Obsesi yang mengagumkan

Filipi 3:4-12

Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

 

Beberapa dari anda mungkin susah untuk percaya, tetapi saya ini sebenarnya adalah atlet yang cukup handal pada jaman saya. Saya adalah seorang sprinter. Jika anda tidak tahu apa itu sprinter, sprinter adalah seseorang pelari yang bertanding dalam perlombaan 100M dan 200M. Saya adalah sprinter untuk sekolah saya dan saya bisa berlari dengan cepat. Ijinkan saya membawa anda kembali ke pertama kalinya saya mewakili sekolah saya di acara olahraga. Pada waktu itu, saya belum terbiasa ikut kompetisi olahraga. Jika anda pernah melihat foto saya ketika saya masih kecil, anda mengerti mengapa. Saya dulu gemuk dan penampilan saya seperti Nobita di Doraemon. Karena itu, saya sangat gugup untuk perlombaan pertama saya. Satu jam sebelum lomba 100M saya, saya diminta untuk ikut perlombaan 800M karena pelari yang seharusnya menjalankan lomba sakit. Dan anda harus mengerti bahwa saya belum pernah berlomba 800M sebelumnya. Saya kira yang saya harus lakukan hanyalah berlari secepat mungkin untuk 800M. Untuk 200M pertama, saya ada dalam posisi pertama. Bahkan perbedaan jarak antara saya dengan pelari-pelari yang lain lumayan jauh. Saya berpikir, “Wow, aku ternyata sangat cepat.” Tetapi kemudian saya mulai kehabisan nafas dan pelan-pelan saya mulai disalip yang lain. Saudara bisa tebak di posisi mana saya menyelesaikan lomba? Saya sampai di garis akhir dalam posisi ke 16 dari 16. Terakhir. Salah satu momen paling memalukan dalam hidup saya. Namun untuk pembelaan diri, perlombaan 800M itu bukan perlombaan saya. Saya adalah seorang pelari cepat. Saya ada di sana untuk menjalankan lomba 100M dan 200M. Kemudian satu jam kemudian, perlombaan 100M dimulai. Nah, ini adalah perlombaan saya.

Namun, setelah mendapat posisi terakhir pada lomba 800M, mental saya turun. Saya gugup karena itu pertama kalinya saya mewakili sekolah saya, dan sekarang ditambah fakta bahwa saya baru saja datang terakhir pada lomba 800M. Saya belum siap mental untuk perlombaan 100M saya. Pelatih saya menyadari kondisi saya. Dia berjalan menghampiri saya sebelum perlombaan dan berkata, “Hei, aku tahu kamu gugup tetapi sekarang aku ingin kamu berhenti memikirkan perlombaan sebelumnya. Aku ingin kamu fokus dalam perlombaan ini. Jadi ini yang akan kamu lakukan. Kamu posisikan blok kakimu dengan baik dan persiapkan dirimu untuk awal yang baik. Dan ketika kamu mendengar suara tembakan, jangan melihat ke kanan dan ke kiri. Lihat lurus ke depan. Aku akan menunggu kamu di garis akhir. Lihat kepada aku dan lari. Jangan khawatir tentang sekitarmu. Aku telah melatih kamu dan aku tahu kamu cepat.” Pelatih yang sangat baik. Dan sampai hari ini, saya masih yakin bahwa dia baik kepada saya karena dia pernah menyukai cece saya. Lanjut. Saya mengatur blok saya dan mempersiapkan diri untuk awal yang baik. Dan ketika saya berada di blok itu, badan saya gemetaran. Saya gugup dan tegang. On your mark, set… bang.” Saat saya mendengar suara tembakan, saya melompat keluar dari blok dan seketika itu juga betis kanan saya sedikit kram. Saya tersandung. Jika anda tahu sesuatu tentang sprint, awal yang baik itu sangat penting. Dan saya pikir saya akan gagal lagi di perlombaan ini. Tapi kemudian saya ingat apa yang dikatakan pelatih saya. Jangan memikirkan hal lain, lihat kepada dia dan berlari. Jadi itu yang saya lakukan. Dan saya menyelesaikan lomba. Saudara bisa menebak di posisi mana saya menyelesaikan lomba? Pertama. Dan itu adalah waktu tercepat saya untuk perlombaan 100M.

 

Apa hubungannya perlombaan saya dengan bacaan kita? Saya senang anda bertanya. Kebenarannya adalah, kita semua ada dalam sebuah perlombaan. Banyak penulis Perjanjian Baru yang menggambarkan kehidupan Kristen sebagai suatu perlombaan. Dan untuk menyelesaikan perlombaan tersebut, kita perlu melihat lurus ke garis akhir dan melihat bahwa hadiah kita sedang menunggu kita. Kita perlu melihat bahwa Yesus Kristus sedang menunggu kita di garis akhir, siap untuk menyambut kita sewaktu kita menyelesaikan perlombaan. Dengan kata lain, agar kita bisa menyelesaikan perlombaan, kita harus melihat kepada Yesus. Kita harus memandang dia. Kita harus berlari mengejarnya. Dia harus menjadi pengejaran kita seumur hidup. Dia harus menjadi obsesi kita yang mengagumkan. Dan ini tidak semudah kedengarannya. Karena kita hidup di dunia yang terobsesi dengan resume-diri sendiri.

