Ikut bekerja atau penonton

“tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar saja sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” Yakobus 1:22.

Hari ini kita akan focus kepada perumpamaan yang hanya ada dalam Injil Matius 21:28-32 dan jika kita ringkas perumpamaan ini, maka Yakobus melakukannya dengan sangat baik > Yakobus 1:22.

28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.

29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.

30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.

31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: ”Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

Matius 21:28-32.

 

Dua anak ini mewakili dua kelompok orang berdosa.

Dua orang anak yang dua-duanya disuruh bekerja. Dan ditulis jelas keterangannya: kerja hari ini di kebun anggur (ayat 28).

Perumpamaan ini menunjukan bahwa Allah memanggil kita untuk bekerja dan waktunya adalah sekarang. Banyak dari kita tahu bahwa kita harus melayani, jadi berkat bagi banyak orang, namun penyakitnya adalah suka menunda.

  • Nanti saja melayani Tuhan, kalau sudah tua.
  • Nanti saja memberi kalau saya sudah kaya.

Anda tidak pernah melayani atau memberi, jika memiliki mental seperti ini.

 

Billy Graham dalam bukunya “Just the way I am” menulis kisah pada suatu acara makan pagi, Presiden Kennedy memintanya untuk ke Gedung Putih karena ingin membahas sesuatu, namun hari itu Billy Graham agak kurang enak badan, maka ia menolak dengan halus dan mengatakan bahwa masih ada hari lainnya untuk bertemu. Tanpa diduga itu adalah hari terakhir ia bertemu Presiden Kennedy karena setelah itu sang presiden meninggal.

Dua anak ini mendengar perintah yang sama dari bapa yang sama.

  • Yang sulung diperintah jawab “yaa” tetapi setelah itu tidak melakukan.
  • Yang kedua jawab “tidak” …kurang ajar, tidak pakai alasan, pokoknya tidak mau tetapi ujung-ujungnya menyesal dan melakukan apa yang diperintahkan.

Mendengar dan berkata “yaa Tuhan” tidak sama dengan melakukan.

Mereka mendengar perintah yang sama dari bapa yang sama, namun responnya berbeda.

Tuhan tidak peduli seberapa banyak kita mendengar atau mengerti; yang Tuhan peduli adalah seberapa banyak kita melakukan, apa yang telah kita dengar dan mengerti.

 

Anak sulung yang berkata “yaa” namun tidak melakukannya adalah gambaran orang farisi, orang agamawi, yang rajin belajar Alkitab, sepertinya sudah berkata “yaa” kepada perintah Tuhan; namun kenyataannya mereka malah menolak Yesus dan perkataan Yesus (Firman Tuhan, Kebenaran) yang adalah Tuhan itu sendiri.

Sedangkan anak yang berkata “tidak” pada awalnya itu adalah orang-orang berdosa seperti perempuan sundal dan pemungut cukai. Namun sewaktu Yesus datang, mereka menerima Yesus dan diselamatkan. Mereka mendengarkan Firman Allah, menerima Yesus sebagai Juru Selamat, menyadari dosa-dosanya dan bertobat.

Bila saya aplikasikan dengan keadaan sekarang sbb:

Anak sulung yang berkata “yaa” tetapi tidak melakukan adalah orang-orang yang sudah mendengar dan tau Firman, namun dari dulu sampai sekarang tidak berbuah, tidak berubah … (sombong tetap sombong, kasar tetap kasar, pemarah tetap pemarah, pelit tetap pelit, gossip tetap gossip) dari dulu sampai sekarang setia jadi jemaat yang tidak melakukan apa-apa.

Ini gambaran orang Kristen yang hidupnya tidak jadi suratan Kristus, namun jadi hambatan orang lain datang kepada Kristus.

Kristus mati, dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru; namun kita justru jadi batu sandungan buat orang lain ketika berbisnis, bekerja, sekolah, fokusnya bukan Kristus, namun allah-allah lainnya.

