Menjaga Hidup Kita

Saudara yang terkasih, minggu ini kita akan belajar mengenai kehidupan Daniel. Kita tahu bahwa Tuhan memakai Daniel secara luar biasa. Tuhan memberikan banyak penglihatan, khususnya mengenai akhir jaman. Minggu ini saya akan membahas dari Daniel pasal yang ke satu. Didalam ayatnya yang pertama dikatakan, “Pada tahun ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah kedalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, kedalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya kedalam perbendaharaan dewanya.” Kita lihat bahwa waktu itu Tuhan menyerahkan raja Yehuda itu kepada Nebukadnezar, raja Babel. Arti kata Babel itu adalah “kebingungan”.

Sejak itu bangsa Israel masuk kedalam masa 70 tahun penawanan. Saya akan uraikan apa yang terjadi selama 70 tahun itu: 1. 650 BC (tahun 650 Before Christ) adalah tahun ke 3 dan 4 pemerintahan Yoyakim. Ini permulaan dari 70 tahun penawanan Israel oleh Babilon, dan Daniel ditawan di Babilon waktu itu. 2. 597 BC adalah tahun ke 1 dari Yehoyakim. Pada waktu itu Ezekiel dibawa ke Babilon. 3. 586 BC adalah tahun ke 11 dari Zedekiah. Ini merupakan kejatuhan dari Yerusalem. 4. 539 BC adalah jatuhnya Babilon. Waktu inilah Darius menjadi raja. (Baca Dan 5:31) 5. 536 BC adalah tahun pertama Cyrus. Waktu itulah keluar pernyataan untuk membangun Bait Allah. 6. 535 BC adalah berakhirnya 70 tahun penawanan dengan datangnya Zerubabel dan Yosua, imam besar di Yerusalem.

Saudaraku, bicara soal penjajahan seringkali kita sebagai orang-orang Kristen juga sebetulnya seringkali juga “terjajah”. Terjajah oleh iblis. Salah satu tanda penjajahan iblis adalah tidak mau beribadah. Banyak orang Kristen, mengaku dirinya Kristen, anak Tuhan tetapi tidak mau beribadah atau malas untuk beribadah.

Didalam ayat ke 8 dikatakan, “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja, dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tidak usah menajiskan dirinya.”

Waktu itu raja Nebukadnezar memerintahkan untuk mengumpulkan orang-orang yang muda, yang pandai, yang tidak bercela, berperawakan baik, memahami berbagai hikmat, berpengetahuan banyak, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja di istana raja maka semua orang muda itu termasuk Daniel harus dididik selama tiga tahun dan diberi makan dari santapan raja dan minum anggur dari raja. Tetapi Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan dan minuman raja itu. Ketetapan hati Daniel inilah yang saya mau saudara dan kita semua mengerti dan saya berdoa supaya kita semua bisa mempunyai ketetepan untuk tidak menajiskan diri terhadap perkara-perkara dunia. Didalam Kis 15:20, “Tetapi kita harus menulis surat kepada mereka supaya menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.”

emua makanan santapan raja yang diberikan kepada Daniel dan semua orang muda itu adalah makanan yang sebelumnya dipersembahkan kepada dewanya raja Nebukadnezar.

Daniel harus dididik selama tiga tahun, angka tiga mempunyai arti sebagai tiga keberadaan Allah, omniscience, omnipresence dan omnipotent. Daniel kemudian membuat suatu perjanjian dengan pegawai istana itu untuk mencoba untuk tidak memberikan santapan dan minuman raja selama 10 hari dan mereka hanya makan sayur saja. Setelah lewat 10 hari, maka perawakan mereka akan dinilai, apakah mereka menjadi lesu dan sakit. Ternyata dengan cuma makan sayur saja, mereka tetap sehat dan waktu mereka dihadapkan raja, raja menemukan bahwa tidak ada orang lain yang sepandai mereka (Daniel, Hananya, Misael dan Azarya). Mereka bahkan didapati sepuluh kali lebih cerdas dari semua orang berilmu seluruh kerajaan.

Saudara yang terkasih, marilah kita mempunyai ketetapan seperti Daniel ini. Jangan takut atau berpikir jika kita tidak ikut dengan arus jaman ini maka kita tidak akan bisa hidup. Daniel adalah bukti untuk kita. Dan Allah akan mengaruniakan kasih dan sayang-Nya kepada kita yang mau untuk tidak menajiskan diri kita, sama seperti yang terjadi pada Daniel (ay.9). Dialah Pembela agung kita! Dia akan memberkatimu dengan sepuluh kali lipat berkat seperti yang Dia berikan kepada Daniel dan teman-temannya. Tetapkanlah hatimu!

Tags:
No Comments

Post A Comment