Apa itu resume? Resume adalah sebuah argumen; resume adalah argumen yang memberikan credential tentang siapa anda. Benar? Ada yang pernah menulis resume sebelumnya? Apa yang anda tulis? Ada yang pernah menulis dalam resume mereka, “Saya berusia 33 tahun, saya masih tinggal bersama orang tua saya dan saya bangga dengan hal ini”? Tidak. Resume adalah daftar jasa anda. Prestasi anda. Pencapaian anda. Tujuan resume adalah untuk membawa anda ke suatu tempat yang anda inginkan. Setuju? Bagaimana anda masuk perguruan tinggi? Anda lambaikan resume anda pada mereka. “Lihatlah semua nilai saya di sekolah. Saya hampir tidak lulus tetapi saya masih lulus. Jadi saya yakin bahwa saya juga pasti akan lulus kuliah.” Jika anda menginginkan pekerjaan, anda melambaikan resume anda di pekerjaan itu. “Saya punya pengalaman ini dan itu. Saya adalah yang pemasar terbaik untuk Lestari dan saya membuat nasi goreng mereka benar-benar terkenal. Inilah sebabnya saya layak mendapatkan pekerjaan marketing ini.” Resume adalah daftar jasa anda untuk membawa anda ke tempat yang anda inginkan. Anda tidak dapat pergi ke mana-mana tanpa resume yang baik.

Tetapi kita tidak hanya menggunakan resume untuk mencapai tempat yang kita inginkan, kita juga menggunakan resume dalam segala hal yang kita lakukan. Kita menggunakan resume kita untuk persahabatan. Ketika anda pertama kali datang ke tempat baru, anda ingin orang-orang menerima anda. Katakanlah ini pertama kali anda datang ke gereja ROCK Sydney. Anda akan berpikir, “Apa yang harus aku kenakan? Haruskah aku berdandan lebih tebal atau dikurangi? Apakah rok ini terlalu pendek? Apakah baju ini terlalu menarik perhatian? Oh tidak, aku terlihat seperti pengemis. Aku harus membeli pakaian baru.” Mengapa? Karena anda sudah berasumsi bahwa orang akan menilai anda dan melihat apakah anda cukup baik untuk memasuki lingkaran mereka atau tidak. Sama halnya dengan berpacaran. Ketika anda memilih pasangan, anda melihat resume mereka. Apakah saya benar? Siapa yang ingin menghabiskan hidup dengan tunawisma, pengangguran, orang yang tidak memiliki tujuan dalam hidup? Tidak ada. Para pria, apa yang kita lakukan ketika kita mengejar seorang wanita? Kita menunjukan resume kita pada wanita tersebut. Benar? “Hei wanita, inilah alasan mengapa kamu harus berpacaran dengan aku. Inilah yang bisa aku lakukan untuk kamu. Lihat penghasilanku. Lihat prestasiku. Lihat kepribadianku yang baik.” Apa yang kita lakukan dengan resume kita adalah kita mengatakan, “Tidak ada pria yang bisa mencintaimu seperti aku, jadi kamu harus bersamaku.”

Kita hidup dalam sistem dunia yang disusun oleh resume. Resume yang baik membukakan pintu untuk anda sementara resume yang buruk menendang anda keluar. Maka tak heran kita terobsesi dalam membangun resume diri kita sendiri. Masalahnya adalah kita tidak hanya menggunakan resume kita untuk hal-hal dunia ini, tetapi kita juga menggunakan resume kita dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita ingin Tuhan membuka pintu bagi kita karena resume kita. Tapi kemudian muncul rasul Paulus dan ia memberitahu kita bahwa semua resume kita adalah sampah dibandingkan dengan sukacita yang ditemukan di dalam Kristus. Paulus akan memperkenalkan kita pada satu resume lain yang menjadi milik kita jika kita menaruh iman kita kepada Kristus. Dan resume ini tidak seperti setiap resume di dunia ini. Resume ini tidak ada hubungannya dengan prestasi dan pencapaian kita. Resume baru ini dipenuhi dengan prestasi dan pencapaian Kristus. Saya akan berikan anda khotbah saya dalam satu kalimat: Umat Kristus, anda bisa berhenti berobsesi dengan resume diri anda sendiri karena anda telah diberikan sebuah resume yang baru, obsesi yang mengagumkan, resume Kristus.

