Injil dan kekayaan

Lukas 18:18-27

18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 19 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. 20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.” 21 Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” 22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” 23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya. 24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. 25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” 26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” 27 Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

 

Saya akan membuat dua disclaimer sebelum saya mulai. Pertama, ada kemungkinan anda tidak menyukai saya ketika saya selesai khotbah. Apa yang dikatakan bacaan ini kepada kita sebagai gereja dan sebagai individu sangat keras dan radikal. Cara terbaik untuk menjelaskan bobot dari bacaan ini adalah memberi tahu anda apa yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Setiap bulan gereja kita mengeluarkan buletin SEED, yang berisi banyak artikel yang berhubungan dengan tema bulanan gereja. Dan dalam buletin ini, ada kolom yang namanya MAIN Seed, yang ditulis oleh Ps. Semuel atau Ps. Lydia. Untuk bulan Juli, adalah giliran Ps. Lydia untuk menulis artikel. Jadi pada pertengahan bulan Mei, saya mengirimkan email untuk memberi tahu Ps. Lydia bahwa dia telah ditugaskan untuk menulis MAIN Seed untuk bulan Juli. Dan ketika saya pulang ke rumah malam itu, Ps. Lydia berkata kepada saya, “Yos, mami tidak bisa menulis artikel MAIN Seed untuk Juli karena mami tidak bisa menjual semua yang mami miliki dan memberikannya kepada orang miskin. Mami masih perlu uang untuk mendukung dua orang miskin di masa depan, kamu dan cecemu. Jadi, biarkan Ps. Semuel saja yang menulis MAIN Seed untuk Juli.” Ps. Lydia mengerti bobot dari ayat-ayat ini.

Saya akan memberikan anda sedikit kelegaan. Anda tidak harus menjual semua yang anda miliki dan memberikannya kepada orang miskin untuk mengikuti Yesus. Bernafas. Anda tidak menemukan perintah ini di seluruh Alkitab kecuali di bagian ini. Perintah ini khusus untuk pria muda ini. Oleh karena itu, adalah kesalahan untuk menguniversalkan perintah ini dan memberi tahu setiap orang Kristen bahwa mereka harus menjual segala yang mereka miliki untuk mengikuti Yesus. Namun, dan ini adalah namun yang penting, namun saya percaya bahwa sangat mudah bagi kita untuk jatuh ke dalam perangkap meminimalkan teks ini. Kita berasumsi bahwa karena ini hanya perintah khusus untuk pemuda ini, maka perintah ini tidak berlaku bagi kita. Tapi darimana kita tahu? Jelas bahwa Yesus memang memerintahkan pria muda ini untuk melakukannya. Dan jika Yesus bisa memerintahkan hal ini kepada pemuda ini, apa yang membuat anda berpikir dia tidak bisa mengatakan hal yang sama kepada anda dan saya? Sangat mungkin bagi Yesus untuk berkata kepada kita hari ini untuk menjual semua yang kita miliki dan mengikut Yesus. Jadi, ada dua kesalahan dalam melihat teks ini. Kesalahan pertama adalah membuat teks ini perintah universal, dan yang kedua adalah berpikir bahwa kita secara otomatis dibebaskan dari perintah ini. Saudara harus mengerti sesuatu tentang kekayaan. Banyak dari kita terikat dengan kekayaan lebih daripada yang kita mau akui. Bahkan, saya yakin bahwa kita semua menyukai uang. Angkat tangan anda jika anda suka uang?

Dan ini disclaimer kedua. Saya mengasihi setiap anda. Anda mungkin tidak menyukai saya tetapi saya mengasihi anda. Dan karena saya mengasihi anda, hal terbaik yang bisa saya lakukan untuk anda adalah memberitakan firman Tuhan dengan setia. Yang anda dan saya paling butuhkan bukanlah untuk mendengar khotbah yang menggelitik telinga kita tetapi untuk mendengar firman Tuhan yang memiliki kekuatan untuk mengubah hidup kita secara radikal. Ini harapan saya. Hari ini mungkin menyakitkan, tetapi saya berdoa supaya firman Tuhan akan mengejar hati anda dan membebaskan anda dari cinta akan uang. Saya yakin bahwa lebih dari setiap dosa lain, gereja di abad ke-21 mentoleransi dosa cinta akan uang. Inilah sebabnya mengapa @pastorinstyle dan @preachersnsneakers mendapatkan begitu banyak popularitas. Saya berharap mereka akan memasukkan foto saya di akun Instagram mereka untuk pemasaran gratis, tetapi sepertinya saya tidak cukup kaya bagi mereka untuk peduli akan saya. Hari ini, banyak gereja yang memberitakan jenis khotbah yang membuat orang menggunakan Allah untuk memiliki lebih banyak uang. Mereka mengabaikan peringatan Yesus kepada murid-muridnya bahwa sulit bagi mereka yang kaya untuk memasuki kerajaan Allah. Ada alasan mengapa Yesus berbicara lebih banyak tentang uang daripada tentang hal lainnya. Bukan karena Yesus mencintai uang tetapi karena ia memahami bahaya uang.

