Kebimbangan (Doubt)

Martin Luther pernah berkata kalau “doubting is like monster of uncertainty”. Saya mau berkata kalau kebimbangan memang akan selalu ada di dalam hidup kita.

“Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”” Markus 9:21-24

Perhatikan ayat ke-24 di atas, ayah anak di dalam cerita ini berkata: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Di satu sisi ia percaya, tetapi di sisi yang lain ia kurang percaya, ini adalah suatu kebimbangan.

Kata “courageous” diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan kata “berani”. Tetapi kata “berani” ini kurang tepat untuk arti dari “courageous”. Orang yang “courageous” adalah orang yang berani mengakui bagaimana apa adalanya dengan keadaannya, baik maupun buruk keadaannya. Courageous juga berarti berani untuk “declare God€™s truth”. Dan ketika membuat kesalahan orang yang courageous berani menjelaskan apa adanya dan tidak mencari alasan. Speak the truth at all times. Orang yang courageous adalah orang yang berani mengakui kelemahannya.

Apa sebenarnya yang membuat kita berfikir ulang, yaitu bimbang dalam hidup? Berikut adalah beberapa hal yang dapat membuat kita bimbang.

1. Sewaktu kita menghadapi malapetaka secara tiba-tiba (sudden calamity) 2. Ketika Tuhan memberikan hal yang bertentangan dengan keinginan kita 3. Saat kita kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berharga/berarti 4. Di saat kita taat dan melakukan kebenaran tetapi tetap mengalami hal-hal yang buruk 5. Sewaktu apa yang kita pelajari di sekolah berbeda dengan apa yang diajarkan di gereja. (knowledge versus faith) 6. Ketika hidup kita diperhadapkan dengan masalah demi masalah 7. Sewaktu Tuha menjanjikan sesuatu yang sangat besar tetapi apa yang kita alami justru bertentangan

Murid Yesus yang bernama Tomas sering dikenal sebagai doubting Thomas, atau Tomas yang bimbang.

“Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”” Yohanes 11:11-16

Tomas, di ayat ke-16 disebut juga Didimus, yang artinya kembar (twins). Banyak pendapat tentang apa arti dari kata ini. Tetapi mungkin Tomas disebut sebagai twins karena dia punya dua kepribadian (“twin personality”).

Walaupun dikenal sebagai murid Yesus yang bimbang, Tomas adalah murid Yesus yang berani bertanya (baca Yohanes 14:1-6).

“Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”” Yohanes 20:24-29

Memang benar ketika Yesus mati di atas kayu salib Tomas menjadi bimbang. Sewaktu Yesus menemui murid-murid setelah kebangkitan-Nya Tomas tidak ada di sana. Tomas menjadi bimbang, tetapi ia tidak murtad. Dan Yesus menghormati kembimbangan yang ada di dalam Tomas, Ia memberikan waktu kepada Tomas untuk berfikir dan menemuinya setelah delapan hari kemudian dan menguatkan kembali iman Tomas.

Tags:
No Comments

Post A Comment