 

Saya akan memberikan anda sedikit konteks dari bacaan kita. Ada guru-guru palsu yang mengajar gereja di Filipi bahwa mereka perlu membangun resume diri mereka sendiri untuk menjadi orang Kristen. Dan untuk masalah ini, Paulus menjawab dalam ayat 2 dengan sangat keras, “siapa yang membiarkan anjing-anjing itu mengong-gong?” Dan ini adalah sebuah penghinaan. Bagi banyak dari kita, kita berpikir tentang anjing sebagai hewan peliharaan yang lucu. Tetapi pada masa itu, anjing adalah simbol dari sesuatu yang najis dan tidak layak. Paulus memilih kata-kata yang sangat keras karena dia ingin gereja di Filipi memahami bahwa umat Kristus tidak membanggakan resume diri mereka sendiri tetapi umat Kristus bermegah dalam resume Kristus. Umat Kristus adalah mereka yang bermegah atas Kristus Yesus dan tidak bermegah atas resume pribadi. Dan pesan apa pun yang mengurangi kemuliaan Kristus, pesan itu datang dari anjing. Jangan dengarkan itu. Ini adalah inti dari ayat 1 sampai 3. Jadi, daripada terobsesi dengan resume diri kita sendiri, Paulus ingin kita untuk memiliki obsesi yang mengagumkan terhadap Kristus dan resume Kristus.

Jadi tiga hal yang akan kita bicarakan. Obsesi yang salah; Obsesi yang mengagumkan; Kepuasan sejati.

 

 

Obsesi yang salah

 

Filipi 3:4-6 – Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.

Paulus sedang membuat perbandingan antara resume diri sendiri dan resume yang dia terima dari Kristus. Dia memulai dengan menunjukkan pada kita resumenya dan resume Paulus adalah resume yang sangat mengesankan. Dia menunjukkan kepada kita empat hak istimewa yang diwariskan dan tiga pencapaian pribadi. Pertama, dia mengatakan bahwa dia disunat pada hari ke delapan, ia adalah orang Israel, ia berasal dari suku Benyamin, dan ia adalah Ibrani asli. Apa artinya? Ini berarti bahwa Paulus dilahirkan dalam keluarga yang tepat! Paulus bukan orang biasa. Jika dia ingin membanggakan warisan keluarganya, dia bisa! Saya tidak akan menjelaskan secara rinci mengapa list ini adalah kebanggaan, tetapi cukup bagi kita untuk tahu bahwa Paulus adalah sosok dengan status sosial yang tinggi. Mungkin jika Paulus hidup di zaman kita, dia akan setara dengan seseorang yang lahir dari keluarga Kerajaan. Dia memiliki semua hak istimewa yang diwariskan kepada dia yang orang biasa hanya bisa bermimpi untuk memiliki.

Tapi Paulus tidak berhenti di situ. Dia juga memberikan kita tiga pencapaian pribadi. Pada dasarnya apa yang Paulus katakan adalah bahwa ia memiliki banyak pengetahuan tentang Kitab Suci. Dia menghabiskan hidupnya mempelajari Kitab Suci sebagai seorang Farisi. Dan tidak hanya itu, Paulus juga mengabdikan dirinya pada iman Yahudi. Dia tidak hanya mempelajari Kitab Suci, tapi ia juga menghidupinya sebaik yang dia bisa, bahkan sampai ke titik ia menganiaya gereja karena pengabdiannya akan iman Yahudi. Dan dia juga mengatakan bahwa ia memiliki gaya hidup moral yang sangat baik. Dalam kebenaran mentaati hukum Taurat, Paulus tidak bercacat. Wow! Paulus sudah mencapai puncak kehidupan moral dan agama. Setiap orang Yahudi mengagumi Paulus. Mereka melihat prestasi Paulus dan berkata, Orang ini luar biasa. Dia adalah Ibrani dari semua orang Ibrani.” Dengan kata lain, Paulus berkata, “Jika kamu ingin aku membandingkan resume pribadiku dengan guru-guru palsu, aku akan menang kapan saja. Mereka tidak punya apa-apa dibanding aku.”

Sekarang, saya akan mencoba memodernisasi resume Paulus dan saudara coba tebak siapa yang saya maksud. “Saya lahir di keluarga Yusuf.” Itu sudah merupakan petunjuk besar. “Saya tumbuh dengan pendidikan Kristen yang kuat. Saya dibaptis pada usia 12 tahun karena Yesus pergi ke bait Allah pada usia 12.” Sampai hari ini, saya masih tidak mendapatkan apa korelasi antara dua hal ini, tapi hei, ini hal yang dilakukan keluarga Kristen yang sejati: membaptis anak mereka pada usia 12 tahun. Mari kita lanjutkan. “Orang tua saya adalah pendeta. Saya keturunan Indo-Cina. Saya lulus dari Dallas Baptist University dengan Cum-laude. Saya diberi julukan “one-man-church” karena kemampuan saya untuk melakukan setiap bidang pelayanan. Saat ini saya dipercayakan memimpin sebuah ibadah Internasional yang berkembang yang dikenal sebagai RSI dan saya memberitakan Injil setiap kali saya berkotbah. Dan yang paling penting, menurut saya, 99% dari jemaat gereja saya menyukai saya. Siapakah saya?” Jika anda salah menjawab, andalah 1% yang tidak menyukai orang ini. Ini resume diri saya. Resume anda mungkin terlihat berbeda dari resume saya, tetapi kita semua memiliki resume diri sendiri yang terisi dengan daftar hal-hal yang kita banggakan. “Aku memiliki gelar pendidikan ini. Penghasilanku lebih dari $100 ribu pertahun. Aku cantik. Aku ganteng. Aku baru berumur 25 dan aku sudah memiliki rumah sendiri. Aku punya mobil ini atau motor itu. Aku dikagumi oleh banyak orang. Aku memiliki keluarga yang baik. Atau aku punya 10 anak.” Kita harus mengerti sesuatu tentang resume kita. Semua itu adalah hal-hal yang baik! Isi resume kita tidak buruk dan tentu saja mereka bukan dosa. Tapi di sini ada hal yang perlu kita mengerti. Tidak peduli seberapa baik dan mengagumkan isi resume kita, jika resume itu tidak memberikan kita lebih banyak akan Kristus maka resume itu tidak ada artinya. Dan sering kali apa yang menghentikan kita dari mengejar Kristus bukanlah hal-hal yang buruk tetapi hal-hal yang baik.

