Merdeka !!!

Yohanes 8:36 “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”

Galatia 5:1 “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”.

Kita sebagai umat Tuhan yang telah dibebaskan oleh karya penebusan Kristus di kayu salib sudah seharusnya hidup bebas dari segala ikatan/kuk. Kuk tidak hanya berupa ikatan obat-obatan, percabulan, penyakit tetapi juga termasuk kemiskinan, depresi, uang, kemalasan dan lain-lain.

Sangat disayangkan banyak umat Tuhan yang walaupun mengaku hidupnya telah dibebaskan oleh Kristus namun dalam kehidupan sehari-hari sangat kontradiktif. Banyak umat Tuhan yang masih terlambat, malas ke gereja, tidak turut serta dalam pelayanan, tidak membayar perpuluhan dan sebagainya.

Selain hal diatas banyak umat Tuhan juga yang terbiasa dengan hidup perbudakan sehingga mereka menjadi nyaman dan tidak ingin meninggalkannya.

Yohanes 5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

Tuhan Yesus ingin memastikan bahwa orang tersebut mau keluar dari kenyamanan nya (Comfort Zone) dan menjadi sembuh.

Ada juga umat Tuhan yang hidup berdasarkan pendapat atau perkataan orang lain. Mereka tidak mempunyai pendirian dan pendapat sendiri dan sering menyalahkan orang lain kalau hidupnya mengalami masalah/tantangan.

Dengan kematian Yesus, Dia telah mengambil resiko dengan memberikan kepada kita kemerdekaan untuk memilih. Namun kemerdekaan itu bukan absolute/mutlak namun kemerdekaan yang bertanngung jawab.

I Pet 2:13 “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi”.

Umat Tuhan yang mengerti kemerdekaan yang bertanggung jawab akan mempunyai sikap:

1. Dapat menundukkan diri kepada otoritas di atasnya 2. Tidak menggunakan kemerdekaannya untuk memenuhi ambisi pribadi

Kita harus belajar bagaimana Tuhan Yesus dengan segala ke IlahianNya namun tetap tunduk kepada otoritas di atasNya.

Filipi 2:5-8 – “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,2:6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,2:7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.2:8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”.

Tags:
No Comments

Post A Comment