Mengobarkan Kembali Kasih Mula-Mula

Hari-hari ini banyak orang sudah kehilangan kasih mula-mula tapi anehnya mereka tidak menyadarinya, bahkan menganggap ‘biasa-biasa saja’. Mereka tetap beribadah serta melayani Tuhan. Didalam Lukas 24:13-32 – ada dua murid Yesus yang kembali ke kampung halamannya, Emaus setelah gurunya, Yesus disalibkan dan mati. Perkataan mereka menceritakan tentang Yesus tetapi perbuatannya berbeda; mereka berjalan turun dari Yerusalem menuju Emmaus. Bahkan ketika Yesus hadir diperjalanan, merekapun tidak mengenalNya sampai pada saat Yesus memecahkan roti, barulah mata mereka terbuka.  

Marilah kita makan dan minum perjamuan kudus dengan sikap hati yang benar sehingga membuat mata hati kita bisa melihat kasih Allah yang besar bagi kita.

Wahyu 2:1-4

1 “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu ditangan kananNya dan berjalan diantara ketujuh kaki dian emas itu.  

2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu ketekunanmu. Aku tahu bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul tetapi yang sebenarnya tidak demikian bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 

3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.  

4 Namun demikian Aku mencela engkau karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.  

Secara manusia, jemaat Efesus ini hebat, mereka bekerja keras, tidak mengenal lelah, sabar dan menderita karena Kristus serta tidak toleransi dengan dosa. Namun Tuhan tidak hanya menginginkan hasil kerja saja tetapi Dia juga  menginginkan hati mereka. Tuhan ingin mereka tetap memiliki Kasih mula-mula. Kasih mula-mula adalah pengabdian kepada Tuhan dengan sungguh hati seperti yang didapati pada orang-orang Kristen baru, mereka berapi-api, semangat dan ada kehangatan yang bisa dilihat dan dirasakan; seperti bulan madu bagi suami istri (Yeremia 2:1-2).

1. Kasih mula-mula membawa perubahan – Efesus 3:7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasaNya.  

Paulus dari musuh Allah berubah menjadi pelayanNya bahkan jadi kekasihNya. Ada tingkatan perubahan setiap orang percaya: Murid (Matius 28:19) > Sahabat Allah (Yohanes 15:15) > Anak Allah (Yohanes 1:12) > Mempelai (Wahyu 19:7).

2. Kasih Mula2 membawa kita kepada kerendahan hati – Efesus 3:8-9

8 Kepadaku, yang paling hina diantara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,  

9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu.

Paulus sebelum jadi Rasul, Saulus memiliki jabatan tinggi didalam agama Yahudi, murid dari Gamaliel, guru agama terkenal di zamannya (Kisah 22:3), namun waktu mengalami kasih mula-mula, dia anggap sampah dan sia-sia, bahkan dia menganggap dirinya paling hina, diantara segala orang Kudus.   

Filipi 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah supaya aku memperoleh Kristus.

Kasih mula-mula telah membawa Saulus menjadi Paulus dan membawanya kepada kerendahan hati dan menganggap panggilannya sebagai Kasih Karunia.  

3. Kasih mula-mula membawa kita kepada keberanian yang kudus – Efesus 3:12 Didalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 

  • Keberanian untuk masuk hadirat Tuhan tanpa intimidasi – Efesus 3:12.
  • Keberanian untuk menyampaikan Firman Tuhan – Efesus 3:8; Kisah 4:29
  • Keberanian untuk menjadi martir – Kisah 7:55-60 > Stefanus.

4. Kasih mula-mula membawa kita kepada pengorbanan – Efesus 3:13

Sebab itu aku minta kepadamu supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.  

Orang yang penuh dengan Kasih mula-mula rela mengorbankan dirinya. Paulus menganggap pengorbanan yang dilakukan untuk jemaat Kristen bukanlah hal  menakutkan, melainkan sebagai kemuliaan untuk jemaat Tuhan. Pengorbanan adalah kehormatan untuk orang yang penuh dengan Kasih mula-mula.

 Mengapa bisa kehilangan Kasih Mula-mula?

1. Kenyamanan – Yeremia 48:11 Moab hidup aman dari sejak masa mudanya, dia hidup tenang seperti anggur diatas endapannya, tidak dituangkan dari tempayan yang satu ke tempayan yang lain, tidak pernah masuk ke dalam pembuangan; sebab itu rasanya tetap padanya dan baunya tidak berubah.  

2. Cinta akan dunia – 1 Yohanes 2:15-17

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.  

16 Sebab semua yang ada di dalam dunia yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.  

17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.  

2 Tim 4:10a karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku.

3. Rutinitas sehingga mengalami kejenuhan.

4. Kecewa, sakit hati, tawar hati..

 Wahyu 2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi, apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadaMu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya; jikalau engkau tidak bertobat.

Tags:
No Comments

Post A Comment