Ini sangat penting. Saya harap anda merasakan apa yang dikatakan Paulus di sini. Sangat mungkin bagi anda untuk menjadi orang Kristen yang baik, untuk membawa keluarga dan anak-anak anda ke gereja setiap hari Minggu, untuk anda terlibat dalam KM setiap minggu, untuk anda memiliki reputasi yang baik di tempat kerja dan di lingkungan anda, untuk anda menghasilkan $100K seminggu, untuk anda untuk mengetahui Alkitab sedemikian rupa sehingga anda dapat mengajarkan Alkitab kepada orang lain, untuk anda menjadi sangat aktif dalam pelayanan, untuk anda menjadi orang yang baik tanpa cacat di mata orang lain, hanya untuk sampai pada akhir hidup anda dan menyadari bahwa semuanya itu adalah kerugian. Sangat mungkin bagi anda untuk memiliki semua hal yang baik dalam hidup dan menyia-nyiakan hidup anda. Karena hanya ada satu yang pantas untuk memiliki obsesi anda dan namanya adalah Kristus. Semua resume diri kita sendiri tidak ada artinya dibandingkan dengan Kristus.

 

 

Obsesi yang mengagumkan

 

Filipi 3:7-8 – Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Paulus mengatakan bahwa apa yang dahulu dia anggap keuntungan, sekarang dia anggap sebagai kerugian. Dengan kata lain, dia melihat semua pencapaian masa lalunya dalam resume pribadinya, dia menghitung semua nilainya, dan sampai pada kesimpulan bahwa nilainya adalah 0. Ini sangat penting bagi kita untuk memahami. Jika tidak, kita akan menghabiskan hidup kita mencoba untuk mendaki tangga sosial dan membangun resume diri kita sendiri. Di sini ada seorang lelaki yang telah berhasil mencapai puncak tangga sosial dan menghitung semuanya sebagai kerugian. Mengapa? Karena Paulus menyadari bahwa tidak ada dari pencapaiannya yang bisa menyelamatkan dia. Jadi Paulus tidak mengatakan bahwa segala yang dilakukannya tidak berharga. Para akuntan, anda akan menghargai ilustrasi ini. Jadi di sini Paulus membuka buku ledgernya. Dalam salah satu sisi kolom ia menulis di paling atas, CREDIT. Dan dia tuliskan semua prestasi dan pencampaiannya. Tapi setelah dia taruh semua prestasi di kolom kredit buku ledger dan kemudian dia menuliskan Kristus di sisi lain kolom, dia menyadari bahwa apa yang dia pikir adalah kredit sebelumnya ternyata adalah kerugian. Dibandingkan dengan Kristus dan apa yang Kristus berikan, semua keberhasilannya tidak berharga. Jadi sekarang Paulus mencoret tulisan kredit di atas kolom dan mengubahnya menjadi LOSS. Dan kemudian dia pindah ke sisi lain dari kolom di mana Kristus ditulis dan dia menulis GAIN.

Paulus kemudian melanjutkan, “segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.” Lebih mulia dari pada semuanya. Saya suka kata-kata ini. Bagi Paulus, mengenal Yesus bukan hanya mulia tapi lebih mulia dari pada semuanya. Dan perhatikan apa yang dia katakan berikutnya. “Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Kata sampah adalah terjemahan yang halus. Terjemahan harfiahnya adalah kotoran, atau untuk lebih spesifik, kotoran anjing. Jadi, Paulus tidak hanya mempertimbangkan resume dirinya sendiri sebagai kerugian, tetapi ia menganggap resumenya sebagai kotoran anjing. Jadi ada perubahan radikal yang terjadi di dalam Paulus. Perubahan itu bukan dari keuntungan menjadi kerugian saja, tetapi dari keuntungan menjadi kotoran. Mengapa? Karena mengenal Kristus Yesus jauh lebih mulia! Semua pencapaian dan prestasi menjadi kotoran bukan karena mereka buruk tetapi karena mereka menghalangi Paulus untuk mengenal Kristus dengan lebih.

