Kekayaan dan Kesuksesan

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” Kejadian 2:15.

Tuhan menciptakan taman Eden supaya dapat ditinggali oleh Adam. Dengan kata lain, Tuhan sangat ingin memberkati manusia dengan kekayaan dan kesuksesan.

Di dalam kitab Ulangan 28: 1-14, Tuhan juga berjanji untuk memberkati manusia dengan sangat berlimpah dengan satu syarat dimana manusia harus taat kepada semua perintah Tuhan.

Ketaatan yang diinginkan Tuhan dari manusia sering tidak mudah untuk dijalani. Ini dikarenakan hati manusia yang sering bergeser ke kanan atau ke kiri. Mengetahui keberadaan hati manusia, maka Tuhan juga memberikan peringatan dalan kitab Ulangan 28:15 – 68 tentang kutuk yang akan menimpa manusia jikalau tidak taat.

Tuhan menginginkan dari pada kita;

1. Cara hidup yang selalu belajar untuk taat kepada Tuhan

2. Cara hidup dalam pelataran Tuhan sehingga kita dapat ditanam, berakar dan bertumbuh ke pelataran dan menjadi berkat bagi banyak orang

I Tim 6: 9-10
“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (Ayat 10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Ayat diatas harus dibaca dan dimengerti sebagai satu kesatuan dengan kitab Ulangan 28. Artinya adalah jikalau kita ingin cepat kaya, maka terdapat banyak jebakan atau perangkap Iblis yang dapat menghancurkan kita. Implikasi dari ingin cepat kaya sehingga jatuh dalam dosa dapat membuat manusia kehilangan kehidupan kekal bersama Tuhan.

Selain ingin cepat kaya, manusia juga kehilangan ucapan syukur dalam kehidupan hari lepas hari. Sering kali manusia mengucap syukur pada saat menerima berkat dari Tuhan pada saat kali pertama. Namun jika berkat itu diterima hari lepas hari, maka kita mulai menganggap itu sebagai sesuatu yang normal dan lupa mengucap syukur kepada si Pemberi berkat.

Pada saat berkat bertambah besar, maka manusia menjadi takut kehilangan berkat dan mulai menjadi sangat kikir dan mulai menikmati berkat tersebut dengan caranya sendiri. Implikasi selanjutnya adalah manusia mulai mengandalkan kekuatannya untuk memperoleh berkat tersebut.

Amsal 10:22 dengan jelas berkata “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya”.

Tujuan dan kehendak Tuhan dalam memberikan kekayaan dan kesuksesan kepada manusia:

1. Matius 5:16 “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” Kehidupan kita harus meng-refleksikan Kehidupan Kerajaan Surga dengan menjadi berkat dan contoh.

2. Membawa jiwa-jiwa datang kedalam Kerajaan Surga.

Kekayaan dan kesuksesan yang diberikan Tuhan dalam kehidupan kita merupakan sebuah PRIVILEGE sehingga kita dapat menjadi berkat dan membawa banyak jiwa kepada Kristus.

Tags:
No Comments

Post A Comment