Hari ini, saya ingin memulai secara berbeda. Saya tidak akan langsung melompat ke dalam teks, tetapi saya ingin mengambil 15 menit untuk menjelaskan kepada anda sejarah Alkitab tentang kekayaan. Beberapa dari anda berpikir, Kita akan melakukan pelajaran sejarah di gereja?” Saya berjanji ini akan bermanfaat. Ini akan membantu kita memperjelas and meluruskan kesalah pengertian kita tentang kekayaan. Jadi kita akan mensurvei apa yang diajarkan seluruh Alkitab tentang kekayaan, mulai dari Perjanjian Lama sampai ke Perjanjian Baru. Ini akan sangat menyenangkan. Saya mengambil penjelasan ini dari Pastor David Platt dan beberapa orang lainnya.

 

Kita mulai dengan Kejadian pasal 12. Kita tahu apa yang terjadi dalam Kejadian 1 sampai 3. Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya untuk kita nikmati. Tetapi kemudian dosa masuk ke dalam dunia dan merusak ciptaan Tuhan dan tujuan baik dari ciptaan. Dan dalam Kejadian pasal 12, Tuhan memulai program pemulihan dunia dengan memanggil Abraham untuk memulai sebuah bangsa yang akan disebut umat Allah, Israel. Kejadian 12:1-3 – Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Ini adalah awal dari Tuhan hubungan dengan bangsa Israel, yang kita kenal sebagai Perjanjian Lama. Dan salah satu janji yang berulang kali dikatakan di Perjanjian Lama adalah bahwa ketaatan kepada Tuhan menghasilkan kepemilikan harta di bumi. Itu semua bermula dengan Abraham. Tuhan berkata kepada Abraham untuk pergi dari negerinya dan pergi ke tanah yang telah disiapkan Tuhan untuknya. Di dalam Perjanjian Lama, tanah adalah segalanya. Tanah adalah kekayaan. Tanah adalah kemakmuran. Semakin banyak tanah yang anda miliki, semakin banyak kekayaan yang anda punya. Di tiga ayat ini, Tuhan berjanji kepada Abraham bukan hanya berkat rohani tetapi juga berkat materi. Tuhan akan membuat Abraham sangat kaya. Jadi Tuhan berkata, “Aku akan memberkatimu dengan kekayaan rohani dan materi sehingga melaluimu berkat akan meluap ke semua kaum di muka bumi.” Begitulah semuanya dimulai dalam Kejadian pasal 12. Beberapa dari anda berpikir, “Tuhan akan membuat aku kaya? Kotbah baru mulai dan aku sudah suka khotbah ini. Aku tidak tahu mengapa Yosi mengatakan bahwa mungkin aku tidak menyukai dia pada akhir kotbah.” Tunggu saja. Ini baru permulaan.

Kemudian Abraham memiliki seorang putra dan namanya adalah Ishak. Apa yang terjadi pada Ishak? Apakah Abraham menikmati semua kekayaan dan Ishak tidak mendapatkan apa-apa? Tidak. Kejadian 26:12-14 – Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya. Ishak tidak hanya kaya, tetapi ia menjadi sangat kaya. Berkat seratus kali lipat. Dia memiliki begitu banyak kekayaan sehingga bangsa-bangsa di sekitarnya iri padanya. Kemudian Ishak, memiliki anak kembar, Esau dan Yakub. Yakub adalah anak yang mewarisi janji Allah. Yakub juga diberkati dengan kekayaan luar biasa. Kemudian salah satu putra Yakub bernama Yusuf menjadi Perdana Menteri Mesir dan mereka akhirnya tinggal di Mesir, di tanah Gosyen. Jadi kita bisa melihat di seluruh kitab Kejadian bahwa orang-orang pilihan Tuhan menjadi sangat kaya dan memiliki banyak harta. Ayo kita terus lanjutkan.

 

Pada bagian awal kitab Keluaran, orang Israel menjadi budak Mesir dan Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan. Tuhan mengirim 10 tulah dan membawa mereka keluar dari Mesir ke Tanah Perjanjian, tanah yang mengalir dengan susu dan madu. Dan ketika mereka meninggalkan perbudakan di Mesir, Tuhan memerintahkan mereka untuk meminta emas dan perak kepada orang Mesir. Dan tahukah anda apa yang dilakukan orang Mesir? Mereka memberikan emas dan perak mereka kepada orang Israel. Sangat luar biasa. Gambaran yang indah. Orang Israel telah menjadi budak ratusan tahun. Dan sekarang mereka meninggalkan perbudakan mereka dan orang-orang Mesir berkata, Hei, ambil sebagian emasku. Ambil sebagian perakku. Bahkan, ambil semuanya.” Berapa banyak dari anda yang menyukainya? Anda pergi ke tetangga anda dan meminta mereka memberikan kepada anda Mercedes baru mereka dan mereka langsung memberikannya kepada anda. Tuhan sedang memberkati bangsa Israel sehingga mereka masuk ke Tanah Perjanjian dengan kekayaan.