Dan harap dicatat bahwa Paulus tidak hanya mengatakan ini secara kiasan. Dia tidak mengatakan bahwa, “Bahkan jika aku kehilangan itu semua, Kristus masih obsesi yang mengagumkan bagiku.” Itu bukan apa yang dikatakan Paulus. Paulus mengatakan, “aku telah melepaskan semuanya itu.” Paulus tidak hanya menghitung segala sesuatu sebagai kerugian; dia kehilangan semuanya. Dapatkah anda membayangkan kehilangan segalanya dalam hidup anda yang anda banggakan yang anda habiskan bertahun-tahun untuk membangunnya? Paulus mengalaminya. Namun bagi Paulus hal itu sangat mulia. Dia melihat resume dirinya yang dia bangun untuk bertahun-tahun dan menghitungnya sebagai kotoran, agar ia dapat memperoleh Kristus lebih lagi. Yesus Kristus adalah obsesi Paulus yang mengagumkan.

 

Yesus mengatakannya demikian. Matius 13:44 – “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” Jadi suatu hari seorang pria menemukan harta terpendam di ladang. Dia tahu bahwa harta ini sangat berharga, lebih dari semua yang dia miliki. Jadi dia menjual segala sesuatu yang ia miliki dan membeli ladang itu. Tapi perhatikan tanggapan pria ini. Dia tidak menjual segala yang dimilikinya dengan enggan. Dia tidak melakukannya dengan wajah sedih. Dia menjual semua yang dia miliki dalam sukacitanya. Sukacita! Mengapa? Karena harta yang tersembunyi di ladang jauh lebih berharga daripada semua yang dimilikinya. Inilah yang dimaksud oleh Yesus dan Paulus. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang penuh sukacita. Ya, kita mungkin kehilangan semua yang kita miliki. Ya, kita mungkin harus menjual semua yang kita miliki. Tetapi ini adalah transaksi yang menggembirakan karena kita memperoleh lebih banyak Kristus sebagai balasannya. Ada begitu banyak dari Kristus yang masih bisa kita miliki. Dibutuhkan kekekalan bagi kita untuk menikmati keindahannya. Transaksi apa pun yang harus kita lakukan untuk memiliki lebih banyak Kristus saat ini, itu adalah transaksi yang penuh sukacita. Anda boleh mengambil semua buku di lemari buku kamar saya, mengambil semua jas di lemari baju saya, mengambil semua catatan khotbah dari iPad dan computer saya, jika itu memberikan saya lebih banyak Yesus maka itu adalah transaksi yang penuh sukacita.

Jika anda pernah jatuh cinta, anda mengerti. Transaksi apa pun yang memberikan anda lebih banyak akan dia tidak sia-sia. Apakah saya benar? Ketika anda jatuh cinta, anda melakukan hal-hal konyol. Saya tidak tahu apakah surat cinta masih menjadi sesuatu atau tidak hari ini tetapi sewaktu saya pertama kali jatuh cinta dan menerima surat cinta untuk pertama kalinya, itu rasanya sesuatu banget. Saya menghabiskan berjam-jam membaca surat itu. Padahal surat itu hanya sepanjang satu halaman. Saya memperhatikan setiap kata yang ditulisnya dan mulai membedahnya. “Dear Yosi…”  Dua kata dan saya sudah berhenti dan merenung. Apa arti dari ‘dear’ ini? Apakah dia memanggil semua orang ‘dear’ atau aku ‘dear’ buat dia? Dear Yosi, I have been thinking about you…” Dia memikirkan aku. Dengan cara apa? Dengan cara teman atau lebih dari teman? Kemudian dia menulis, “I’ve been praying for you.” Apakah ini sebuah doa umum atau dia mendoakan aku untuk menjadi pacar dia? Lalu dia menggambar wajah tersenyum. Dan saya berpikir, Aw, dia tersenyum pada aku.” Anda mungkin berpikir saya obsessive tetapi buat saya setiap kata dalam surat itu penting! Jadi mungkin hari ini anda menghabiskan banyak waktu membaca chat history anda dengan dia. Anda menghabiskan berjam-jam berbicara dengan dia dan anda lupa belajar meskipun anda ujian besok paginya. Dan anda senang akan hal itu. Ini adalah transaksi bodoh, tapi menyenangkan. Tetapi transaksi yang anda lakukan untuk mendapatkan Yesus tidak bodoh karena itu adalah satu-satunya transaksi yang memberikan anda hidup dan sukacita yang kekal. Yesus adalah harta di atas semua harta. Yesus adalah obsesi kita yang mengagumkan.

