Kasih

Karena begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, maka Dia merelakan AnakNya untuk mati buat kita. Dunia diartikan dengan orang/manusia yang tinggal diatasnya bukan berbicara tentang ciptaan Tuhan yang lain seperti gunung, ekosistem, mobil dan sebagainya. 

Tuhan hanya mempunyai Anak satu-satuNya dan Dia merelakan Anaknya untuk mati menggantikan kita., Dengan kata lain Tuhan menghargai/mencintai kita lebih besar dari AnakNya sendiri. Kita harus benar-benar mengerti Firman Tuhan ini dan memasukkan kedalam hati kita.

Kita sebagai orang tua tentunya tidak akan menukarkan hidup anak kita dengan hidup orang lain yang tidak kita kenal namun pernahkah kita berpikir bahwa Bapa di surga menukarkan hidup dan nyawa  AnakNya dengan kehidupan kita. Kita jauh lebih berharga di mata Tuhan.

Hari Valentine berasal dari tradisi dimana pada zaman dahulu seseorang bernama Santo Valentino yang sangat penuh dengan kasih sayang terhadap binatang dan lingkungan disekelilingnya. Tapi sesungguhnya Santo Valentino dapat melakukan semua ini karena ada Bapa/Yesus di surga yang mengasihi dia terlebih dahulu sebelum Santo Valentino dapat mengasihi yang lain.

Pertanyaannya sekarang, mengapa sering kita menemukan orang Kristen yang kecewa, mundur dari pelayanan, sibuk, dan lain sebagainya? Karena kita sangat bodoh dan menganggap kasih Tuhan hanya biasa saja.

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada orang yang rela mengorbankan hidupnya untuk orang lain seperti yang dilakukan Tuhan Yesus kepada kita. Dan pada saat kita baca dari Rm 5:8 dikatakan bahwa Tuhan Yesus telah mati untuk kita pada saat kita masih berdosa,

Ada pengajaran yang mengatakan bahwa pada saat kita berdosa, Tuhan tidak mendengarkan doa kita. Pengajaran tersebut tidaklah seluruhnya benar, Tuhan masih mendengarkan doa dan menolong kita pada saat kita “Jatuh” dalam dosa dan segera bertobat, Namun apabila kita “Jatuh” dalam dosa dan “Hidup” dalam dosa maka dosa yang menjadi penghalang doa-doa kita.

Rm 8: 35 & 39 menyatakan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dengan kasih Tuhan termasuk fitnah, aniaya, kelaparan, kemiskinan, kebangkrutan bahkan Setan juga tidak dapat melakukannya. Tapi pada saat kita mendengarkan apa kata Dunia dan mengikutinya maka kita telah bertindak bodoh.

Yoh 14: 21 – pada saat kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, maka kita akan dikasihi oleh Bapa dan Anak (Tuhan Yesus) akan menampakkan DiriNya kepada kita. Jikalau kita mengasihi Tuhan sungguh-sungguh, apakah kita sudah mengalami kunjungan Tuhan dalam hidup kita. Apakah kita mengalami hadiratNya dan apakah pribadi Tuhan sudah dimanifestasikan kita dalam hidup kita.

Bukti lain orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan adalah bertemu dengan Dia secara pribadi dan hidupnya berubah seperti Yesus. Sering kali orang Kristen berlaku sebagai orang yang “opportunistic” dimana kita hanya mencari berkat dari Tuhan saja namun tidak mengasihi yang memberikan berkat buat kita.

Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat teliti, dengan kata lain kalau kita setia pada perkara kecil maka Tuhan tidak akan mengungkapkan perkara-perkara yang besar kepada kita. Kita harus jaga hati kita senantiasa supaya kita tidak berdosa dan salah dihadapan Tuhan.

Mengasihi Tuhan bukan pada saat kita menginginkan berkat, kesembuhan, mukjizat, minta pertolongan tapi biarlah kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, kekuatan dan segenap akal budi kita.

Tuhan tidak ingin pujian, penyembahan, persembahan dan puasa yang tidak datangnya dari hati kita yang paling dalam.

Yoh 21:15-22 – Banyak pengertian yang lama berkata bahwa Petrus tidak mendapat ikan dikarenakan dia telah mundur sebagai murid Tuhan Yesus. Pengertian ini dilandasi oleh pembagian antara kehidupan gereja dan kehidupan sekuler. Pengertian yang telah berkembang adalah tidak ada lagi pembagian antara kehidupan gereja dan sekuler, yang ada adalah dimana kita ditaruh Tuhan baik di pekerjaan, business ataupun sebagai pelajar kita dapat melakukan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan.

Perikop di atas juga mengajarkan bagaimana Tuhan meminta Petrus untuk mengembalakan domba namun itu didahului dengan pertanyaan, “Apakah engkau mengasihiKu? terlebih dahulu. Ini berarti kita melayani Tuhan berdasarkan kasih bukan kemampuan dan kekuatan kita.

Kata “Kasih” yang dipakai Tuhan kepada Petrus yang pertama dan kedua adalah kasih “Agape” namun balasan dari Petrus adalah bahwa dia dapat mengasihi Tuhan dengan kasih “Phileo” bukan “Agape”. Dari pelajaran ini, kita dapat mengerti bahwa manusia juga dapat mengasihi Tuhan dengan kasih “Agape”, karena Tuhan tidak pernah menuntut yang kita tidak dapat lakukan.

Namun pada pertanyaan ketiga, Tuhan menanyakan kepada Petrus dengan kasih “Phileo” bukan “Agape” lagi. Petrus menjawab Tuhan dengan kasih “Phileo”. Ini menunjukkan bagaimana luar biasa baiknya Tuhan dimana Dia mau menurunkan standarNya dan menerima kasih “Phileo” dari kita. Pada saat kita mengasihi Tuhan dengan kasih “Phileo” sekalipun, maka Tuhan senang menerima kasih kita.

Pada akhirnya Tuhan akan menolong kita sehingga kita mampu mengasihi Dia dengan kasih “Agape”.

Pembacaan ayat Alkitab:

 Yoh 3:16; Yoh 15:13; Rm 5:8; Rm 8:35 & 39; Yer 3:33; Mat 22:37; Yoh 21:15-22

Tags:
No Comments

Post A Comment