Doa Yabes

Dapatkah malang di tolak dan keuntungan diraih? Ini adalah pertanyaan yang sering kali dipertanyakan di dalam kehidupan manusia. Apakah kita dapat mengubah keadaan di mana kita berada saat ini? Banyak orang yang percaya bahwa kita tidak dapat merubah ‘nasib’ kita, tetapi ada kabar gembira bagi kita semua yang menaruh pengharapannnya kepada Tuhan sebab di dalam Dia tidak ada kemalangan tetapi yang ada adalah keberhasilan! Yesus mengatakan di dalam Yoh 10:10 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Ini janji dari Tuhan Yesus bahwa barangsiapa yang datang kepada Dia maka akan diberikan kehidupan yang melimpah! Jadi dapatkah malang ditolak dan keuntungan diraih? Malang bisa ditolak dan keuntungan bisa diraih bagi orang-orang percaya di dalam Tuhan!
Di dalam 1 Taw 4:9-10 ada seseorang bernama Yabes yang kehidupannya diubah oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga dia lebih dimuliakan dari pada semua saudara-saudaranya. Arti dari nama Yabes adalah kesedihan (sorrow). Arti dari sebuah nama di dalam Firman Tuhan berbicara tentang karakter atau masa depan dari orang tersebut. Tetapi kita lihat di sini bahwa walaupun arti dari nama Yabes adalah kesedihan atau kesusahan tetapi dikatakan di dalam Firman Tuhan bahwa dia berseru-seru kepada Tuhan dan Tuhan mendengarkan permintaannya dan mempermuliakan dia lebih dari semua saudara-saudranya.

Ada 4 hal yang Yabes doakan kepada Tuhan: 1. Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah! (ay.10) Kata ‘Memberkati aku’ di dalam bahasa ibrani adalah ‘barak’. Tetapi di sini kita melihat bahwa Yabes tidak hanya meminta untuk sekedar diberkati tetapi dia meminta kepada Tuhan untuk diberkati melimpah-limpah! Dalam bahasa ibraninya dikatakan ‘barak-barak’. Saat kita memohon kepada Tuhan seperti Yabes maka Tuhan akan menjawab doa kita, kita akan mulai melihat di dalam kehidupan kita bahwa kelimpahan itu disediakan Tuhan kepada kita. Kita akan menyaksikan apa yang kita tabur akan kita tuai, kita juga akan melihat bahwa penyertaan Tuhan menjadi semakin nyata di dalam kehidupan kita sehari-hari.

2. Perluas daerahku! Ini saatnya di mana kita bukan hanya diberkati melimpah-limpah tetapi juga kita menjadi berkat bagi banyak orang! Kita mendengar banyak hal tentang lawatan Allah di Indonesia, tetapi akhir-akhir ini Tuhan mulai memakai hamba-hambanya yang dari Indonesia untuk memberkati bangsa-bangsa lain seperti Wales dan juga Jepang, kita juga melihat hari-hari ini bagaimana Allah mulai mempersatukan gereja-gereja Tuhan yang ada di Indonesia dengan latar belakang denominasi yang berbeda. Ini saatnya dimana Allah mulai memperluas daerah kita! Kita bukan hanya menjadi berkat atau saksi di Yerusalem, tetapi kita juga menjadi saksi di Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi seperti apa yang Tuhan Yesus katakan di dalam Kis 1:8!

3. Kiranya tangan-Mu menyertai aku! Hari-hari ini Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya lebih lagi kepada orang-orang yang berharap kepada Dia dan yang menaruh kepercayaannya kepada Tuhan. Janji Tuhan adalah bahwa Dia akan ‘membuat’ jalan saat tiada jalan. Dia bukan hanya ‘membuka’ jalan tetapi Dia akan membuat jalan itu, kita akan melihat di mana ada jalan buntu, Tuhan membuat jalan baru. Kita akan melihat di mana ada padang gurun di sana ditemukan air, di mana ada pintu yang tertutup selama ini, Tuhan akan membukanya sebab Allah yang kita sembah adalah jalan itu sendiri! Yesus berkata di dalam Yoh 14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Yesuslah jalan itu saat tiada jalan, Dialah kebenaran itu dan Dialah hidup itu. Dia segala-galanya bagi kita.

4. Lindungi aku dari malapetaka! Allah kita juga disebut Emmanuel yang artinya adalah Allah beserta dengan kita. Firman Tuhan mengatakan jika Allah bersama dengan kita siapa yang menjadi lawan kita. Perlindungan yang sempurna itu menyertai kita sebab kita adalah biji mata Allah, umat kesayangan-Nya.

Sebab itu mari kita berseru kepada Tuhan seperti Yabes berseru kepada Tuhan. Bartimeus melakukan hal yang sama ketika dia mengetahui bahwa Yesus berjalan melewati dia. Dia tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh orang lain dan dia tidak terpengaruh dengan keadaan yang ada di sekitarnya, semakin diberitahu untuk diam semakin ia kuat berseru-seru kepada Yesus sampai Tuhan mendengar dan mengabulkan permintaannya.

Tags:
No Comments

Post A Comment