Dapatkah Tuhan Mempercayai Kita?

Setelah Tuhan berbicara kepada kita dan kita menerimanya dengan iman, kita harus mengejar janji-janji Tuhan dan menantikan janji-janjiNya dengan doa yang tidak berkeputusan sampai kita mencapai tujuan yang Tuhan tentukan melalui ujian demi ujian.

Tuhan mencari umatNya yang bisa di percaya olehNya dan sebelum Dia dapat mempercayai kita, Dia akan menguji kita semua.

Tuhan juga menguji setiap kita untuk melihat apakah kita lebih mengutamakan kepentingan pribada atau hal-hal memberkati Tuhan. Maria terpilih untuk menjadi ibu Yesus dan Tuhan mendapatkan Maria menerima rancangan Tuhan atas hidupNya dengan berkata kepada malaikat yang ditus kepadanya, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah kepadaku menurut perkataanmu itu”. Lukas 1:26-30, 38

Tuhan sangat menentang korban manusia, yang pada zaman itu, dijadikan persembahan kepada dewa-dewa mereka sebagai tanda kasih dan ketaatan kepada dewa-dewa mereka. Tapi Tuhan meminta hal yang sama kepada Abraham. Tuhan menguji kasih dan ketaatan Abraham dengan meminta Isak, anak yang sangat dikasihi Abraham. Tuhan jelas tidak meminta Ismael, yang Tuhan minta dari Abraham adalah Isak, karena Tuhan ingin kita memberikan yang terbaik, bukan kedua yang terbaik. Mari kita memberikan yang terbaik yang ada pada kita. Saya pribadi, bertahun-tahun yang lalu memutuskan untuk tidak menjamah makanan-makanan yang sangat saya sukai (babi, udang, lobster, kepiting dan cumi) sebagai salah satu persembahan yang hidup.

Yohanes pembaptis sudah memberikan yang terbaik dari hidupnya, tapi waktu ia dipenjara, Yesus tidak mengunjunginya, sampai ia mati dipenggal. Tuhan sungguh menguji hati Yohanes dalam hal kekecewaan. Lukas 7:23 Yesus berkata, “berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku”. Yohanes 16:1.

Tuhan menguji setiap kita antara lain melalui; 1. Roh kita. Apakah kita memiliki roh yang benar? 2. Perbuatan kita. Apakah kita berlaku benar?

Dua hal dapat ditemukan dalam dosa; 1. Dosa dalam roh: harga diri, penyembahan berhala (Bilangan 16:35,40). 2. Dasa dalam daging; percabulan, perjinahan, anak Daud dari Batsyeda.

Tuhan sedang mencari orang-orang yang dapat dipercayaiNya. 2 Tawarikh 16:9 “Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya yang bersungguh hati keapdaNya” .

Pada tanggal 30 Januari 1983, saya dan Lydia isteri saya di berkati disebuah altar gereja di denpasar, Indonesia. Itu adalah pengalaman altar (pengalaman pernikahan yang hanya untuk sekalinya). Tapi yang membuat rumah tangga kami berjalan selama 25 tahun adalah hubungan saya dengan isteri saya, bukan hanya sekitar pengalaman berdiri di altar.

Pertobatan di gereja atau dalam sebuah acara KKR adalah pengalaman altar, dimana kita menangis, ketika kita sadar dan bertobat dan berbahagia saat menerima pengampunan Tuhan, tapi kita harus melanjutkannya dengan hubungan pribadi dengan Tuhan.

Dalam hubungan dua pihak, harus ada kepercayaan, melalui susah, senang, sehat, sakit, berlimpah, kekurangan dan dalam keadaan apapun kita bisa membuktikan bahwa kita dapat dipercayai dan mempercayai.

Salah satu tindakan percaya adalah ketika kita menjalankan permintaan suami/isteri kita, tampa kita mengerti maksud dan tujuan dibalik permintaan tersebut.

Tuhan juga meminta kita untuk tidak menunda-nunda ketaatan kita atas permintaanNya. Setelah Abraham mendengarkan permintaan Tuhan, keesokan harinya, pagi-pagi sekali Abraham mempersiapan perjalannya untuk mengorbankan Isak anaknya. Abraham tidak meminta pembantunya untuk mempersiapkan semuanya itu (Kejadian 22:3). Ada hal-hal yang hanya dapat dijalankan oleh kita sendiri. Visi dan tujuan hidup kita harus berdasarkan pengalaman pribadi kita dengan Tuhan. ” Terhadap janji Allah, ia tidak bimbang karena ketidakpercayaannya, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah” (Roma 4:20).

Abraham mempercayai Tuhan tidak hanya ketika ia menantikan Isak lahir, tapi juga ketika Tuhan meminta Isak sebagai korban bakaran bagi Tuhan. Selama perjalananya 3 hari, saya percaya Abraham sangat menderita dan merasa tersiksa, karena ia begitu mengasihi Isak. Ketika Abraham sampai disuatu tempat, ia berkata kepada bujangnya untuk tinggal ditempat itu dan menantikannya disana, selagi Abraham mengajak Isak untuk sembahyang. Disaat kita bermasalah dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi, jangan panik, jangan stress, jangan saling menyalahkan, tetapi berdoalah dan ambil waktu untuk menyembah Tuhan.

Abraham lulus ujian terakhir dan ia dipercayai Tuhan untuk menerima semua janji-janji Tuhan yang sudah diberikan kepada dia dan Isak (Kejadian 22:12). Abraham tidak jadi mengorbankan Isak, tapi Bapa disorga mengorbankan Yesus bagi kita semua.

Tags:
No Comments

Post A Comment