 

Alasan mengapa ahli-ahli Taurat, orang Farisi dibandingkan dengan perempuan sundal dan pemungut cukai (Matius 21:32) dan mereka ini sulit bertobat karena mereka merasa lebih benar dibanding yang lain.

5 “Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;

7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.”

Matius 23:5-7.

 

Sikap hati kita ketika mendengarkan Firman Tuhan sangat penting. Menghampiri takhta Allah dengan kesadaran bahwa kita adalah orang berdosa yang butuh Allah dan Firman-Nya sangatlah penting.

Jika tidak, maka kita dalam bahaya jatuh sama seperti anak sulung tsb.

Ini sama dengan orang-orang di gereja ketika mendengarkan khotbah, dipikiran mereka langsung berpikir, ini cocok untuk papa, mama, suami, istri, anak, gembala KM atau bahkan gembala …???

Mengapa dari sekolah minggu sampai sekarang tidak berubah? Alasannya diajarin nyanyi dari kecil Tuhan Yesus tidak berubah.

Setiap Firman yang anda dengar, saat teduh yang anda lakukan adalah untuk anda secara pribadi. Begitu berharganya anda dan saya dimata Tuhan sehingga Dia tidak rela melihat kita tidak bertumbuh serupa dengan Dia.

 

Max Lucado “Tuhan mengasihi kita apa adanya, namun Dia tidak rela melihat kita terus menerus apa adanya. Dia ingin kita bertumbuh menjadi serupa dengan Yesus”.

Gereja ini diberikan Tuhan berkat yang luar biasa. Kebenaran yang indah melimpah keluar dari mimbar ini. Dan Kebenaran itu bukan untuk orang yang ada disebelah anda atau orang yang dirumah anda.

  • Kebenaran itu untuk anda supaya anda menjadi teladan diluar sana.
  • Supaya suami, istri, orang tua, anak dan orang diluar sana melihat bahwa ada Kristus dihidup anda.
  • Supaya orang ditempat anda bekerja, tertarik mengenal Kristus karena cara anda memimpin dan bekerja penuh kesabaran, kelemah-lembutan dan kejujuran yang mencerminkan Kristus.

Hidup anda akan menjadi Injil kelima, bukan hanya Injil tertulis yang ada dalam Alkitab, namun menjadi Injil yang tidak tertulis, terbuka dan dilihat oleh orang-orang di sekitar anda.

Definisi Penginjilan dari Norman Geisler adalah suatu usaha dari umat percaya untuk menjadikan orang lain mengambil satu langkah mendekat pada Kristus.

  • Apakah hidup kita menjadikan orang lain mendekat atau justru menjauh?
  • Allah yang berdaulat memberikan pilihan (Matius 21:28-30).
  • Alkitab penuh dengan pilihan, jalan lebar-sempit, membangun dengan dasar batu atau pasir; mau berpikir hal-hal yang di atas atau di bawah.

Pilihannya adalah mau jadi anak yang hanya ngomong saja atau anak yang mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Bapa.

 

Manusia diciptakan Tuhan dengan kemampuan dan kebebasan untuk memilih. Tetapi bukan kebebasan yang manusia sekarang pahami.

Bebas yang terbatas, bebas yang dibatasi oleh kebebasan Allah.

  • Jika Allah bebas, kebebasanNya tidak merusak karena naturnya adalah baik dan sempurna.
  • Namun jika manusia bebas mutlak, maka kebebasannya pasti merusak karena sifat-sifat dosa yang masih bergerilya dalam hatinya.

 

Bebas yang dimaksud Alkitab adalah kebebasan sejati untuk orang Kristen, bebas untuk melakukan kehendak Allah.

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka tetapi hiduplah sebagai hamba Allah1 Petrus 2:16.

Ketika pilihan itu datang, kita bebas untuk memilih. Tanpa Kristus tidak ada pilihan, dengan Kristus, pilihan untuk taat itu tersedia.

