Paradigma Kerajaan

Kerajaan Surga adalah suatu bentuk pemerintahan yang kekal dimana Allah menjadi pusat dari segala sesuatu.

 

Kerajaan kegelapan sebagai musuh Kerajaan Surga telah melakukan penipuan pada manusia pertama, Adam yang adalah penguasa bumi dan perwakilan Allah di bumi.

 

Hubungan Adam dengan Sang Raja terputus sehingga seluruh rancangan Tuhan yang menjadikan Adam sebagai perwakilan Kerajaan Surga di bumi menjadi gagal. Bumi yang seharusnya dikuasai oleh Adam menjadi tempat kejahatan (iblis) berkuasa.

“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi” Kejadian 1:26.

 

 

Raja Surga, Tuhan Yesus sebagai Raja diatas segala raja datang ke bumi sebagai manusia,  mempunyai misi mengembalikan kekuasaan yang sudah direbut oleh si jahat.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekalYohanes 3:16.

 

Yesus Kristus sebagai Adam terakhir mengembalikan status manusia kembali menjadi perwakilan Allah di bumi, membawa kembali kerajaan yang hilang ke bumi.

 

 

Kerajaan Surga kembali dinyatakan di bumi dan untuk mengalaminya diperlukan terjadinya perubahan pikiran karena pola pikir dari kerajaan si jahat tidak sama dengan pola pikir dari Kerajaan Surga.

 

Jadi syarat utama masuk dalam KerajaanNya adalah Pertobatan!

Yesus memulai pelayananNya di dunia dengan sebuah pernyataan … “Bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Dalam bahasa Gerika, bertobatlah adalah “metanoia” atau bisa diterjemahkan “perubahan pikiran.”

 

Proses ini tidak mudah, selalu ada “penderitaan” dan berlangsung seumur hidup.

 

Untuk hidup dengan Paradigma Kerajaan, kita perlu mengalami terlebih dahulu Perubahan Paradigma:

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” Roma 12:2.

“supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu” Efesus 4:23.

 

Paradigma adalah cara berpikir kita terhadap sesuatu. Setiap orang mempunyai cara berpikir atau paradigma yang disebabkan oleh pengalaman dan referensi yang dimiliki oleh seseorang. Perubahan paradigma berarti perpindahan dari satu cara berpikir ke cara berpikir lainnya.

Contoh perubahan paradigma adalah perubahan dari fokus pada materi ke fokus pada manusia dan perubahan dari fokus saat ini ke fokus pada kekekalan.

 

Perubahan Paradigma akan mengakibatkan Perubahan Perilaku/Perbuatan:

dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain karena kita adalah sesama anggotaEfesus 4:24-25.

 

Kemudian Perubahan Perilaku mengakibatkan terjadinya Kebiasaan yang Baru:

“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia” Efesus 4:28-29.

 

Kebiasaan adalah perilaku yang dilakukan tanpa harus berpikir terlebih dahulu (secara otomatis). Contoh: kebiasaan mendahulukan orang lain, memperhatikan dan menghargai  orang lain.

 

Perubahan Kebiasaan akan mengakibatkan perubahan Gaya Hidup.

Gaya hidup adalah sekumpulan kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang.

 

Pada akhirnya perubahan gaya hidup akan mengakibatkan pencapaian tujuan hidup.

 

 

Perubahan Paradigma > Perubahan Perilaku > Kebiasaan Baru > Gaya hidup > Pencapaian Tujuan Hidup: memerintah dan menjadi perwakilan Allah di bumi (Representatives Of Christ’s Kingdom).

Be Fruitful; Be Multiply; Fill The Earth; Subdue It and Having Dominion > Kejadian 1:28.

 

 

Yesus menekankan betapa pentingnya kita bisa mengalami KerajaanNya dan untuk itu dibutuhkan pikiran yang diubahkan. Semuanya ini dimulai dengan mengubah paradigma yang selama ini sudah “mendarah daging” dalam hidup kita.

 

Ketika kita hidup dengan paradigma Kerajaan Surga, maka Kerajaan itu menjadi nyata dalam hidup kita. Kerajaan itu dimulai di dunia ini sejak setiap orang menyerahkan hidupnya dan percaya kepada sang Raja Yesus Kristus dan berlangsung kekal sampai selama-lamanya.

 

Kita ada di bumi dengan gaya hidup Kerajaan Allah, seperti waktu Yesus ada di bumi!

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Roma 14:17.

 

 

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Matius 6:9-10.

 

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” Matius 6:33.

 

“Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.” Matius 9:35.

 

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Matius 12:28.

 

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannyaMatius 24:14.

 

 

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:” 1 Petrus 2:9.

 

“Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumiWahyu 5:10.

 

“Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanyaWahyu 11:15.

 

“Dan malam tidak akan ada lagi disana dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanyaWahyu 22:5.

 

 

Ada 7 gunung yang harus dikuasai:

A rt n entertainment

B usiness

C hurch n missions

D evelopment of the poor

E ducation

F amily

G overment & Politics

 

“Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” Yohanes 4:34.

 

 

 

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” Kolose 3:23.

 

“Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Matius 4:17.

 

Jesus be the center of my life ….!!!

 

The Law Of Priority:

  1. God
  2. Spouse
  3. Children
  4. Work & Career
  5. Church – Seeking & Serving God together with His body
  6. Extended family & Special Friends
  7. Hobby & other Interests.

 

______________________________________________________________________________

 

 

ROCK: Representatives Of Christ’s Kingdom.

 

 

Visi:

To Be ROCK – Representatives Of Christ’s Kingdom.

 

 

Misi:

Exalting The Lord (Meninggikan Tuhan)

Building Messianic People – Harmonius, Victorius, Glorius (Membangun masyarakat mesianik – Esa, Jaya, Mulia)

 

 

Values:

L ove

I ntegrity

G enerosity

H umility

T ruth

 

Qualities:

S piritual

A uthority

L eadership

T ransformer

 

Motto:

We help you to fulfill your destiny (kami membantu anda menggenapi rancangan Tuhan dalam hidup anda)

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.