From Emptiness to Fruitfulness (Part 2)

Ruth 3:1-6
“Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: “Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia? Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan; maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum. Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.” Lalu kata Rut kepadanya: “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.” Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.”

Untuk apa saudara ada di tempat ini? Dan mengapa saudara berkomitmen di tempat ini?
Biarlah kita belajar dari Ruth yang berkomitmen kepada Naomi walaupun dia tahu bahwa Naomi sudah tidak memiliki apa-apa lagi.

Apa yang diperintahkan Naomi kepada Ruth adalah persiapan seorang mempelai wanita untuk pernikahan. Setelah semuanya itu namun Naomi menyuruh Ruth untuk ke tempat pengirikan. Tidak masuk diakal, tetapi Ruth taat saja.

Yohanes 16:8-12
“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.”

Tuhan sendiri yang memberkati dan mempersiapkan kita untuk menjadi mempelaiNya.
Naomi berkata kepada Ruth untuk tidak menunjukkan dirinya kepada siapapun juga selain kepada Boas saja. Segala persiapan mempelai Ruth seolah-olah sia-sia karena tidak boleh diperlihatkan kepada orang-orang.

Begitu juga dengan kita, Tuhan sudah mempersiapkan dan memberkati kita, dan semuanya itu bukan untuk diperlihatkan kepada orang-orang tetapi hanya untuk kemuliaan Tuhan saja. Jangan kita sombong dan memakai pengurapan Tuhan untuk diperlihatkan kepada orang-orang.

Ruth 3:7-10
“Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ. Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. Bertanyalah ia: “Siapakah engkau ini?” Jawabnya: “Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.” Lalu katanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.”

Tuhan mau kita tinggal diam di kaki Tuhan dan mengandalkan perlindungan dari-Nya seperti yang dilakukan oleh Ruth dengan Boas.
Apakah yang dimaksudkan Boas dengan kasih Ruth yang pertama kali? Kasih yang Ruth tunjukkan pertama-tama adalah komitmen yang ia buat terhadap Tuhan dan Naomi (Ruth 2:11-12).

Saat kita buat komitmen kepada Tuhan Dia sendiri yang akan mempromosi dan membuka pinta-pintu untuk kita. Kita tidak perlu mencoba untuk menciptakan promosi dengan menunjukkan kebaikan dan kehebatan kita.
Beberapa hal yang harus kita perhatikan, pertama adalah cara bekerja Boas untuk menebus Ruth tidaklah terjadi secara instan (Ruth 3:13),
Lalu reaksi Ruth tidaklah menceritakan semuanya kepada banyak orang, melainkan hanya kepada satu orang saja, yaitu Naomi orang yang Ruth sudah buat komitmen.

Kita berkomitmen kepada Tuhan? Janganlah kita bercerita kemana-mana tentang janji Tuhan kepada kita, tetapi hanyalah bercerita kepada Dia yang kita sudah buat komitmen.
Pada waktu kita membuat suatu komitmen, maka akan ada kasih karunia yang melimpah seperti yang dialami oleh Ruth pada waktu ia membuat komitmen. Dan sewaktu kita berserah dan minta perlindungan hanya kepada Tuhan, maka kita akan mengalami kelimpahan yang lebih lagi. Ruth pada waktu berserah dan minta perlindungan kepada Boas ia memperoleh kelimpahan enam kali banyaknya.

Kemanakah Ruth membawa kelimpahan ini? Yaitu kepada Naomi orang yang sudah ia buat komitmen.
Ruth melalui Boas melahirkan seorang anak yang bernama Obed. Obed adalah ayah Isai, ayah Daud. Inilah keturunan yang akhirnya melahirkan Tuhan Yesus.
“Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” Ruth 4:14-15

Ruth adalah gambaran hidup kita yang berkomitmen kepada Tuhan, kepada pemimpin dalam hidup kita, dan kepada orang tua.

Tags:
No Comments

Post A Comment