Dan sepanjang perjalanan, Tuhan memberikan janji yang begitu besar dalam kitab Ulangan. Jika anda besar di beberapa gereja Karismatik di Indonesia, anda akan sering mendengar perikop ini dikutip. Bagian ini sangat luar biasa. Dan ini menegaskan kembali janji Perjanjian Lama. Ketaatan kepada Tuhan menghasilkan kepemilikan harta di bumi. Anda bisa melihatnya beberapa kali dalam bagian ini, hubungan antara ketaatan Israel dan kekayaan harta yang Tuhan akan berikan kepada mereka.

Ulangan 28:9-14 – TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu. Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu–di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman. TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”

Sekarang, mari kita jujur. Berapa banyak dari anda yang suka dengan apa yang anda lihat sejauh ini? Angkat tangan anda. Ini sangat jelas. Ketaatan kepada Tuhan menghasilkan kekayaan dan kemakmuran yang luar biasa di bumi. Dan inilah yang Tuhan janjikan kepada Abraham bahwa Tuhan akan memberkati Abraham dan memberkati semua keluarga di bumi melalui Abraham. Sekarang, perhatikan ini. Apa yang Tuhan lakukan di dalam Perjanjian Lama adalah membangun sebuah bangsa yang akan menjadi tampilan kemuliaan Tuhan bagi semua bangsa. Bahkan, ini mengarah pada bagian kedua dari kebenaran ini. Dalam Perjanjian Lama, ketaatan kepada Tuhan menghasilkan kepemilikan harta di bumi dan Tuhan memberikan harta itu untuk membangun tempat yang menampilkan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Apakah saudara mengikuti saya? Pertama yang dijanjikan adalah Tanah Perjanjian. Israel akan hidup di tanah ini dan Israel akan menjadi tampilan kemuliaan Tuhan. Tapi kemudian, di sini kita percepat ke jaman Daud dan Salomo, janji Tuhan bukan hanya tentang memiliki tanah. Apa yang akan berada di tengah tanah perjanjian? Bait suci. Tuhan berkata, “Aku akan memberimu kekayaan besar sehingga kamu dapat membangun sebuah bait suci yang agung untuk menunjukkan kemuliaan-Ku kepada semua bangsa di sekitarmu.” Dan inilah yang terjadi.

 

Raja Daud mengumpulkan kekayaan dan putranya Salomo membangun bait suci bagi Tuhan dengan kekayaan itu. Tuhan membuat Daud sangat kaya dan Tuhan membuat Salomo bahkan lebih kaya. Dalam 1 Raja-raja, Salomo memakai kekayaan yang ia warisi dari ayahnya dan dia membangun sebuah bait suci. Ini bukan bangunan biasa saja. Bait ini adalah tempat di mana kemuliaan Allah akan tinggal di antara umat-Nya. Dan ketika Salomo mendedikasikan bait ini untuk Tuhan, ia mempersembahkan 22.000 sapi dan 120.000 domba dan kambing. 22.000 dan 120.000. Itu jumlah sapi, domba dan kambing yang sangat banyak. Ini adalah pesta super mewah. Semua bangsa lain di sekitar Israel akan mendengar tentang Israel dan kemakmuran Israel. Mereka akan melihat Israel dan melihat kemuliaan Tuhan. Dan itulah yang terjadi.

Ratu dari Sheba, seorang ratu kafir, datang mengunjungi Salomo dan kagum dengan apa yang ia lihat. Dia telah mendengar tentang ketenaran Solom dan kebesaran Tuhan dan dia memutuskan untuk datang dan melihatnya sendiri. Dan yang mengejutkan, ternyata kenyataannya jauh lebih menakjubkan daripada rumor yang dia dengar. Dia begitu terpesona karenanya dan dia memberkati Tuhan Israel. 1 Raja-raja 10:9 – Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran. Inilah yang kita lihat. Ketaatan umat Tuhan kepada Tuhan menghasilkan kepemilikan harta di bumi. Tuhan memberikan mereka harta dan kekayaan ketika mereka mentaati Tuhan. Tuhan memberikan mereka kekayaan untuk membangun Israel sebagai suatu bangsa dengan sebuah bait suci yang menampilkan kemuliaan Tuhan bagi semua bangsa di sekitar mereka. Itulah yang dilakukan Tuhan di seluruh Perjanjian Lama.

 

Sekarang, saya tahu apa yang anda pikirkan saat ini. “Yos, ini adalah khotbah terbaikmu. Aku suka banget. Tuhan akan membuat aku super kaya dan aku akan memberikan 10% dari kekayaan aku untuk gereja membeli gedung di city. Sempurna.” Sementara anda yang lain berpikir, “Oh tidak, Yosi telah beralih ke sisi gelap. Obsesinya untuk masuk ke @pastorinstyle sudah menjadikan dia salah satu pengkhotbah kemakmuran.” Jangan kuatir, saya tidak beralih ke sisi gelap. Saya hanya menegaskan apa yang ditunjukkan Perjanjian Lama kepada kita tentang kekayaan. Namun, kita tidak lagi hidup dalam Perjanjian Lama. Dan ada perubahan signifikan yang terjadi dalam Perjanjian Baru dalam hal kekayaan. Perhatikan kutipan ini.

