Keistimewaan Paskah

Matius 28:1-10 Tuhan menjadi manusia itu hal yang sangat mungkin. Yang tidak mungkin adalah manusia menjadi Tuhan.

Tidak ada manusia yang dapat menyelesaikan dosanya sendiri, oleh sebab it manusia perlu Tuhan untuk turun tangan dalam hal ini. Tuhan turun tangan di dalam hari Paskah.

Apa sebenarnya yang membuat kejadian Paskah itu istimewa dan ajain?

1. Paskah terjadi pada hari Minggu. Hari Sabath bagi orang Kristen jatuh pada hari Minggu sebab Yesus bangkit pada hari Minggu. Sedangkan bagi orang Yahudi, hari Sabath adalah hari Sabtu. Hari Minggu, yaitu hari Sabath adalah suatu hari yang sakral, hari kemenangan!

Hari Sabath artinya hari yang kita khususkan untuk Tuhan. Kita dituntut oleh Tuhan untuk bayar harga. Janganlah kita sibukkan hidup kita dengan pekerjaan pada hari Sabath.

2. Pemberita Paskah yang pertama kali adalah malaikat dan bukan murid-murid Yesus. Sewaktu Tuhan Yesus disalibkan iman para murid-murid-Nya sempat menjadi turun, kepercayaan mereka menjadi pudar. Petrus menyangkal Yesus tiga kali, Yohanes kembali menjadi seorang nelayan, dan Thomas tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit sebelum ia melihat Yesus dan menjamah-Nya.

3. Kubur yang kosong. Kubur adalah suatu tempat bagi mayat, dan kubur yang kosong adalah suatu hal yang luar biasa.

Ada beberapa teori yang menolak kebenaran tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Semua ini adalah teori-teori isapan jempol.

i) Stolen body theory Teori ini berkata bahwa murid-murid Yesus sendiri yang mencuri mayat-Nya. Namun jika kita perhatikan, semua murid-murid Yesus pada akhirnya mati martyr oleh karena iman mereka. Jika memang benar murid-murid Yesus mencuri mayat-Nya, mungkinkah mereka rela mati atas iman yang palsu?

ii) Swoon theory Teori yang satu ini percaya bahwa Yesus tidak mati di atas kayu salib, tetapi Ia hanya pingsan saja. Kita tahu bahwa kedua penjahat yang disalib bersama-sama Yesus dipatahkan kakinya supaya mereka mati sebelum diturunkan dari salib, namun kaki Yesus tidak dipatahkan, ini karena para prajurit sudah memastikan bahwa Yesus telah mati tanpa harus dipatahkan kakinya. Bahkan sewatu seorang prajurit menombak Yesus, yang keluar adalah cairan bersama dengan darah, secara medis hal ini membuktikan bahwa Yesys telah mati.

Misalkan saja Yesus tidak mati di atas kayu salib, namun hanya pingsan saja, tetap saja Yesus tidak mampu melarikan diri dengan keadaan yang sekarat seperti itu. Kurbur Yesus dijaga ketat oleh para prajurit, dan pintu kubur terbuat dari batu yang beratnya sekitar 2 ton, tidak mungkin Yesus mampu mendorong dan membuka pintu kubur-Nya.

iii) Wrong tomb theory Teori ini percaya bahwa pengikut Yesus pada waktu itu datang kepada kubur yang salah, memang pada jaman itu hampir semua kubut keliatan sama. Tapi jika memang benar ini kejadiannya, bukankah pasti pada akhirnya ada yang menemukan kubur sebenarnya?

iv) Wrong interpretation theory Teori ini mengatakan bahwa interpretasi Alkitab tidak benar. Apakah benar bahwa bukan Yesus disalibkan?

Di dalam Al-Quran, tercatat di dalam An Nissa 4:157 bahwa yang disalibkan bukan Yesus, tetapi orang yang serupa dengan Yesus. Ini adalah perkataan nabi Mohammad. Lalu ada juga tercatat di dalam Al-Quran, Maryan 19:33, Allah berfirman: Yesus dilahirkan, mengalami kematian, dan dibangkitakan. Kalau yang pertama tadi adalah perkataan nabi, yang ini adalah perkataan Allah sendiri. Lalu di dalam Al-Quran, Ali Imran 3:55, tercata bahwa Yesus berkata bahwa Ia akan mati dan dibangkitkan. Perkataan Yesus di sini pasti benar, sebab di dalam Al-Quran juga dikatakan bahwa Yesus adalah nabi yang tersuci, yaitu tidak ada dusta dalam mulut-Nya.

4. Dampak dari Paskah Segala sesuatu yang istimewa pasti membawa dampak. Sekarang, marilah lihat empat dampak dari Paskah.

“Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”” Matius 28:8-10

i) Takut (hormat) akan Tuhan
ii) Ada sukacita, bukan duka cita iii) Ada penyembahan iv) Perdi dan katakan kepada manusia bahwa Yesus sudah bangkit

Tags:
No Comments

Post A Comment