Palm Sunday

Minggu ini merupakan Palm Sunday, sama seperti Yesus waktu Ia dielu-elukan di Yerusalem. Jika saudara membacanya di Yoh 12:12-19, dimana orang-orang mengambil daun-daun palem dan pergi menyongsong Yesus sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel! Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya…” ay13-14. Saudara, Yesus datang bukanlah sebagai pahlawan perang! Banyak orang berpikir bahwa Yesus datang sebagai pahlawan, raja yang gagah perkasa sambil menunggangi kuda yang gagah tetapi kenyataanya, Yesus hanya menaiki seekor keledai. Kita ini sebetulnya seperti keledai yang bodoh, yang seringkali tidak mengerti kehendak Allah! Ada satu pribahasa yang berkata: “Seekor keledai dungupun tidak pernah jatuh di lobang yang sama.” Jadi jika keledai bodoh saja tidak jatuh dilobang yang sama, seharusnya kita, manusia, juga tidak jatuh di dalam kesalahan atau dosa yang sama!! Tetapi janganlah kita menjadi kecil hati….karena justru apa yang bodoh bagi dunia dipakai Allah untuk mempermalukan hikmat dunia!

Kedatangan Yesus pertama kali sebetulnya bukanlah untuk orang-orang yang bukan Yahudi. Misi-Nya adalah untuk orang Israel. Tetapi saudara jika mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, kita akan menemukan Dia! Allah tidak pernah memandang rendah pertobatan kita. Pertobatanmu berharga di mata Tuhan! Sudahkah engkau melakukan perintah-perintah Tuhan? Jika belum….bertobatlah!

Bagaimanakah tanda-tanda orang lahir baru:

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah, barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya didunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal” ay24-25. Saudara yang terkasih, Yesus dimuliakan bukanlah pada waktu ia naik ke sorga, melainkan pada waktu ia menyerahkan nyawanya di atas kayu salib! Bagi setiap orang percaya, penyaliban itu adalah suatu keharusan! Salib adalah jalan menuju kemuliaan!!!

“Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” ay32. Sebetulnya kita tidak perlu susah-susah untuk memenangkan jiwa-jiwa. Tinggikan Allah dengan segenap hatimu, maka Ia yang akan menarik SEMUA orang datang kepada-Nya. Orang-orang itu tidak datang kepada kita atau gereja kita tetapi mereka datang karena mereka rindu bertemu Tuhan! Tinggikan Yesus dengan sikap hidupmu, perkataanmu dan tingkah lakumu, itulah penginjilan yang sejati!

“Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugrahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus” Ef 4:7 Ukuran pemberian Allah itu, tidak bergantung pada banyaknya kita berpuasa, banyaknya kita berdoa, banyaknya kita melayani atau besarnya persembahan kita!

“Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia” ay8. Saudara, waktu Tuhan naik, Tuhan akan membawa tawanan-tawanan. Kita adalah gambaran tawanan-tawanan. Perhatikan disini: waktu Yesus membawa tawanan itu naik, lalu tawanan itu berubah menjadi manusia! Ia memberikan pemberian-pemberian itu kepada manusia! Jika saudara perhatikan sungguh-sungguh, di dalam kej 1-3 sebetulnya Allah tidak menciptakan Adam pada mulanya, tetapi pada mulanya Allah menciptakan manusia! Jadi kata manusia didalam Ef 4:8 sama artinya dengan manusia yang Allah ciptakan pertama kali! Waktu kita dirubah dari tawanan menjadi manusia, keadaan kita sama seperti manusia pada waktu pertama Allah ciptakan! Manusia yang murni dan segambar denga Allah! Manusia pertama adalah gambaran dari kesempurnaan!!

Perhatikan nasehat ini: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus…” Fil 2:5. Apakah yang menjadi tawanan dalam hidupmu? Mungkin itu adalah kebiasan buruk, dosa yang disembunyikan, sering mengasihani diri sendiri atau sifat yang buruk. “…yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan samapi mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, dan yang ada diatas bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah Bapa” ay6-10. Kita mendapat suatu kebenaran yang luar biasa disini mengenai nama Yesus. Allah telah mengaruniakan nama Yesus, nama diatas segala nama. Semua nama bertekuk lutut kepada nama Yesus!! Saudara bisa sebutkan nama apa saja, contohnya: kanker, AIDS – nama penyakit, banjir – nama bencana alam, ayah, ibu, adik, kakak, saudara sebutkan nama-nama mereka, maka semua akan bertekuk lutut kepada nama Yesus!!! Halleluyah! Juga semua lidah akan mengaku; Semua mahluk yang mempunyai lidah juga akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan!! Sekarang coba sebagai tugas bagi saudara sekalian untuk menemukan 7 hal yang menyebabkan Yesus begitu dimuliakan oleh Bapa di sorga (didalam Ef 2:6-8). Jika saudara sudah menemukannya, maukah engkau mengikuti teladan Yesus? Kemuliaan Allah tidak akan muncul dalam hidup kita jika kita tidak melewati “salib” itu. Tidak ada jalan lain menuju kemuliaan selain lewat “Salib”. Halleluyah!!

Tags:
No Comments

Post A Comment