“Perjanjian Baru melanjutkan prinsip-prinsip utama Perjanjian Lama dengan satu perbedaan yang mencolok. Dalam Perjanjian Baru, tidak pernah kekayaan materi dijanjikan sebagai imbalan yang dijamin untuk ketaatan rohani. Imbalan materi untuk kesalehan atau ketaatan tidak pernah muncul kembali dalam pengajaran Yesus. Bahkan fakta yang terjadi adalah janji kekayaan secara eksplisit dikontradiksikan di seluruh Perjanjian Baru.” – Craig Bloomberg.

Ini penting sekali. Seperti yang akan kita lihat, ada perubahan radikal dalam cara pandang Perjanjian Baru mengenai kekayaan. Ketika Yesus memberi tahu para muridnya bahwa mereka tidak dapat melayani dua tuan, ia tidak memberikan mereka pilihan antara Yesus dan setan. Tidak. Tahukah anda apa pilihannya? Yesus dan mammon (uang). Dan ada alasan mengapa Yesus mengatakan bahwa “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Paulus memperluas ajaran ini dengan mengatakan kepada kita bahwa mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam banyak pencobaan dan keinginan yang dapat merusak dan menghancurkan hidup mereka. Perjanjian Baru memberikan kita gambaran kekayaan yang sangat berbeda. Dalam Perjanjian Lama, ketaatan kepada Tuhan menghasilkan kepemilikan harta di bumi. Dalam Perjanjian Baru, ketaatan kepada Tuhan membawa kita untuk melepaskan harta di bumi. Saya tahu ini tidak populer tetapi ini adalah kebenaran. Ini adalah bagian di mana anda yang menyukai apa yang saya katakan sebelumnya akan mulai membenci saya. Ada banyak gereja dan umat Kristen saat ini yang masih hidup dalam prinsip-prinsip Perjanjian Lama tentang kekayaan. Tidak hanya hidup di dalamnya tetapi bahkan lebih menyukai prinsip Perjanjian Lama. Mereka masih melihat akumulasi kekayaan sebagai tanda berkat Tuhan atas ketaatan mereka dan mereka menggunakan kekayaan mereka untuk membangun kerajaan mereka sendiri. Mereka mengabaikan fakta bahwa Yesus sudah datang dan memberikan kita Perjanjian Baru.

Dalam Perjanjian Baru, Tuhan tidak lagi bekerja untuk menampilkan kemuliaan-Nya melalui satu bangsa dan satu bait suci. Dalam Perjanjian Baru, Yesus berkata, Pergi dan jadikan segala bangsa murid-Ku.” Kita tidak lagi membangun satu bait suci besar bagi orang-orang untuk melihat kemuliaan Tuhan karena sekarang anda dan sayalah bait suci Tuhan. Kita harus membawa kemuliaan Tuhan ke segala bangsa dan memuridkan mereka. Kita tidak membutuhkan bangunan yang lebih besar, lebih banyak harta dan kekayaan. Kita tidak hidup di dalam Perjanjian Lama. Kita hidup dalam perjanjian yang berbeda, perjanjian yang baru. Bukan lagi Tuhan memberikan kekayaan untuk membangun tempat untuk menunjukkan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, sekarang Tuhan memberikan kekayaan untuk membangun umat yang pergi membawa kemuliaan-Nya kepada bangsa-bangsa.

Ini sangat berbeda. Sekarang ini bukan lagi tentang tempat, tetapi tentang umat. Kita tidak membangun sebuah bangunan dan berkata, Mari datang dan lihat kemuliaan Tuhan.” Sebaliknya, kita memakai harta yang Tuhan sudah berikan kepada kita dan kita pergi kepada bangsa-bangsa dan mengatakan “Inilah kemuliaan Kristus.” Kita adalah orang-orang yang mengambil kekayaan kita dan melepaskan itu untuk membawa kemuliaan Kristus kepada bangsa-bangsa. Dalam Perjanjian Lama, modenya adalah “Datang dan lihat.” Dalam Perjanjian Baru, modenya adalah “Pergi dan beritakan.” Apakah anda mengikuti saya? Tuhan tidak memberkati kita sehingga kita dapat meningkatkan standar hidup kita. Tuhan memberkati kita sehingga kita dapat memberikan apa yang kita miliki untuk membuat kemuliaan Tuhan dikenal ke seluruh bangsa. Inilah pandangan Perjanjian Baru tentang kekayaan.

 

Sekarang mari kita masuk ke dalam teks. Saya akan membagi bagian ini menjadi empat bagian. Pertanyaan; jawaban; respon; kabar baik .

 

Pertanyaan

 

Lukas 18:18 – Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Lukas memberi tahu kita bahwa pria ini adalah seorang pemimpin dan dia kaya. Tetapi Injil lain juga memberi tahu kita bahwa pria ini masih muda. Itulah sebabnya ia dikenal sebagai pemimpin muda yang kaya. Dan tidak hanya itu, kita juga menemukan dari kisah ini bahwa pria ini adalah orang yang benar. Dia mematuhi semua hukum sejak masa mudanya. Jadi, jika kita dapat membuat daftar sifat-sifatnya: pemimpin, muda, kaya dan benar. Pria ini memiliki paket total. Dia sebaik siapapun yang menurut anda paling baik. Saya tidak yakin apakah dia masih bujangan atau tidak, tetapi jika dia masih bujangan, semua mami pasti ingin pria ini menjadi menantu mereka. Benar para mami? Dan bukan hanya itu, meskipun pria ini memiliki paket lengkap, pria ini rela mengakui bahwa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya dan dia datang untuk menemui Yesus. Kualitas pria ini akan membuat sebagian besar pria Kristen jaman now merasa malu.

