Penyakit Lidah

“Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! Siapakan orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (Mazmur 34:12-14).

Kunci agar kita dapat berumur panjang dengan disertai berkat yang melimpah ada di dalam Mazmur 34:14, yaitu, “jagailah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu”. Firman Tuhan berkata bahwa apa yang keluar dari mulut kita berasal dari hati (Matius 12:34b). Jadi apa yang keluar dari mulut kita itu sama seperti apa yang terdapat di dalam hati kita.

Firman Tuhan banyak sekali berbicara tentang mulut dan lidah. Hari ini saya mau mengajak kita semua untuk banyak membuka firman Tuhan.

“Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran” (Amsal 21: 23).

“Siapa yang menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan” (Amsal 13:3), karena setiap perkataan yang sia-sia yang kita ucapkan haruslah dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Matius 12:36).

Yakobus 3:1-12 mengajarkan tentang dosa karena lidah; di dalam ayat yang ke-2 dikatakan bahwa orang yang tidak bersalah dalam perkataannya adalah orang yang sempurna, yang juga dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lidah kita itu seperti kemudi kapal yang kecil yang dapat mengendalikan kapal-kapal yang besar (ayat 4). Lidah juga digambarkan seperti api, yang walaupun kecil dapat membakar hutan yang besar (ayat 5). Di dalam ayat yang ke-8, dikatakan bahwa lidah adalah sesuatu yang buas dan penuh racun.

Lidah kita itu penuh dengan kuasa! Marilah kita memakai lidah kita dengan benar: memakainya untuk memuji Tuhan (ayat 9) dan juga untuk memberkati sesama kita (ayat 10).

Biarlah mulut dan lidah kita ini dipakai untuk memuji Tuhan, biarlah dari hati kita keluar puji-pujian bagi Dia dan juga kata-kata yang indah (Mazmur 45: 2-3).

“Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu” (Kidung Agung 4:3). Bibir yang merah seperti kirmizi itu menggambarkan akan darah Kristus. Tuhan mencari dan melihat kecantikan yang ada di dalam kita, bukan dari luar; dan Tuhan Yesus sendirilah yang dapat menyucikan hati kita dari dalam.

Marilah kita senantiasa menjaga agar hati kita tetap bersih. Marilah kita membersihkannya dari segala “polusi” dengan meminta ampun kepada Tuhan pada pagi hari, maupun pada malam hari. Janganlah kita hanya memperhatikan kecantikan kita yang dari luar, tetapi juga kecantikan yang dari dalam.

Berhati-hatilah dengan berbagai macam “penyakit” lidah yang ada. Contohnya: 1. Banyak Bicara (BB) Amsal 10:19; Amsal 14:23b; Pengkhotbah 5:2, 3 2. Perkataan Sia-sia Matius 5:37 3. Gede Omong (GO) / Besar Mulut Mazmur 12:3-4 4. Gossip (GO) Amsal 18:8; Amsal 20:19 5. Aku Ingin Dusta Selalu (AIDS) / Pendusta Wahyu 21:8 6. Terlalu Bicara Cepat (TBC) / Cepat Bicara Amsal 29:20; Mazmur 106:33

Jika kita mempunyai “penyakit” lidah ini, marilah kita bertobat. Jalan kesembuhan dari “penyakit” lidah ini adalah dengan datang kepada Yesus dan mengakui segala dosa kita, supaya Ia yang menyembuhkan, menyucikan hati serta perkataan kita. Marilah kita mengikuti contoh nabi Yesaya yang meminta agar Tuhan menjamah bibirnya karena ia sadar bahwa ia seorang yang najis bibir.

Tags:
No Comments

Post A Comment