Jangan sampai iblis beroleh keuntungan atas kita!

“supaya iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya” 2 Korintus 2: 11.

Firman Tuhan berkata bahwa di akhir zaman orang-orang percaya akan disiksa, dibunuh dan dibenci. Dan akan banyak orang yang murtad dan saling menyerahkan. Kedurhakaan akan bertambah; akan banyak nabi-nabi palsu yang muncul, dan kasih orang juga akan menjadi dingin (Matius 24:10-12; 2 Timotius 1-9). Tetapi Tuhan juga berjanji bahwa: “orang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Matius 24: 13).

Iblis selalu ingin mendorong agar kita mencari jalan keluar dengan kekuatan kita sendiri. Ketahuilah bahwa Allah ijinkan ujian dan cobaan di dalam hidup kita agar kita boleh semakin kuat. Tuhan menginginkan agar setiap kita mengandalkan-Nya! Firman Tuhan berkata bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri.

Di dalam Matius 4, diceritakan tentang pencobaan Yesus di padang gurun. Di sana, Yesus dicobai oleh iblis agar Yesus mau mengandalkan kekuatan-Nya sendiri. Yesus tidak tertipu oleh tipuan iblis sebeb Ia tahu rencananya. Yesus tahu apa maksud dari iblis!

Janganlah kita mencoba untuk mempercepat rencana Tuhan dalam hidup kita dengan kekuatan kita sendiri.

Sewaktu Yesus di bumi, Ia adalah manusia 100%. Tetapi Yesus selalu berhasil menghadapi semua ujian dan cobaan, sebab hati-Nya selalu melekat dengan hati Bapa. Setiap keputusan yang Ia ambil adalah hanya untuk menyenangkan hati Bapa saja.

Marilah kita juga belajar agar tidak mengambil keputus yang semata-mata hanya untuk menyenangkan daging kita, melainkan untuk menyenangkan hati Bapa.

“Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan” (Ibrani 11:27). Musa bukan manusia yang sempurna, ia pernah gagal, tetapi Musa bertahan! Bagaimankah kita dapat bertahan sampai akhir? Kita dapat bertahan sampai akhir jikalau mata kita melihat kepada apa yang tidak kelihatan, yaitu Tuhan Yesus. Kita bukan hanya dapat bertahan, tetapi kita juga akan keluar lebih dari pemenang!

Yosafat juga kuat bertahan karena matanya tertuju kepada Tuhan. “Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu” (2 Tawarikh 20: 12).

Sewaktu mata kita tertuju kepada Tuhan, Ia akan menyediakan kepada kita apa yang tidak pernah kita lihat maupun pikirkan.

Biarlah setiap kita boleh belajar dari Firman Tuhan, supaya mata kita senantiasa tertuju kepada Tuhan Yesus! Di dalam Matius 21: 15-25, diceritakan di mana di saat mata Petrus berpaling dari Yesus dan matanya tertuju kepada manusia, Petrus mulai membanding-bandingkan, mulai mengurusi urusan orang lain, dan mulai menggosipkan orang lain.

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah” (Ibrani 12: 2).

Tags:
No Comments

Post A Comment