banyak tentang orang-orang kaya pada masa itu tapi saya ragu kalau Paulus harus khawatir tentang makanannya.

Tapi itu tidak berlangsung lama karena beberapa hari kemudian, terjadi kerusuhan. Paulus ditangkap, disiksa dan dimasukan ke dalam penjara. Jika anda familiar dengan kisah Alkitab, ini adalah di mana Paulus dan Silas bernyanyi di malam hari dan Tuhan mengirimkan gempa bumi untuk membebaskan mereka, yang akhirnya membuat kepala penjara dan seisi rumahnya diselamatkan.

 

Dari Filipi, Paulus pergi ke Tesalonika. Dan seperti biasa, Paulus mulai berkhotbah dan memenangkan banyak orang kepada Kristus dan membuat kecemburuan di hati orang-orang Yahudi. Namun, orang-orang Yahudi di Tesalonika membenci dia dengan sangat. Mereka membuat Anti-Paulus fans club dan mulai mengikuti Paulus ke mana pun ia pergi. Di mana pun Paulus pergi, mereka pergi, kecuali untuk toilet. Apa yang mereka lakukan adalah mereka membuat kerusuhan orang banyak terhadap Paulus.

Dari sini Paulus pergi ke Athena dan kemudian Korintus, di mana Allah menyuruhnya untuk tidak takut karena tidak ada yang akan membahayakan dirinya karena Allah memiliki banyak orang di kota yang adalah milik-Nya. Setelah semua tindasan, rajaman, dan siksaan di penjara, Korintus menjadi tempat istirahat yang bagus. Tapi itu tidak berlangsung lama. Kedamaian itu berlangsung selama 1 tahun dan 6 bulan, sebelum Paul harus pergi lagi. Kali ini ke Efesus.

Efesus mungkin adalah puncak dari pelayanan Paulus. Di kota ini, saputangan Paulus digunakan untuk menyembuhkan orang. Orang-orang mungkin pergi ke rumahnya untuk mencuri pakaian apapun yang menjadi miliknya dan menggunakannya untuk menyembuhkan orang sakit. Di Efesus, kita juga menemukan kisah anak Skewa, di mana mereka pikir mereka dapat mengusir setan, hanya akhirnya untuk dipermalukan. Akhirnya, Injil telah begitu menembus budaya Efesus sampai orang-orang tidak bisa membuat keuntungan lagi dari menjual berhala. Allah membuat kebangkitan rohani di Efesus. Tetapi sekali lagi, Paulus diusir dari kota. Akhirnya ia kembali ke Yerusalem.

 

Yerusalem adalah tempat markas gereja berada. Di kota ini ada banyak rasul-rasul besar dari gereja mula-mula. Arti dari Yerusalem adalah kota damai.  Setelah semua yang Paulus sudah berikan dan lakukan untuk kerajaan Tuhan, kita mungkin berpikir dia layak untuk pensiun dengan hidup damai. Tetapi Roh Kudus memberi kesaksian bahwa yang menunggunya di Yerusalem adalah penganiayaan. Orang-orang mendesak dia untuk tidak pergi ke Yerusalem. “Tetapi Paulus menjawab: “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.” – Kis 21:13.

Ketika Paulus mengunjungi Bait Allah di Yerusalem, orang-orang Yahudi menangkapnya dan menuduh dia. Tidak hanya dia ditangkap, 40 orang Yahudi bersumpah bahwa mereka tidak akan makan atau minum sampai Paulus mati. Adalah satu hal untuk memiliki orang-orang membenci anda, tetapi sangat berbeda untuk memiliki orang-orang bersumpah untuk tidak makan sampai mereka membunuh anda. Ini adalah waktu yang sangat gelap.

2 Korintus 11:21-29 – Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kamu terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun – aku berkata dalam kebodohan – berani juga! Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! Apakah mereka pelayan Kristus? – aku berkata seperti orang gila – aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, toga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahay dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?

 

 

Paulus tidak asing dengan kesulitan. Dia sangat menyadari rasa sakit yang anda dan saya lalui dalam hidup ini. Sebagian besar rasa sakit kita disebabkan oleh keputusan bodoh kita. Beberapa dari kita mengalami rasa sakit kolesterol karena kita makan terlalu banyak daging babi dan kurang olahraga. Kita tidak punya siapa-siapa untuk disalahkan kecuali diri kita sendiri. Namun Paulus mengalami rasa sakit dan penderitaan untuk melakukan hal yang benar. Siapa saja? Paulus memerintahkan kita untuk bersukacita dua kali dalam nafas yang sama. Kapan kita bersukacita? SELALU. Bahkan ketika itu kesalahan kita? YES. Bahkan ketika itu bukan kesalahan kita? YES. Tapi bagaimana jika …? YA, bahkan kemudian.

Setiap dari kita tahu bahwa seluruh dunia kita bisa terbalik hanya dengan satu bunyi telepon. Segala sesuatu yang kita mengerti tentang kehidupan dapat berubah dalam hitungan detik. Bagaimana kita bersukacita di masa seperti itu?