Pria ini mengajukan pertanyaan kepada Yesus. Namun, pertanyaannya bermasalah. Dia mengajukan pertanyaan, “Apa yang harus aku PERBUAT untuk memperoleh hidup yang kekal?” Ini adalah pertanyaan yang salah. Pria ini mengasumsikan bahwa kehidupan kekal adalah sesuatu yang dapat diperoleh dengan perbuatan. Dia mendekati Yesus dengan mentalitas agamawi. Agama mengatakan bahwa anda harus melalukan hal-hal agar diterima oleh Tuhan. Jadi sekarang dia ingin Yesus memberikan daftar hal-hal yang harus dia perbuat untuk memperoleh kehidupan kekal. Pria ini siap membayar harga kehidupan yang kekal. “Berapa? Katakan padaku Yesus. Berapa harganya? Aku akan membayarnya lunas.”

Pria ini memiliki kehidupan yang baik. Dia memiliki karir yang baik, reputasi yang baik, penghasilan yang baik, dia berada di puncak gunung. Namun dia hanya kekurangan satu langkah lagi. Satu langkah. Itu saja. Dan dia mencari Yesus untuk satu langkah itu. Ia mengharapkan Yesus mengatakan kepadanya satu perbuatan besar yang harus ia lakukan agar Tuhan berutang kepadanya kehidupan kekal. Dia tidak menyadari bahwa Yesus akan memutarbalikan dunianya. Yesus akan memberitahu pemuda yang memiliki resume yang sempurna ini bahwa ia membutuhkan lebih dari satu langkah karena ternyata selama ini ia berada di jalan yang salah.

 

Jawaban

 

Lukas 18:19-23 – Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.” Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.

Pertama, Yesus bertanya kepada orang itu mengapa ia memanggil Yesus baik. Sesuatu yang perlu kita pahami tentang orang Yahudi adalah untuk mereka “Baik” adalah atribut yang hanya dimiliki oleh Tuhan. Anda tidak menyebut orang lain “baik.” Tidak ada yang baik selain Tuhan. Jadi, Yesus tidak menyangkal bahwa ia baik. Yesus meminta pria ini untuk berpikir. Yesus berkata, “Apakah kamu tahu apa yang kamu katakan dengan memanggil aku baik? Hanya Tuhan yang baik. Jika kamu menyebut aku baik, maka aku adalah Tuhan. Aku tidak bisa hanya menjadi guru. Jika aku baik, maka aku pastilah Tuhan.”

Tetapi yang mengejutkan adalah apa yang terjadi selanjutnya. Yesus memberikan pria ini daftar perbuatan baik! Ini aneh. Anda dan saya tahu bahwa tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan kehidupan kekal. Injil mengatakan bahwa Yesus datang dan melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan agar mereka yang percaya kepadanya dapat memiliki kehidupan yang kekal. Tetapi di sini kita mendapati Yesus memberikan daftar perbuatan baik yang harus dilakukan pemuda itu. Yesus memutuskan untuk ikut serta dalam “permainan perbuatan baik” pria ini. “Oke, mari kita mulai dengan 5 dari 10 perintah.” Yesus dengan sengaja memberikan daftar perintah horisontal dan tidak ada satupun yang vertikal. Dan pria itu dengan percaya diri menjawab, “Sepuluh perintah Allah? Apakah hanya itu saja? Aku sudah lakukan! Aku telah mentaatinya sejak masa mudaku. Ada lagi?” Saya ingin berhenti sejenak dan memberi tepuk tangan kepada pemuda ini. Dia melakukan apa yang saya tidak pernah bisa. Dia menghormati ayah dan ibunya sejak masa mudanya. Jika dia masih hidup hari ini, saya ingin bertanya pada dia apa rahasianya. Tentu saja, pria ini tidak mematuhi hukum sesuai dengan standar Yesus. Standar Yesus adalah untuk menghormati ayah dan ibu tidak hanya secara eksternal tetapi juga secara internal. Kita gagal di keduanya. Berapa banyak dari anda yang pernah bertindak tidak sopan kepada orang tua anda? Berapa banyak dari anda yang pernah memaki orang tua di hati anda? Jika tangan anda tidak terangkat, anda sudah melanggar perintah “Jangan berbohong.” Kita semua mendapatkan nilai F pada keduanya. Tetapi setidaknya pemuda ini berhasil menghormati orang tuanya dan mematuhi hukum horizontal secara eksternal.

