Passion to Jesus

Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang kerumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar bahwa Yesus sedang makan dirumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri dibelakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Luk 7:36-38.

Didalam cerita ini dijelaskan bahwa ada seorang perempuan yang berdosa, dan ia mendatangi Yesus, membasahi kaki-Nya dengan air mata, menyeka dengan rambut, mencium lalu mengurapinya dengan minyak wangi. Begitu “passion” nya wanita ini kepada Yesus. Minyak wangi yang dipakai itu adalah minyak yang mahal harganya, harganya sekitar 300 dinar atau sama dengan jumlah upah seseorang selama satu bulan. Dari kisah yang kita baca ini, kita mendapati bagaimana wanita ini begitu mengasihi Yesus dan berterima kasih karena dosanya sudah diampuni. Ia mau memberikan yang terbaik kepada Yesus. Wanita ini sadar bahwa ia orang berdosa dan ia tidak layak tetapi ia mempunyai “passion” yang besar terhadap Yesus. Mari kita lihat respon dari orang-orang diayat 39, “Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini, tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” Tetapi Yesus sangat dipimpin oleh Roh Kudus, oleh karena itu Ia bisa tahu apa yang ada didalam hati orang Farisi itu. Roh Kudus memberitahukan Dia. Lalu Tuhan memberikan suatu cerita dan pertanyaan kepada Simon: “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kepada kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang lebih mengasihi dia? Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapus hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.” Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.” Wanita ini begitu besar “passion” nya kepada Yesus!

Saudara yang terkasih, Allah sedang membangkitkan gereja-Nya dan umat-Nya yang begitu cinta pada-Nya, “passionate” atau “deeply in love” terhadap Tuhan. Di akhir jaman ini cinta yang sejati (true love) akan semakin berkurang dan nafsu (lust) menjadi semakin bertambah. Didalam bahasa Inggris dikenal ada “wish”, “desire” dan “passion” Kita akan melihat ketiga hal ini supaya saudara mempunyai pengertian yang jelas tentang “passion”.

Apakah “wish” itu? “wish” adalah sesuatu yang saudara harapkan, sangat sedikit usaha yang dikerjakan. Sebagai contohnya, setiap kita berulang tahun, sebelum meniup lilin, biasanya kita mengucapkan “wish” didalam hati, ada yang “I wish I drive a Ferrari’ atau “I wish I go to Disneyland”. Kita hanya berkeinginan tetapi kita tidak berusaha apa-apa, just wish!

“Desire” adalah suatu keinginan yang kuat dan usaha yang aktif supaya keinginan itu menjadi kenyataan. Contohnya, engkau ingin menjadi seorang dokter, maka engkau akan belajar sungguh-sungguh supaya nilaimu itu cukup untuk diterima di fakultas kedokteran.

Dan yang terakhir dan terkuat adalah “passion”, yaitu suatu usaha yang terkuat, seluruh hidup, kekuatan untuk mencapai dengan segala harga. Seluruh hidup kita akan dipengaruhi oleh “passion” kita. Mimpi-mimpimu, cara bicara, prioritas hidup… semua kan berhubungan dengan “passion” mu itu.

Wanita itu begitu “passionate” terhadap Yesus sehingga ia memberikan air matanya, harga dirinya, hartanya, segalanya untuk Yesus. Saudara, ingatlah, waktu engkau melakukan sesuatu, lakukanlah dengan seluruh hatimu… maka Tuhan akan bergerak secara luar biasa. Wanita ini memperoleh keselamatan atas hidupnya melalui “passion” nya kepada Yesus. Be passionte to Jesus!

Tags:
No Comments

Post A Comment