Hati yang Mendengar (The Listening Heart)

Semua  rencana dan gol yang kita buat untuk mencapai purpose dan destiny harus berdasarkan suara dan pernyataan yang dari Tuhan, sebab jikalau tidak demikian, maka itu bukan destiny, purpose  yang dari Tuhan, maka kita akan mencapai purpose dan destiny yang kita buat sendiri atau yang berasal dari orang lain, atau dunia. Membuat rencana danperhitungan itu emang sangat penting bahkan, di Lukas 14:28 pun diajarkan demikian, tapi kunci untuk tetap sukses dan berada dalam pergerakan Tuhan yg up to date adalah hati yang mendengar (a listening heart).

“Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh”. (Yesaya 38:17 ITB)

“Thus says the LORD, your Redeemer, the Holy One of Israel, “I am the LORD your God, Who teaches you to profit, Who leads you in the way you should go.” (Isaiah 48:17 NASB)

  1. 1.        Thus says the LORD

Perkataan, “says”, adalah present tense, yang berarti bahwa kata ini berlaku untuk saat ini, dan di kemudiaan hari pun tetap berlaku sekarang. Tuhan adalah Tuhan yang saat ini, muzizat yang kita alami di masa lampau tidak berlaku untuk sekarang. Tuhan mau kita belajar dulu baru mengalami dan bukan mengalami dulu baru belajar.

2.  Who teaches you to profit

Perbedaan antara, “to make you profit” dan “to profit” adalah satu, yaitu kalau Tuhan mengajarkan kita “to make profit” maka ada usaha manusia yang diperlukan untuk mendapat faedah itu, akan tetapi kalau “to profit”, tidak ada suatu apa pun yang perlu kita lakukan tapi justru apa pun yang kita lakukan akan ada faedahnya.

Kalau kita bicara kata “profit”, tidak hanya berarti dalam bentuk materi atau uang, tapi banyak hal hal yang lain, misalnya kesehatan , damai, sukacita dan yang lain lainnya. Dalam kesusahan dan lembah kekelamam pun, bila Tuhan berbicara dan kita mengalami muzizat, itupun “profit”. Tuhan mengajar kita untuk selalu beruntung (profit), berjalan bersama Tuhan tidak akan pernah rugi, tapi selalu beruntung.Tentunya ketika kita mulai “profit”, janganlah kita menjadi anak Tuhan yang hanya mengejar berkat dan hanya ketika dalam kekurangan kita berdoa lebih banyak, tapi kita harus tetap bersyukur, dan tetap bertekun untuk mencari Tuhan dengan penuh semangat.

3.  LORD, your Redeemer
Tuhan mau kita beruntung dalam segala jalan hidup kita. Tapi ada syaratnya, sebelum Tuhan mengajar kita untuk selalu “profit”, kita harus jadi orang yang di tebus olehNya dan mengakui Tuhan dalam segala jalan hidup kita dan menjadi anakNya, sebab hanya anak yang berhak menerima pengajaraNya yang istimewa dan bahkan mau menebus kita pada waktu kita dalam kesalahan sekalipun.

4. Who leads you in the way you should go
Namun bagaimana caranya agar kita bisa terima dan menjalankan pengajaranNya? Yesaya 30:20-21, mengajarkan bahwa kita akan mendengar dengan spesifik kemana kita harus pergi, ke kanan atau ke kiri. Jadi jangan sampai kita berjalan dulu dan menentukan arah sendiri baru mencoba mendengar suara Tuhan. Walaupun di masa masa penderitaan dan kesesakan, kita tetap akan bisa mendengar pimpinanNya. Bila Tuhan member visi kepada kita, jangan kita bertanya kepada gembala atau manusia, dan orang lain siapa pun untuk cara melaksanakannya, bertanyalah kepada yang memberi visi, yaitu Tuhan sendiri, sebab untuk setiap visi yang dari Tuhan, kita pun harus pastikan bahwa rencana yang kita buat itu berasal dan berdasar dari pada Tuhan sendiri, sebab segala sesuatu berasal dari Dia, juga dikerjakan oleh Dia, dan bagi Dia lah segala kemuliaan itu.