 

Ketika Yesus mendengar jawaban pria ini, Yesus memandang pria itu dan berkata, “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ini luar biasa! Izinkan saya menjelaskan apa yang terjadi di sini. Dengan pernyataan ini, Yesus menghancurkan dua asumsi yang dimiliki orang tentang kekristenan. Dua asumsi yang salah adalah bahwa kekristenan adalah sesuatu yang dapat kita lakukan dan kekristenan adalah sesuatu yang kita tambahkan ke dalam kehidupan kita. Saya jelaskan.

Orang kaya itu datang kepada Yesus dengan pertanyaan, “Apa yang harus aku perbuat?” Dia melihat kekristenan sebagai sesuatu yang bisa dia lakukan dan sesuatu yang perlu dia tambahkan atas apa yang sudah dia miliki. Yesus mencantumkan semua perintah horizontal dan pria itu dengan yakin menjawab bahwa dia sudah melakukannya. Jadi Yesus memberi orang itu satu ujian lagi. “Oke, karena kamu hebat, aku hanya perlu satu tes lagi. Jual semua yang kamu miliki dan ikuti aku.” Apakah anda mengerti apa yang Yesus lakukan? Yesus mengatakan, “Kamu sangat luar biasa dalam menaati perintah ke 6, 7, 8, 9, dan ke 5. Lakukan saja satu hal ini dan kamu akan menjadi sempurna. Taati perintah pertama. Janganlah ada Allah lain selain aku. Aku tahu ini akan menyakitimu, tapi aku ingin kamu melihat monster di dalam dirimu. Aku ingin kamu tahu apa yang membunuhmu. Itu adalah allahmu yang lain, yaitu kekayaan. Jadi, singkirkan ilah palsumu dan ikuti aku, satu-satunya Allah yang benar.”

Apa yang Yesus lakukan konsisten dengan apa yang telah Tuhan lakukan sejak awal. Inilah yang dilakukan Tuhan dengan Abraham. “Abraham, aku ingin kamu mengorbankan putramu, satu-satunya putra yang kamu kasihi kepadaku. Aku menginginkan dia. Aku ingin hartamu. Berikan dia kepadaku.” Apa yang Tuhan katakan kepada Abraham adalah bahwa Tuhan menginginkan hal yang paling penting dalam kehidupan Abraham. Ishak! Dan inilah yang Tuhan katakan kepada kita semua hari ini. “Apa yang memberimu kesenangan dalam hidup? Apa yang mendorong anda di pagi hari ketika anda bangun? Apa yang ada dalam pikiran anda setiap saat? Apa hartamu? Apa mimpimu? Berikan kepadaku.” Intinya bukan hanya uang tetapi apa pun dalam hidup kita yang lebih berharga daripada Yesus. Yesus mengungkap hati pemuda ini dan menunjukkan kepadanya bahwa ia lebih mencintai uang daripada Tuhan. Uang adalah identitasnya. Uang adalah keamanannya. Uang adalah tuhannya. Pria ini menganggap bahwa ia dapat memiliki uang dan Yesus sebagai tuhannya. Ia melihat kekristenan sebagai sesuatu yang dapat ia tambahkan ke apa yang sudah dimilikinya.

Dan di sini Yesus menghancurkan anggapan itu. Kekristenan bukanlah suatu tambahan yang anda lakukan dalam hidup. Kekristenan bukan sesuatu yang anda lakukan pada hari Minggu. Kekristenan adalah seperti ledakan yang menghancurkan segala yang anda miliki untuk membuat sesuatu yang baru. Kekristenan bukanlah hobi melainkan revolusi. Yesus bukanlah aplikasi baru yang anda instal di telfon anda. Yesus adalah Sistem Operasi yang baru dari mana segala aplikasi bekerja. Dan untuk memegang Yesus, kita harus melepaskan apa yang kita pegang erat-erat sebagai harta kita. Jangan terjebak dalam perangkap monyet. Jika anda tidak tahu apa itu perangkap monyet, itu adalah sangkar yang berisi pisang dengan lubang yang cukup besar untuk dimasuki tangan monyet, tetapi tidak cukup besar untuk tangan monyet yang memegang pisang untuk keluar. Agar monyet bisa bebas dari perangkap, monyet harus melepaskan pisang yang dipegang erat-erat di tangannya. Yesus memberi tahu orang kaya ini untuk melepaskan kekayaannya dan mengambil Kristus.

Dan kemudian tertulis apa yang menurut saya adalah salah satu ayat paling menyedihkan di seluruh Alkitab. “Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.” Pria ini memilih kekayaannya daripada Yesus. Pria ini siap melakukan apa pun. Apa pun yang diperintahkan Yesus kepadanya untuk dilakukan, ia siap. Kecuali, satu hal. Kecuali, kekayaannya. “Ya Yesus, kamu bisa meminta apa saja dariku tetapi jangan sentuh kekayaanku.” Dan Yesus berkata “Beri aku kekayaanmu.” Dan pria ini gagal total.

