From Emptiness to Fruitfulness

Ruth 1:1-5 “
Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana. Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.”

Supaya kita dapat mengerti lebih jelas kita perlu mengerti arti dari nama-nama tokoh yang ada di dalam cerita ini.
Ruth artinya adalah satisfied atau friendship. Elimelekh artinya my God is king. Naomi artinya my pleasantness. Mahlon artinya sickness or weakling. Kilyon artinya consumption. Orpah artinya her neck dan Betlehem artinya house of bread. Moab artinya from father (Genesis 19:36-38). Lot dan anak perempuannya yang pertama lahirlah bangsa Moabite. Lot dan anak perempuannya yang kedua lahirlah bangsa Ben Ammi atau Ammonite. Boaz artinya in Him is strength.

Di dalam ceritnya ini, di dalam house of bread (Betlehem) terjadi kelaparan. Saya mau berkata bahwa sangat mungkin di dalam rumah Tuhan terjadi kelaparan. Hal ini terjadi sebagai test saja dan masanya hanya sementara saja.
Karena adanya kelaparan Elimelekh dan keluarganya pergi ke daerah Moab. Nama Elimelekh artinya my God is king, tetapi apa yang dilakukannya tidaklah sesuai dengan namanya. Saat di dalam proses Elimelekh lari minta tolong kepada bangsa Moab bukan kepada Tuhan.
Kita yang hidup dalam pimpinan Tuhan akan mengalami proses, dan ini bukan berarti kita dikutuk. Janganlah kita lari seperti Elimelekh mencari pertolongan kepada dunia.

Hal yang sangat luar biasa di dalam cerita ini adalah bahwa para wanita lah yang ditonjolkan bukan pria. Kedua tokoh ini adalah Naomi dan Ruth.
Ruth 1:6-7 “Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda,”

Kita dalah anak-anak Tuhan dan tidak perlu kita melayani Tuhan karena kita ingin diberkati. Seorang bapak tidak memberkati anak-anaknya karena mereka melayaninya. Kita tidak perlu mengerjar berkat! Periksalah motivasi kita dalam melayani Tuhan.

Ruth 1:20-21
“Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku.””
Orang yang bertuhankan makanan maka akan mempunyai kencenderungan untuk menyalahkan Tuhan ketika dalam masalah atau proses.

Ruth 1:15-17
“Berkatalah Naomi: “Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu.” Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!””
Ruth tidak dapat mengharapkan apa-apa dari Naomi namun Ruth tetap setia melayani Naomi. Komitmen seperti inilah yang setiap dari kita harus miliki. Janganlah kita berkomitmen karena mengejar berkat. Dan sebelum kita dapat berkomitmen dengan Tuhan kita harus bisa terlebih dahulu berkomitmen dengan pemimpin dalam hidup kita.

Ruth 2:2
“Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.””
Seperti Ruth, kerjakanlah apa yang bisa kita lakukan tanpa harus disuruh, janganlah kita bermalas-malasan.

Ruth 2:3
“Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.”
Kita dapat melihat bagaimana Tuhan memimpin langkah orang yang seperti Ruth. Tuhan memimpin Ruth ke ladang Boas.

Ruth 2:7
“Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.””
Jika kita mau melakukan sesuatu, lakukanlah itu dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati. Yang sekolah maka belajarlah dengan sungguh-sungguh. Yang bekerja maka kerjalah sungguh-sungguh.

Kita dapat belajar juga dari Ruth yang tidak selfish. Ia menyimpan makanan dan dibawakannya kepada Naomi. (Ruth 2:18).

Dan kita juga dapat melihat bagaimana campur tangan Tuhan dalam kejadian ini, Boas memberikan fasilitas yang spesial kepada Ruth padahal Ruth adalah orang asing (Ruth 2:8-9).

Yang dapat kita pelajari adalah bahwa selalu ada berkat buat orang yang membuat komitmen yang radical seperti Ruth. Dan aka nada spesial kasih karunia yang Tuhan curahkan. Lihat bagaimana Ruth mendapatkan semuanya tanpa harus memintanya kepada Boas. (Ruth 2:15-17)

Tags:
No Comments

Post A Comment