Kita akan dapat melihat dan memandang hanya kepada Guru kita, bukan pengajaran, ataupun khotbah, tapi di dalam Dia bahkan Dia sendiri, yaitu Pribadi NYA itulah jawaban yang sebenarnya. Jadi bukan cara yang harus kita cari tapi siapa yang kita cari.  Hubungan intim dengan Tuhan setiap hari akan membuat kita hidup di dalam Dia dan Dia (Firman dan Roh Kudus) tinggal di dalam kamu, maka apa saja yang engkau minta akan diberikan, itulah kuasa dari suatu hubungan.
Kalau kita punya hati yang murni, tanpa kepahitan, kesombongan dan sakit hati, percabulan, keserakahan, kikir, pemberontakan dan lainnya ketika kita jatuh, Tuhan pasti akan membawa kita kembali kejalan yang benar. Tapi kalau kita sengaja berbuat kesalahan, hanya satu suara yang akan kita dengar, yaitu, “bertobatlah”.

Menurut, Yohanes 8:47, kalau kita sudah bertobat dan dibaptis, lahir baru, tapi belum pernah mendengar suara Tuhan, kita bukan dan belum menjadi anak Tuhan. Kuncinya hanya satu, hubungan intim memberi pengertian bahasa dan suara yang kita kenal, ketia Dia berbicara, kita akan mengenalNya. Tidak ada suatu rumus yang pasti, sebab perlu kita pelajari sendiri. Mungkin kadang kali apa yang Tuhan bicarakan kepada kita tidak masuk akal bagi orang lain, tapi biarlah kita jalankan itu sebab segala yang Dia katakana pasti mengandung suatu rencana yang khusus bagi kita.

Jadi kalau kita sudah tahu visi kita namun kita tidak tahu bagaimana cara mencapainya? dan apa yang perlu dilakukan?, bangunlah hubungan intim dengan Tuhan, toh juga Tuhan lebih rindu untuk melihat visiNya tergenapi dalam hidup kita, dan pasti ketika kita berjalan, kita akan menemukan ketetapanNya.

Yohanes 10:1-5, menggambarkan kita bagaikan domba dan Tuhan adalah Gembala kita. Seorang gembala pasti kenal domba dombanya dan demikian sebaliknya. Kalau kita saja tidak mendengar suara gembala yang di bumi, bagaimana kita bisa dengar Gembala yang Agung?

Setiap gembala, setelah memanggil dombanya, dia akan memimpin ke jalan yang perlu ditempuh, dan tidak mungkin di biarkan saja untuk mencari jalan sendiri, maka dari itu, kita harus bergantung penuh dengan Tuhan karena Dia yang memulai, Dia juga yang akan menyelsaikannya.

Hati hati akan dua hal yang akan membuat kita tidak bisa mendengar suara Nya:

1.Dosa (Yesaya 59:1-2)

2.Gangguan atau Distraction akan berkat Tuhan, keasyikan melakukan sesuatu melebihi kepada Tuhan, walaupun itu pekerjaan Tuhan, pelayanan, keluarga dan lain-lain nya. Jangan sampai kita lupa kepada sumber yang memberi, dan jangan jadikan hubungan kita dengan Tuhan hanya mitra dan hubungan bisnis saja. Ini akan membuat kita gagal untuk mendengar instruksi Tuhan selanjutnya.

Jadi, dengarlah Tuhan dengan hati kita dan buat dan lakukan rencana setelah kita mendengar dan mengerti apa yang Dia mau,
maka kita akan berhasil, puas, sehat, kuat, menjadi penyalur berkat dan mencapai rencana Tuhan untuk berkuasa diatas muka bumi dan memperoleh hidup kekal dan mahkota disorga serta memerintah bersama Dia. Amin.

Tags:
No Comments

Post A Comment