 

 

Kepuasan sejati

 

Filipi 3:9-12 – dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Di sini Paulus memberi kita alasan mengapa resume pribadinya adalah kotoran dan mengapa resume Yesus jauh lebih baik. Paulus sampai pada pemahaman bahwa tidak ada hal dalam resume pribadinya yang dapat menyelamatkannya. Tidak ada satupun. Tidak ada hal dalam resumenya yang dapat memberinya kepuasan yang ia cari. Tidak ada dalam resumenya yang bisa membuat dia benar di hadapan Tuhan. Itu sebabnya resumenya hanyalah kotoran anjing. Tetapi inilah kabar baik Injil. Injil tidak hanya mengatakan bahwa resume kita adalah kotoran tetapi Injil juga menawarkan kita resume yang sempurna – resume Kristus. Dan inilah yang tertulis dalam resume Kristus: tanpa dosa; suci; sempurna; tidak bersalah; sepenuhnya benar; dicintai selamanya oleh Allah Bapa; anak Allah; pewaris kerajaan. Dan anda dapat menerima resume yang sempurna ini bukan dengan bekerja keras untuk membuktikan diri anda layak tetapi dengan menaruh iman anda kepada Kristus. Segala yang diinginkan jiwa anda dan jiwa saya menjadi milik kita dengan menempatkan iman kita di dalam Kristus. Dengan percaya pada karya-karya Kristus di kayu salib. Dimana penghakiman atas dosa-dosa kita dibayar sekali dan untuk selamanya, dan pengampunan diberikan bagi mereka yang percaya kepada Kristus. Dan bukan hanya pengampunan, tetapi kebenaran Kristus. Posisi Kristus, resume Kristus menjadi milik anda dalam satu momen iman. Segala sesuatu yang benar tentang Kristus menjadi benar tentang anda. Tidak peduli seperti apa resume pribadi anda. Anda bisa berada di posisi atas atau posisi bawah dalam tangga sosial. Anda bisa menjadi murid terbaik atau murid terburuk di kelas anda. Kabar baik dari Injil adalah saya mungkin mendapatkan NTL untuk nilai HSC saya (nyaris tidak lulus) tetapi saya Suma Cum Laude dalam Kristus. NTL di mata dunia, Suma Cum Laude di mata Kristus. Yesus Kristus telah memberikan saya resume-nya melalui iman saya kepada dia dan sekarang saya memiliki resume yang sempurna karenanya. Itulah sebabnya saya dapat menganggap resume pribadi saya sebagai kotoran!

 

Namun, itu bukan akhirnya. Karena sekarang, Yesus telah menjadi obsesi kita yang mengagumkan. Hidupnya adalah hidup kita. Resumenya adalah resume kita. Dan jika itu benar, maka pengejaran hidup kita bukan lagi tentang membangun resume pribadi kita tetapi untuk mengenal Kristus. Untuk mendapatkan dia. Untuk ditemukan di dalam dia. Paulus berkata, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya.” Kuasa kebangkitan Kristus adalah satu-satunya alasan mengapa kita dapat menyebut diri kita Kristen. Kuasa kebangkitan yang membangkitkan Kristus dari kematian adalah kuasa yang sama yang menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Anda dan saya dahulu mati dalam dosa kita tetapi Allah dalam kedaulatan-Nya menghembuskan kuasa kebangkitan Kristus ke dalam hidup kita. Dia membangkitkan kita dari kematian dan memberikan kita kehidupan baru. Dia menaklukkan hati kita yang berdosa dan memberontak dan memberikan kita hati yang baru yang berdetak untuk Allah dan mengasihi satu sama lain.

 

Sejauh ini baik. Tapi kemudian Paulus melanjutkan, dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Sekarang, ini sulit. Anda dan saya tidak suka penderitaan. Kita tidak memiliki masalah untuk mengenal kuasa kebangkitan Kristus. Tetapi persekutuan dalam penderitaannya? “Bisakah cawan ini berlalu dariku Tuhan?” Ini tidak populer. Jenis kekristenan yang populer hari ini mengajarkan bahwa jika anda hidup dengan baik maka Tuhan akan memberkati anda. Jika anda taat kepada Tuhan, maka dia akan memberkati anda dengan kesehatan dan kekayaan yang berlimpah. Mengikut Yesus sama dengan kekayaan dan kebesaran. Tentu, anda mungkin mengalami halangan dan menderita untuk sementara waktu. Namun di balik penderitaan itu ada promosi besar yang Tuhan ingin berikan kepada anda. Anda boleh ada di penjara hari ini tapi besok anda akan berdiri sebagai perdana mentri Mesir. Ada amin? Ini adalah keKristenan yang terkenal hari ini dan saya yakin banyak dari anda akan berkata amin sewaktu pesan ini dikotbahkan. Saudara tidak tahu kalau saya sedang menjebak saudara. Karena itu, hari ini, banyak orang Kristen tidak tahu bagaimana dan apa artinya bersekutu dalam penderitaan Kristus. Injil kemakmuran telah menginvasi gereja sedemikian rupa sehingga hari ini banyak orang Kristen tidak tahu bagaimana menghadapi penderitaan. Iman mereka dibangun di atas kebohongan kosong injil kemakmuran dan ketika kehidupan tidak berjalan seperti yang mereka harapkan, mereka meninggalkan iman mereka. Tetapi Paulus sangat jelas. Setelah kita mengalami kuasa kebangkitan, kita akan bersekutu dalam penderitaan Kristus.