 

 

Respon

 

Lukas 18:24-26 – Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

Melihat apa yang terjadi pada pemuda yang kaya itu, Yesus berpaling kepada murid-muridnya dan memberi mereka pelajaran. Dia berkata, “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Tapi dia tidak berhenti di sini. Dia melanjutkan dengan ilustrasi yang menakjubkan. “Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Yesus menggunakan ilustrasi lucu ini untuk membuat satu poin. Unta adalah binatang terbesar di bagian dunia itu. Mereka tidak punya gajah. Dan lobang jarum adalah hal terkecil yang ada. Sekarang bayangkan binatang terbesar mencoba melewati hal terkecil di dunia. Apa yang terjadi? Tidak hanya sulit, tidak mungkin. Itu poin Yesus. Tidak mungkin bagi orang kaya untuk memasuki kerajaan Allah.

Dan sekarang para murid terkejut. Mereka bertanya, “Jika tidak mungkin bagi orang kaya untuk memasuki kerajaan Allah, lalu siapa yang bisa?” Ingat, mereka bekerja dari asumsi Perjanjian Lama bahwa jika anda kaya, itu karena anda diberkati oleh Allah. Pemuda kaya itu memiliki apa yang diperlukan untuk mendukung pembangunan bait suci dan mengembalikan Israel ke masa kejayaannya sebelumnya. Dan sekarang Yesus memperkenalkan mereka kepada konsep yang baru tentang kekayaan. Di mata Yesus, kekayaan pria muda yang kaya ini bukanlah berkat dari Tuhan, tetapi penghalang kepada Tuhan. Apa yang menghalangi orang ini dari memiliki kehidupan kekal adalah kekayaannya.

 

Saya ingin berhenti sebentar di sini. Kita tahu bahwa ayat 27 akan datang dan karenanya kita kadang-kadang mengabaikan bobot perkataan Yesus di ayat sebelumnya. Saya yakin bahwa perikop ini berlaku bagi banyak dari kita. Pesan ini untuk kita. Kita adalah pemimpin muda yang kaya. Setiap dari kita menyukai uang lebih daripada yang mau kita akui. Dan di sini Yesus dengan jelas menunjukkan kita pada bahaya kekayaan. Uang adalah sesuatu yang luar biasa bagus tetapi luar biasa berbahaya pada saat yang sama. Uang memiliki kekuatan untuk mengubah seseorang secara radikal. Anda dan saya tahu ini. Kita mengenal orang-orang yang baik dan ramah ketika mereka tidak memiliki banyak uang dan tiba-tiba berubah menjadi monster ketika mereka menjadi kaya.

Timothy Keller memberikan empat alasan mengapa uang berbahaya secara rohani. Pertama, uang adalah godaan besar untuk tidak jujur. Coba pikirkan. Jika penghasilan anda beberapa ratus dolar, tidak jujur akan memberikan anda beberapa ratus dolar lebih. Tetapi jika penghasilan anda ratusan ribu, tidak jujur akan memberikan ratusan ribu lebih. Semakin banyak uang yang anda hasilkan, semakin banyak uang yang dapat anda dapatkan melalui kecurangan. Dan fakta mengatakan bahwa semakin anda sukses, semakin besar tekanan untuk tidak jujur. Setuju para pengusaha? Dua, uang membuat anda kecanduan. Adalah fakta bahwa semakin besar penghasilan anda, semakin kecil persentase yang anda berikan. Saya sering berbicara dengan teman-teman saya. Dan mereka berkata, “Ketika aku menghasilkan beberapa ribu dolar sebulan, mudah bagi aku untuk memberikan perpuluhan. Tetapi sekarang aku menghasilkan puluhan ribu dollar sebulan, aku tidak bisa memberikan beberapa ribu kepada gereja. Jumlahnya terlalu banyak.” Faktanya adalah, anda menjadi lebih kaya tetapi anda merasa lebih miskin dari sebelumnya. Tiga, uang memberi anda keamanan palsu. Ketika anda memiliki banyak uang di bank, anda merasa aman. Uang membuat anda merasa siap untuk segala hal yang akan terjadi di masa depan. Tetapi ketika kehidupan menghantam wajah anda, ketika tragedi terjadi, yang menopang anda bukanlah uang tetapi karakter, sukacita, dan iman. Tetapi anda terlalu sibuk menghasilkan uang untuk mengembangkan apa yang benar-benar penting dalam hidup. Empat, uang bisa membuat anda sombong. Bukankah benar bahwa jika anda pandai menghasilkan uang, anda mulai berpikir bahwa anda pandai dalam segala hal? Anda mungkin tidak tahu apa-apa tentang politik atau gereja tetapi anda merasa tau banyak karena dompet anda tebal. Uang membuat anda merasa bisa. Inilah masalah dengan pemimpin muda yang kaya. Dia ingin membeli jalan menuju kehidupan kekal karena dompetnya penuh. Tetapi itu bukanlah bagaimana anda memasuki kerajaan Allah. Tidak mungkin bagi anda untuk melakukannya sendiri.