 

 

“Let your reasonableness be known to everyone. The Lord is at hand” – Phil 4:5 Dengan kata lain, di saat itu kita tidak tahu bagaimana untuk bersukacita, itu adalah pada saat ini kita perlu bersukacita. Dunia tidak akan bertanya mengapa anda bersukacita ketika semuanya baik-baik dengan anda. Tetapi dunia akan melihat Anda dan bertanya ketika anda bersukacita ketika segala sesuatu tidak berjalan dengan baik dalam kehidupan anda. Bersukacita dalam penderitaan dan penganiayaan akan menunjukkan kepada dunia realitas yang lebih besar yang mereka rindu untuk miliki tetapi tidak miliki. Dan kenyataan ini tidak ada hubungannya dengan keadaan kita, juga tidak dibangun di atas harapan kosong. Kita tidak merayakan fakta bahwa kita mendapatkan kanker. Kita bersukacita selalu dalam setiap situasi karena Tuhan sedang bekerja.

Mazmur 139:13-16 – Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun Aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaob apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Matius 10:29-30 – Bukankah burung pipit dijual dua seduit? Namum seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi diluar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

 

Tidak ada yang membuat Tuhan terkejut. Dia tahu persis apa yang sudah terjadi, apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Dia tahu semua hal dan berdaulat atas segala sesuatu. Dia tidak terbatas hanya menggunakan hal-hal baik dalam hidup kita, tetapi Dia juga dapat menggunakan hal-hal yang Dia benci untuk mencapai kehendak-Nya.

Kisah 4:27-28 – Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kurus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.

Dalam kejadian yang paling mengerikan dalam sejarah manusia, Tuhan tidak kehilangan kontrol. Bahkan, semuanya bekerja sesuai dengan apa yang telah direncanakan untuk terjadi sebelum dunia dijadikan.

 

 

Do not be anxious about anything, but in everything by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known to God. ” – Phil 4:6 Hal pertama yang perlu kita lakukan untuk bersukacita selalu adalah percaya bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan control. Yang kedua adalah untuk datang kepada Allah dalam doa dan permohonan. Dalam Lukas 18, Yesus menceritakan perumpamaan tentang wanita janda dan hakim yang jahat. Hakim itu sangat jahat dan tidak peduli sama sekali dengan keadaan si janda. Tapi sang janda tetap gigih dan terus bertanya.

Lukas 18:4-8 – Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku. Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim it! Tidakkah Allah membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka.”

Sekarang, kita sudah mendapat undangan ini sebagai anak-anak Allah yang tidak pernah diberikan oleh ayah di bumi ke anak-anak kandungnya sendiri. Undangan dari cerita ini kepada kita sebagai anak-anak Allah adalah ini: ‘ganggu Aku, kejar Aku. Jangan berhenti bertanya. Jangan berhenti datang. Aku tidak seperti hakim yang lalim ini. Jika dia bisa direcoki untuk melakukan sesuatu buat sang janda, mengapa kamu berpikir dua kali tentang terus datang kepada-Ku? ‘ Tidak ada ayah pernah mengatakan hal ini kepada anak-anaknya. Ini biasanya berlawanan, ‘Tanya sekali lagi dan lihat apa yang terjadi.’

Tapi itu bukan cara bahwa Yesus mengajar kita tentang kesenangan hati Bapa terhadap kita. Intinya adalah, ‘Mengapa Allah setelah memilih dan menyelamatkan Anda, maka Dia tidak mendengarkan anda?’ Undangan yang Yesus tawarkan adalah bagi kita untuk datang ke hadirat Allah dan mengganggu-Nya dengan doa kita. Jika seorang hakim yang tidak takut Allah dapat terpengaruh oleh janda terus-menerus, betapa lebih besar keyakinan kita bahwa Allah akan membantu anak-anak-Nya yang berseru kepada-Nya siang dan malam?

 

 

Paulus kemudian terus mengatakan bahwa doa kita harus dilakukan dengan ucapan syukur. Ucapan sykur bukanlah kata manis yang kita katakan dengan mulut kita, tetapi sikap hati yang percaya Tuhan itu baik apapun yang terjadi. Doa ucapan syukur bukanlah mengucapkan terima kasih di muka terhadap Tuhan agar Dia melakukan apa yang kita minta kepada-Nya, tapi percaya bahwa Allah itu maha bijaksana dan baik bahkan ketika hal-hal berakhir sangat buruk bagi kita. Ini bukan tentang bersyukur terhadap kehilangan yang kita miliki. Ini adalah tentang bersyukur karena telah diijinkan untuk memiliki dan menikmatinya untuk sementara waktu.Ini tentang mengingat bahwa Tuhan itu baik dan bahwa Dia terus berbuat baik. Bahwa Dia memberi dan mengambil dan dalam setiap saat, terpujilah nama Tuhan.

 

 

Jadi ini adalah cara Paulus bersukacita dalam Tuhan senantiasa. Dalam segala hal, dia percaya bahwa Tuhan selalu bekerja. Dia datang kepada Allah dan membawa kecemasan-nya kepada-Nya dalam doa dan permohonan. Dan dia bersyukur bahwa Allah akan melakukan apa yang benar dalam kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas dan bahwa Dia selalu baik apapun yang terjadi. And the peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and your minds in Christ Jesus.” – Phil 4:7

Hab 3:17-18 – Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan. Kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.