Perhatikan susunannya. Bagi Yesus, ia menderita dan mati terlebih dahulu, dan kemudian ia dibangkitkan. Tetapi bagi kita umat Kristus, kita mengalami kuasa kebangkitan Kristus terlebih dahulu, dan kemudian kita bersekutu dalam penderitaan-Nya. Dengan kata lain, penderitaan bukanlah pilihan. Jika anda ada di dalam Kristus, anda akan menderita. Tetapi inilah kabar baiknya: anda juga memiliki kuasa kebangkitan Kristus di dalam diri anda yang memungkinkan anda untuk ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus. Karena itu, orang Kristen tidak perlu takut menderita. Karena kita memiliki kuasa kebangkitan Kristus, penderitaan tidak dapat menghancurkan kita. Penderitaan hanya membuat kita lebih mengenal dan mengasihi Kristus dan itu adalah keuntungan. Apa pun yang memberi kita lebih banyak Kristus adalah keuntungan karena Kristus adalah obsesi kita yang mengagumkan. Dan saya berbicara dari pengalaman saya sendiri. Sering kali, justru di dalam dan melalui masa-masa penderitaanlah Kristus menjadi sangat nyata bagi saya. Dan itu adalah keuntungan. Saya simpulkan begini. Jika kita ingin mengenal Kristus lebih dari segalanya, maka kita tidak keberatan mengalami penderitaan karena penderitaan memberikan kita lebih banyak akan Kristus.

Saya akan meminta bantuan Yo-yo Junior untuk menjelaskan ini. Katakanlah suatu hari saya melihat Yo-yo Junior menangis. Saya bertanya kepadanya, “Yo-Yo, mengapa kamu menangis?” Yo-yo Junior menjawab, “Yo-yo jatuhin koin $1 dan sekarang uangnya hilang.” Jadi, saya menghibur dia. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak perlu khawatir tentang koin $1 yang hilang. $1 itu mungkin sangat berarti baginya sekarang, tetapi itu tidak akan berarti banyak dalam beberapa tahun. Tapi Yo-yo Junior terus menangis. Jadi saya berkata, “Mengapa kamu masih menangis? Kamu bukan anak yatim. Kamu adalah anak papi. Jika koin $1 itu adalah semua yang kamu miliki, maka kamu boleh menangis. Tapi kamu adalah putra papi. Semua milik papi adalah milikmu. Papi punya uang lebih banyak di bank. Oke, mungkin tidak terlalu banyak karena papi adalah seorang pendeta tetapi cukup untuk membuat kamu tidak perlu khawatir tentang kehilangan koin $1. Kamu tidak kehilangan apa pun dengan kehilangan koin $1 itu. Suatu hari, semua milik papi akan menjadi milikmu.” Umat ​​Kristus, apakah anda sadar, bahwa bahkan jika anda kehilangan segalanya dalam hidup, anda hanya dapat kehilangan koin $1? Karena anda memiliki Kristus.

Inilah sebabnya mengapa Paulus adalah orang yang tidak bisa disentuh. Maksud saya, apa yang bisa anda lakukan padanya? Taruh dia di penjara? Dia menyanyikan hymn dan membuat penjaga penjara bertobat. Bunuh dia? “Bagiku mati adalah keuntungan. Aku sangat ingin bersama Kristus. Terima kasih telah membunuhku.” Membiarkan dia bebas? “Hidup adalah Kristus. Aku akan terus memberitakan Injil kepada semua orang.” Siksa dia? “Penderitaan yang aku alami sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang ada di depanku.” Paulus adalah orang yang terobsesi dengan Kristus dan tidak ada yang dapat anda lakukan yang bisa menghentikan dia dari mengejar Kristus! Dan ini tidak hanya berlaku bagi rasul Paulus tetapi juga bagi semua orang yang menaruh iman mereka kepada Kristus. Kita tidak bisa disentuh. Pertanyaannya adalah, apakah kita hidup seperti itu? Apakah kita hidup mengejar Kristus atau kita masih mengejar hal-hal lain? Pada akhirnya, pertanyaan di atas semua pertanyaan untuk umat Kristus bukanlah apa yang telah anda lakukan untuk Kristus, tetapi apakah anda mengejar Kristus? Apakah dia obsesi anda yang mengagumkan?

 

Paulus kemudian melanjutkan dengan dorongan. Filipi 3:12 – Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Paulus tidak hidup dalam dunia mimpi. Dia mengerti bahwa dia masih dalam perlombaan. Kristus adalah obsesinya yang mengagumkan tetapi dia menyadari bahwa dia belum mendapatkan Kristus sepenuhnya dan dia tidak sempurna. Masih ada jauh lebih banyak dari Kristus untuk dia dapatkan dan ia ingin menjadi lebih seperti Kristus. Paulus mengatakan melainkan aku mengejarnya” yang berarti bahwa Paulus sedang mengejar. Ini bukan pasif tetapi aktif. Paulus berlari keras mengejar Kristus.

