Musuh Utama Gereja

“Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang.” 2 Samuel 6:8

Daud marah. Dan saya percaya bahwa setiap kita pasti pernah marah juga. Mungkin kita marah dengan bawahan, sesama kita, suami/istri, bahkan juga marah dengan diri kita sendiri. Tetapi pernahkah kita marah dengan atasan kita? Daud marah kepada Tuhan, Atasan di atas semua atasan.

Di ayat yang berikutnya kita dapat membaca bahwa setelah itu Daud menjadi takut kepada Tuhan.

Apa sebenarnya penyebab dari kemarahan Daud kepada Tuhan. Marilah kita bersama-sama melihat konteks dari ayat di atas.

Daud adalah orang yang berhasil, dan dia telah memperoleh banyak kemenangan demi kemenangan. Namun suatu ketika Daud sadar bahwa tabut Allah tidak ada di Yerusalem di mana seharusnya tabut itu berada. Lalu Daud merencanakan untuk mengembalikan tabut Allah itu ke Yerusalem.

Prioritas hidup kita adalah untuk mengembalikan tabut Allah ke tempat yang sebenarnya. Tuhan harus menjadi prioritas utama kita, bukan karir, kekayaan, atau apapun juga.

Ayat 1 dan 2 – Daud memilih tiga puluh ribu orang Israel. Ayat 3 – Posisi tabut Allah adalah di tempat yang tinggi. Ayat 4 – Posisi anak-anak Abinadab adalah posisi yang penting. Ayat 5 – Dengan sekuat tenaga mereka menari-nari dan menyanyi mengiringi tabut Allah. Ayat 6 dan 7 – Lembu-lembu tegelincir dan Uza memegang tabut Allah supaya tidak jatuh. Dan Tuhan membunuh Uza karena keteledorannya.

Dan itulah sebabnya Daud marah kepada Tuhan. Jika kita ada di dalam rombongan Daud kita juga mungkin akan marah. Uza kelihatannya melakukan apa yang baik. Jelas dia punya niat yang baik, dan berusaha sekuat tenaga mengiringi tabut Allah. Mengapa Tuhan tetap membunuh Uza?

Ketahuilah bahwa niat baik saja tidak cukup di dalam melayani Tuhan. Kita perlu melayani sesuai dengan cara yang sudah Tuhan tentukan. Jika kita hanya melayani dengan niat baik, namun tidak sesuai dengan cara yang Tuhan mau, maka kita tidak akan bertumbuh di dalam pelayanan.

Ayat 10 – Setelah marah, Daud mulai menyimpang, karena ia kecewa dengan Tuhan. Ayat 11 dan 12 – Tiga bulan lamanya Daud lemah dan runtuh, sedangakan Obed-Edom dan seisi rumahnya diberkait oleh Tuhan. Lalu Daud teruskan lagi perjalanan setelah tiga bulan. Ayat 13 – Sebelum kematian Uza, mereka hanya melayani dengan penuh semangat. Sekarang, mereka melayani dengan mempersembahkan pengorbanan. Setiap enam langkah, mereka mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Kenapa enam langkah? Angka enam menggambarkan kedagingan manusia. Musuh utama gereja bukanlah keteledoran, amarah, tetapi kedagingan kita. Setiap enam langkah, saat kedagingan mereka mulai bangkit, mereka mempersembahkan korban. Musuh utama gereja adalah diri kita sendiri.

Kenapa Uza mati? Karena ia tidak mengikuti cara dan aturan yang sudah tentukan, bahwa tidak ada orang yang boleh menyentuh barang-barang di Kemah Pertemuan, termasuk tabut Allah (Bilangan 4:15). Dalam hal melayani Tuhan, ada cara dan aturannya, dan kita semua ada tugasnya masing-masing (1 Tawarikh 15:11-22).

Ayat 14 – Selain dari tarian yang Daud lakukan, ia juga memakai baju efod, yaitu pakaian dari seorang Imam.

Kiranya Tuhan menolong setiap kita untuk menyangkal kedagingan kita dan memulihkan hidup dan hubungan kita dengan Dia.

“Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam.” (2 Samuel 6:18)

Tags:
No Comments

Post A Comment