Hidup di Dalam Takut Akan Tuhan

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah;dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.” (1 Yohanes 4:7)

Di hari Valentine ini marilah kita menyadari bahwa kasih itu bukan berasal dari manusia, bukan berasal dari St. Valentine, namun dari Allah! Tuhan Yesus adalah sumber dari kasih. Tidak seperti kasih manusia yang seringkali mengecewakan, kasih Tuhan itu tidak ada habis-habisnya. Dan kita semua sebagai orang yang percaya, murid Kristus, setiap hari adalah hari Valentine, karena kita harus saling mengasihi senantiasa, bukan hanya di hari Valentine.

Marilah kita mempelajari juga karakter lainnya dari kehidupan orang percaya, selain dari pada kasih yang harus kita miliki. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan -Nya kepada mereka” (Mazmur 25:14). Tuhan memberitahukan rahasia-Nya kepada mereka yang hidup takut akan Dia. Orang yang hidup takut akan Tuhan mendapatkan visi dari-Nya.

Pada waktu kita menerima visi dari Allah, biasanya yang akan terjadi berikutnya adalah masalah, situasi kita mungkin akan menjadi lebih buruk terlebih dahulu sebelum menjadi lebih baik. Kenapa bisa demikian? Hal ini disebabkan oleh karena orang yang hidup akrab dengan Allah akan dipakai-Nya untuk menjungkirbalikkan masalah-masalah yang ada di dalam hidup ini, dan iblis tidak senang akan hal itu. Iblis akan terus berusaha untuk menghancurkan visi yang sudah kita terima dari Tuhan. Oleh sebab itu, biasanya, keadaan kita bukan akan langsung berubah menjadi lebih baik, tetapi menjadi buruk terlebih dahulu.

Namun kita jangan kecil hati, sebab Tuhan yang akan memberikan kita kekuatan, Dia sendiri yang akan memberikan kita jalan keluar dari segala masalah yang kita hadapi. Maka dari itu, janganlah takut untuk bertanya kepada Tuhan apa rencana-Nya di dalam hidup kita masing-masing.

“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal 1:7). Kita akan memperoleh pengetahuan jika kita hidup di dalam takut akan Tuhan. Jadi, di saat kita mendapatkan masalah, kita akan dilengkapi juga dengan pengetahuan untuk mengatasi masalah kita tersebut. Itu janji Allah!

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Korintus 10:13).

Untuk itu janganlah kita takut akan masalah, sebab masalah adalah salah satu alat untuk Tuhan melakukan mujizat di dalam hidup kita. Kita bukanlah dengan sombong mencari masalah, namun jika masalah datang kita harus hadapi, jangan lari! Kita tidak memerlukan iman yang besar untuk menghadapi masalah di dalam hidup ini, kita hanya perlu iman sebesar biji sesawi saja.

“Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Matius 17:20)

Tags:
No Comments

Post A Comment