Entering The Kingdom

Masuk ke dalam Kerajaan Surga harusnya menjadi gol utama dalam hidup setiap kita. Tetapi apakah sebenarnya arti dari masuk ke dalam Kerajaan Surga ini, banyak dari kita yang diajarkan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga kita harus mati dan masuk ke surga. Ini tidak benar sama sekali.

Masuk ke dalam Kerajaan Tuhan artinya masuk ke dalam cara hidup (lifestyle) Kerajaan Tuhan. Kata “masuk” di sini artinya mengusahakan dan memperoleh kewarganegaraan Kerajaan. Kewarganegaraan artinya mewarisi segalanya di dalam Kerajaan itu. Warga negara memiliki keistimewaan dan hak-hak di dalam konstitusi negara tersebut.

Ada tiga pernyataan Yesus tentang hal masuk ke dalam Kerajaan Tuhan. 1. Matius 18:3 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Tuhan Yesus tidak berkata kita harus mati terlebih dahulu untuk masuk ke dalam Kerajaan Tuhan. Lalu mengapa harus seperti anak kecil? Karena anak kecil tunduk kepada lingkungannya dan percaya bahwa semuanya aman. Contohnya, anak kecil akan main dengan ular berbisa ataupun menghadapi api tanpa takut. Yesus berkata kepada kita bahwa saat kita harus masuk ke dalam Kerajaan Tuhan kita harus hidup seperti kita hidup benar-benar di dalam Kerajaan Tuhan. Kita hanya menerimanya dengan iman seperti anak kecil (ini berbeda dengan iman kekanak-kanakkan). Iman anak kecil semata-mata tunduk kepada pengaruh, mandat, nilai-nilai dan standar dari Kerajaan Tuhan. Taat kepada hukum-hukum Kerajaan dan mengikuti prinsip-prinsip hidup yang ada. Perbedaan antara anak kecil dan orang dewasa adalah kalau anak kecil taat, orang dewasa negosiasi. Janganlah pernah bernegosiasi dengan hukum-hukum Kerajaan Tuhan.

2. Matius 19:17b “…Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

Jika kita ingin masuk ke suatu negara maka kita harus mematuhi hukum-hukum yang ada, jika tidak maka kita akan dimasukkan ke dalam penjara atau dideportasi. Jika kita ingin masuk ke dalam Kerajaan Tuhan, hidup dan menikmati “lifestyle” dari Kerajaan, maka kita harus mematuhi hukum-hukum yang ada. Jika tidak kita tidak akan dapat menikmati “resources” dari Kerajaan.

3. Matius 19:23b “…sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Dalam ayat ini, Tuhan Yesus berbicara bukan soal langkah pertama masuk ke dalam Kerajaan Surga, tetapi Ia berbicara soal menikmati Kerajaan Surga. Di dalam Kerajaan, Tuhan lah yang memiliki segalanya. Kita harus lepaskan segala pikiran hak milik (“ownership”), sebab jika tidak maka kita tidak dapat menikmati kepenuhan dari “Kingdom Lifestyle”.

Kewarganegaraan Kerajaan Surga dapat terhalang karena agama. Matius 23:13 “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.” Agama bukanlah substitusi yang benar dari Kerajaan Surga. Banyak yang sudah terjerat oleh yang namanya AGAMA Kristen yang percaya bahwa agama itu adalah segalanya. Tetapi mereka tidak tahu apapun juga soal Kerajaan Tuhan. Ingatlah bahwa kita tidak dapat masuk ke dalam apapun juga tanpa pengetahuan akan hal tersebut.

Bagaimana caranya untuk memperoleh kewarganegaraan Kerajaan Surga? Yohanes 3:3 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Tuhan Yesus menjelaskan hal lahir baru kepada Nikodemus sebagai proses untuk menjadi warga negara Kerajaan. Nikodemus sendiri adalah seorang tokoh agama yang berposisi pada waktu itu.

Kata “melihat” di dalam konteks “melihat Kerajaan Tuhan” mempunyai arti mengalami (experience) atau mengerti (to understand). Jadi Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus “kamu tidak akan dapat mengerti dan mengalami Kerajaan kecuali kamu lahir ke dalam Kerajaan.” Pernyataan yang Yesus buat ini adalah suatu pernyataan politik.

Lahir baru artinya lahir dari air dan Roh!

Yesus datang ke dunia bukan hanya sebagai orang yang memberitakan kedatangan Kerajaan Surga tetapi Ia datang sebagai orang di mana hanya melalui-Nya lah kita dalam masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Process dari lahir baru adalah: 1. Mengakui bahwa kita adalah manusia berdosa yang hidup melawan Tuhan. (Roma 3:23) 2. Mengerti bahwa upah dari dosa adalah kematian yang kekal. (Roma 6:23) 3. Percaya bahwa Tuhan Yesus mati bagi dosa kita, supaya kita dapat diampuni (Roma 5:8) 4. Mengaku dosa kita kepada Tuhan artinya kita setuju dengan Tuhan tentang dosa kita (1 Yohanes 1:9) 5. Bertobat artinya memutuskan hubungan dengan dosa, memutar 180 derajat. (Lukas 3:13) 6. Mengaku dalam hati dan dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Juru Selamat dan Tuhan, dan biarkan Dia yang mengkontrol hidup kita. (Roma 10:9-10)

Yohanes 3:8 “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Kelahiran baru ini seperti angin yang tidak kelihatan. Hal ini dapat terjadi di altar, di mobil, di rumah ataupun sekolah, di mana kita menerima Yesus Kristus. Proses ini tidak kelihatan. Lahir baru memerlukan yang namanya percaya. Tidak ada yang dapat melihat bahwa kita percaya. Kewarganegaraan dari Kerjaan Surga ini bukanlah suatu realitas visual, melainkan suatu disposisi.

Setelah kita lahir baru maka kita tidak akan menikmati dosa lagi. (2 Korintus 5:17; Filipi 3:7-11)

Tags:
No Comments

Post A Comment