 

Kabar baik

 

Lukas 18:27 – Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Ini adalah kabar terindah di alam semesta. Apa yang mustahil bagi manusia, mungkin bagi Allah. Yesus menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk mendapatkan hidup yang kekal. Hidup yang kekal hanya mungkin oleh karya Allah saja. Ini bukan karena perbuatan manusia, tetapi karena karunia Allah saja. Inilah alasan Yesus datang. Yesus adalah pemimpin muda kaya yang sesungguhnya. Yesus adalah orang terkaya di alam semesta. Dia pemilik alam semesta. Dia jauh lebih kaya dari pada orang terkaya yang pernah hidup dan dia meninggalkan semua yang dia miliki untuk mengejar kita. Yesus hidup dalam kemiskinan selama bertahun-tahun. Dan dia tidak hanya meninggalkan semua kekayaannya, dia memberikan darahnya untuk kita. Kita semua layak menerima murka Allah dan pemisahan kekal dari Allah karena dosa-dosa kita tetapi darah Yesus ditumpahkan sehingga kita dapat menerima pengampunan penuh dari dosa. Yang diperlukan untuk membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin adalah bagi kita untuk menaruh iman kita di dalam Kristus. Itu saja. Kabar baik dari Injil adalah bahwa Kristus telah melakukan apa yang tidak mungkin bagi manusia agar kita dapat menerima hidup yang kekal hanya dengan percaya kepadanya.

2 Korintus 8:9 – Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. Inilah Injil! Saudara, anda mungkin tidak berpikir anda kaya. Anda mungkin tidak merasa kaya. Tapi izinkan saya memberi tahu anda. Anda sangat amat kaya. Anda adalah pewaris dunia yang diciptakan. Kekayaan Bill Gate dan Warren Buffet digabungkan tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang sudah anda miliki di dalam Yesus. Di kayu salib, Yesus membeli untuk anda kekayaan yang kekal. Inilah yang diberikan Injil kepada kita. Injil menuntut lebih dari yang kita pikirkan tetapi Injil memberikan lebih dari yang kita harapkan. Injil menuntut semua kekayaan kita yang sementara tetapi Injil memberikan kita kekayaan kekal yang sejati.

 

Pertanyaannya sekarang adalah, “Apa yang harus kita lakukan dengan kekayaan kita?” Saya akan menutup dengan ini. Saya tahu keberatan anda. Anda mengatakan sekarang, “Tapi Yos, aku tidak sekaya itu. Aku bukan orang muda yang kaya itu.” Hal tentang kekayaan adalah bahwa orang-orang kaya tidak pernah merasa bahwa mereka kaya. Bahkan, anda tidak harus kaya untuk menjadi seperti pemuda ini. Jika anda ingin menjadi kaya, anda sudah berada dalam masalah. Jadi inilah yang saya katakan. Saya tidak mengatakan kepada setiap anda untuk menjual semua yang anda miliki dan memberikannya kepada orang miskin. Tetapi saya mengatakan bahwa sangat mungkin bahwa tuhan anda adalah uang dan Tuhan mengatakan kepada anda untuk memberikan kekayaan anda kepadanya. Jika Yesus dapat memerintahkan pemuda yang kaya ini untuk melakukannya, dia juga dapat memerintahkan anda untuk melakukan hal yang sama. Berikan kekayaanmu kepada Yesus.

Apakah salah untuk menghasilkan uang banyak? Tentu saja tidak. Pergi dan hasilkan uang sebanyak mungkin dan gunakan uang itu untuk menyebarkan Injil dan kemuliaan Allah kepada bangsa-bangsa. Itu konsep kekayaan di Perjanjian Baru. Jangan menginvestasikan kekayaan anda di dunia yang sementara ini tetapi di dunia yang akan datang. Lakukan investasi yang tepat! Perjanjian Baru menjanjikan kita bahwa ketaatan kepada Allah hari ini menghasilkan kekayaan di kerajaan kekekalan Allah. Umat Kristus bisa melepaskan kekayaan di sini dan sekarang karena kita dijamin upah dalam hidup yang kekal. Suatu hari akan tiba di mana kita akan menikmati kemuliaan dan kekayaan Allah dengan bangsa-bangsa dan inilah tujuan hidup kita.

Satu ilustrasi dan saya kembali ke tempat duduk saya. Katakanlah anda tinggal di Indonesia dan anda datang ke Australia selama sebulan. Dan anda tinggal di kamar hotel selama di sini. Dan aturannya adalah, selama satu bulan ini, anda dapat menghasilkan uang sebanyak yang anda bisa, tetapi ketika anda naik pesawat untuk kembali ke Indonesia pada akhir bulan, anda tidak dapat membawa apa pun di pesawat itu bersama anda. Anda tidak dapat membawa uang dan harta bersama anda. Namun, ada satu trik. Sewaktu anda menghasilkan uang sebanyak yang anda bisa, anda dapat mendepositkan uang ke bank anda di Indonesia. Jadi anda punya waktu sebulan di sini dan katakanlah anda menghasilkan satu juta dolar per hari. Apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan menghabiskan uang untuk membeli apartemen, mobil, dan gadget baru? Tentu tidak. Itu adalah hal paling bodoh yang bisa anda lakukan dengan uang anda. Sebaliknya, anda akan menghasilkan uang sebanyak yang anda bisa dan anda akan memastikan bahwa sebelum anda naik ke pesawat, semua uang anda ada di bank di Indonesia.

Satu pertanyaan terakhir dan saya selesai. Apakah kita hidup seperti itu?

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.