Kepenuhan Allah

“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” ” Kejadian 1: 26-28

Manusia diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa-Nya. Dan kita juga diciptakan dengan kepenuhan Allah (Fullness of God), serta diberikan oleh-Nya kepada kita kuasa untuk menaklukkan bumi dan segala isinya.

Namun setelah jatuh ke dalam dosa, manusia kehilangan keserupaan dengan Allah. Manusia tidak lagi memiliki kepenuhan Allah dan kehilangan kuasa yang telah Ia berikan. (Kejadian 3: 16-19, 22-24)

Namun Tuhan mengetahui apa yang akan manusia lakukan, dan Ia melihat semuanya itu. Dan Allah mempunyai rencana untuk menebus dan menyelamatkan manusia. Cara Allah untuk menebus dosa manusia adalah melalui kematian Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus.

Di dalam surat rasul Paulus kepada jemaat Efesus, ia berdoa dua kali untuk mereka. Doa ini ditujukan juga kepada kita. Marilah kita bersama-sama melihat ke-2 doa ini.

Doa pertama dapat ditemukan di dalam Efesus 1: 16-23. “dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.” (Efesus 1: 19-21) Kuasa yang disebutkan oleh Paulus di atas tersedia dan ada di dalam setiap kita yang percaya. Kita perlu menangkap kuasa ini supaya kita dapat memenuhi semua rencana Tuhan.

Doa kedua terdapat di dalam Efesus 3:14-20.
Setiap kita harus tunduk kepada Roh Kudus supaya kita bisa mengerti rencana dan kuasa Tuhan. Doa yang ke dua ini juga berbicara tentang kasih, dan kita harus mengasihi sesama kita dan juga Tuhan.

Apakah sebenarnya tujuan doa rasul Paulus?
1. Supaya Kristus dapat memantapkan kehadirannya di dalam kita (ayat ke-16) 2. Supaya kita berakar di dalam Kristus (ayat ke-17) 3. Supaya kita dapat memahami betapa besar dan dalamnya kasih Kristus kepada kita (ayat ke-18) 4. Supaya setiap kita dipenuhi dengan kepenuhan Allah (ayat ke-19) Kenapa kita belum mendapatkan kepenuhan Allah?

“Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.” 1 Yohanes 3: 23-24

Jawabannya adalah karena kita masih mempunyai masalah dalam hal mengasihi sesama kita manusia. Jikalau kita tidak melakukan hal ini, berarti kita belum melakukan perintah Tuhan.

Kita tidak bisa mengasihi Tuhan yang tidak kita lihat jika kita masih belum dapat mengasihi sesama kita manusia.

Kita dapat mengasihi Tuhan dengan meresponi undangan-Nya untuk masuk ke dalam hubungan yang intim bersama Dia.

Perlu kita ketahui juga bahwa segala kuasa yang tersedia bagi kita adalah supaya kita diperlengkapi untuk pembangunan tubuh Kristus dan bukan untuk diri kita sendiri, ataupun untuk kebesaran nama kita. (Efesus 4: 7-13) Untuk itu kita tidak perlu iri hati dengan sesama kita, sebab setiap kita hanyalah bejana yang dipakai Tuhan.

Sudah saatnya bagi tubuh Kristus untuk bersatu dan saling mengasihi. Di dalam kasih tidak ada iri hati maupun cemburu. (1 Korintus 13:2)

Kuasa dan kasih harus berjalan bersamaan. Dan biarlah setiap kita mendapatkan kepenuhan Allah itu.

Tags:
No Comments

Post A Comment