Janji Tentang Pemulihan

Pelajaran kita hari ini diambil dari kitab Zefanya 3:9-20. Kita akan bersama-sama melihat 4 ciri tanda kesiapan manusia untuk menerima janji-janji Tuhan.

1. Bibir yang bersih “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.” Zefanya 3:9

Ciri yang pertama tanda kesiapan untuk menerima janji Tuhan adalah perkataan yang bersih dan benar di hadapan Tuhan.

“Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”” Yesaya 6:5

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Amsal 18:21

Tahukah saudara bahwa masa depan kita ditentukan oleh perkataan kita hari ini?

Dengan memiliki bibir yang bersih, maka langit akan terbuka atas kita dan janji-janji Tuhan akan kita alami.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”” Matius 12:36, 37

Ingatlah bahwa setiap perkataan sia-sia yang kita ucapkan haruslah kita pertanggung jawabkan pada hari penghakiman.

2. Kerendahan hati “Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN” Zefanya 3:12

Kerendahan hati adalah wadah di mana Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya dan mencurahkan berkat-berkat-Nya.

Berikut adalah ciri-ciri orang yang rendah hati: – Memiliki hati seoarang hamba Ini tidak sama dengan memiliki mental seorang hamba; tetapi hati hamba berbicara soal ketaatan. Apa yang Tuhan katakan akan kita lakukan walaupun kita belum mengerti semuanya.

– Memiliki hati seoarang murid Hal ini berbicara soal proses. Di dalam hidup ini kita perlu terus belajar, bukan sesuatu hal yang mudah dan mengenakkan.

Kesakitan di dalam hidup akan memberikan kita kekuatan baru. Ini adalah alat ampuh Tuhan untuk membangkitkan kita.

– Memilik hati seorang prajurit Yaitu memiliki semangat di dalam hidup.

– Memiliki hati seoarang penyembah Yaitu orang yang suka berdoa dan menyembah kepada Tuhan.

3. Bersorak-sorai dan bersuka cita “Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!” Zefanya 3:14

Inilah waktu bersorak-sorai sebab Tuhan menyediakan segalanya bagi kita. Dia bahkan berikan yang terbaik bagi kita.

Mengapa kita bersorak sorai? Sebab Tuhan telah mengampuni kita (Zefanya 3:15). Sebab Tuhan ada di antara kita (Zefanya 3:17)

Pada waktu kita takut sekalipun, bersorak-sorailah kepada Tuhan (Zefanya 3:16).

4. Mempercayakan diri kepada Tuhan Mempercayakan diri kepada Tuhan ini tidaklah sama dengan hanya percaya kepada Tuhan semata-mata. Mempercayakan diri kita kepada-Nya berarti kita mau melepaskan kemudi atas hidup kita dan menyerahkannya kepada Tuhan.

Supaya kita sukses, hidup kita harus dikontrol oleh Tuhan. Jangalah seperti anak yang terhilang yang tidak mau dikontrol oleh bapanya (Lukas 15:12).

Jika hidup kita tidak mau dikontrol oleh Tuhan, maka tidak aneh jika hidup kita sengsara.

Kita harus senantiasa lapar dan haus akan firman Tuhan (Lukas 15:16). Dan menyadari siapa kita diri kita; jangan pernah lupa siapa yang mengangkat kita, dan siapa kita dulunya.

Terimalah kasih Bapa (Lukas 15:20). Anak yang terhilang ini sukses karena pada akhirnya dia kembali kepada bapanya. Janganlah kita seperti anak sulung yang justru terhilang di rumah bapa.

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10

Tags:
No Comments

Post A Comment