 

Hal ini bukanlah bukti bahwa Allah tidak berkuasa penuh – NO.

Ini adalah pemahaman terhadap sifat Allah yang indah yaitu Allah ingin ketika manusia memilih untuk taat pada Firman Tuhan, maka ia taat dengan kesadaran penuh dan hati yang ikhlas dan rela, apapun resikonya.

 

Saya tidak mengatakan jika anda taat, maka berkat-berkat jasmani akan melimpah, anda akan tambah sukses dan kaya.

Namun saya juga tidak  mengatakan ketika anda taat, Allah tidak mungkin memberkati kita dengan berkat-berkat jasmani.

 

  • Kita harus paham bahwa ada harga yang harus dibayar ketika kita memilih tidak taat atau memilih taat pada Tuhan.
  • Taat pada Tuhan itu mahal, namun layak; seberapa besar harga yang harus dibayar untuk sebuah ketaatan bahkan jika itu menuntut nyawa kita, itu tetap layak.
  • Saat di kayu salib, Yesus sudah membayar lunas harga ketaatan kita sehingga hari ini kita’pun bisa melakukannya dengan hati yang rela.

Tuhan memberikan manusia pilihan dan ketika kita memilih untuk taat, maka Dia ingin kita taat dengan hati yang ikhlas dan pemahaman bahwa ada harga yang harus dibayar.

Namun Dia ingin kita juga tahu bahwa harga yang kita bayar itu sepadan atau layak karena Tuhan sudah bayar harga kita terlebih dahulu dan apa yang kita lakukan itu nilainya kekal, bukan fana.

Konklusi kepada perumpaan tersebut:

Yesus berkata justru orang-orang berdosa (yang berkata tidak pada awalnya), merekalah yang lebih dahulu masuk ke kerajaan sorga; daripada mereka yang sepertinya baik (yang berkata iya pada awalnya). 

Bagaimana caranya kita yang berdosa ini bisa taat dan masuk ke dalam kerajaan Allah?

Kedua anak ini adalah gambaran kita, orang-orang berdosa.

Kita yang mengandalkan kebaikan kita dan mengira bisa menyelamatkan diri sendiri atau kita yang hidup dalam dosa dan sadar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri.

Kedua anak ini sama-sama gagal tetapi ada satu anak lagi yang tidak gagal.

Dia berkata “yaa” kepada perintah BapaNya dan taat melakukannya sampai tuntas. Dia datang ke bumi karena ketaatannya kepada Bapa dan menyelesaikan tugasnya sampai selesai tanpa menunda.

Anak ini seharusnya mendapatkan pujian dan kehormatan tetapi Dia malah mati dengan kematian seorang pendosa.

Mengapa?

Karena anak ini datang dalam ketaatan kepada kehendak BapaNya untuk menebus dosa kita.

  • Di kayu salib, Yesus mati dengan kematian yang layak diterima anak yang tidak taat supaya kita yang tidak taat bisa menerima kebenaran Yesus yang taat sampai mati.
  • Di kayu salib terjadi pertukaran antara ketidaktaatan kita dan ketaatan Yesus. Ketaatan Yesus menjadi milik kita dan ketidaktaatan kita dibayar lunas oleh Yesus di kayu salib.

Sehingga hari ini, kita tidak lagi mengandalkan kebaikan kita melainkan mengandalkan Kebenaran Yesus.

Kita adalah perempuan sundal yang menerima kebenaran Yesus dan masuk ke dalam kerajaan Allah. Dan bagi anda yang masih mengandalkan kebaikan anda sendiri dan menolak kehendak Allah melalui Yesus, hari ini ada undangan untuk percaya kepada Yesus.

Jangan sampai menyesal karena anda menunda ketaatan kepada perintahNya.

 

Yesus sudah dan sedang terus bekerja; buat kita sebagai anak-anak-Nya, pilihannya Ikut bekerja atau hanya jadi penonton!

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.