Sekarang, bisakah saya jujur? Jika anda telah mengejar Yesus untuk sementara waktu maka anda akan tahu. Ada hari-hari ketika saya bangun di pagi hari dan saya tahu bahwa saya sangat mencintai Yesus dan siap untuk menganggap segalanya sebagai sampah agar saya dapat memperoleh Kristus. Tetapi ada juga banyak hari di mana saya bangun dan saya tidak melihat Yesus sebagai harta terindah saya. Ada saudara yang mengalami? Apa yang kita lakukan? Izinkan saya menceritakan kisah “Gadis atau Harimau.” Dalam cerita ini, raja negeri ini menghukum para penjahat dengan menempatkan mereka di sebuah arena yang memiliki dua pintu tertutup. Di belakang satu pintu ada seorang gadis cantik dan di belakang pintu yang lain ada seekor harimau yang lapar. Jika penjahat memilih pintu dengan gadis, ia akan segera dibebaskan, menikahi gadis itu dan hidup bahagia selamanya. Tetapi jika penjahat memilih pintu satunya, ia dapatkan harimau yang lapar. Kisah berlanjut bahwa putri raja jatuh cinta dengan rakyat biasa. Ketika raja tahu, dia sangat marah. Dia menempatkan pria itu di arena dan memberinya pilihan yang sama. Pilihan pintu antara seorang gadis cantik atau harimau yang lapar. Sang putri raja berhasil mendapatkan informasi pintu mana yang mengarah ke gadis dan pintu mana yang mengarah ke harimau. Jadi ketika pria itu memasuki arena, dia melihat ke kekasihnya dan kekasihnya dengan lembut menunjuk ke salah satu pintu. Inilah dilemanya. Apakah sang putri mengarahkan pria ini ke gadis cantik atau harimau? Karena sekarang pertanyaannya adalah, apakah putri raja menginginkan kekasih hidupnya untuk hidup dan menikahi gadis lain? Atau apakah dia lebih memilih kekasih hidupnya dimakan oleh harimau karena jika dia tidak bisa memilikinya, tidak ada gadis lain yang bisa?

Pertanyaan untuk kita melalui cerita ini adalah – apakah anda mempercayai orang yang memberi tahu anda pintu mana yang harus diambil? Ketika anda bangun di pagi hari dan tergoda untuk mengejar hal-hal lain di samping Kristus, apakah anda memercayai orang yang memberi tahu anda pintu mana yang mengarah pada kehidupan dan kepuasan sejati? Karena Paulus dan Yesus sangat jelas. Mereka mengarahkan kita ke mutiara yang tak ternilai harganya, harta sejati kehidupan. Yesus tidak hanya mengarahkan kita ke pintu yang menuju kepada kehidupan, dia memberikan hidupnya untuk menjamin pintu itu bagi kita. Mungkin kita harus kehilangan segalanya untuk mencapai pintu itu, tetapi pada akhirnya itu tidak akan sia-sia. Jadi ya, akan ada banyak hari dimana kita tidak merasa ingin mengejar Kristus. Tapi pertanyaannya adalah, apakah kita percaya padanya? Apakah kita percaya bahwa dia menuntun kita ke dalam kepuasan sejati? Jika kita mempercayai dia, kita terus memilih untuk mengejar dia bahkan pada saat kita tidak ingin melakukan hal itu.

 

Tapi perhatikan apa yang Paulus katakan selanjutnya. Dia memberikan kita alasan mengapa kita bisa berlari dengan keras mengejar Kristus. “Melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.” Saudara, ini adalah Injil. Kita tidak berusaha keras mengejar Kristus untuk menangkap Kristus tetapi karena Kristus telah menangkap kita. Kita tidak mengejar dia karena kita tidak memiliki dia tetapi kita mengejar dia karena Kristus di dalam kita menggerakkan kita untuk mengejar dia. Dan ini adalah perbedaan terbesar antara orang Farisi dan Kristen. Orang-orang Farisi berkata, Aku harus mengejar Tuhan dengan keras agar Tuhan menangkap aku.” Umat Kristus berkata, “Tuhan telah menangkap aku dan itulah sebabnya aku mengejar dia.” Dan jika anda menaruh iman anda kepada Yesus, janji ini adalah milik anda. Segala sesuatu dapat diambil dari kita tetapi tidak ada yang bisa mengambil kita dari Kristus. Anda dapat mengambil segalanya dari saya. Anda dapat mengambil orang tua saya, dan saya bukan lagi seorang anak. Anda dapat mengambil suara saya dan saya bukan lagi seorang pengkhotbah. Anda dapat memecat saya dari gereja ini dan saya bukan lagi seorang pendeta. Tetapi ada satu hal yang anda tidak dapat ambil dari saya. Anda tidak dapat mengambil Kristus dari saya karena Kristus telah menjadikan saya miliknya. Karena bagiku, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

 

 

Discussions:

 

  1. What role does “self-resume” has in our society? Can you see it affects your everyday lives? How?
  2. “It is very possible for you to have all the good things of life and waste your life.” Agree or disagree? Why?
  3. Why does Paul count all his merit and accomplishment as “skubala”? What do we need to do to see self-resume as loss?
  4. Read Matthew 13:44. Would you sell everything you have if you are the man in the parable? Explain the logic of this transaction.
  5. Why is Paul untouchable? What does it say about us as Christians?
  6. What does it mean to pursue Christ? Discuss.
  7. What do we need to do when we don’t feel like pursuing God? Give some daily practical steps you can do as an individual and as a community.
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.