Perjalanan Hidup Orang Percaya

“Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah” Ibrani 12: 22

Kita semua dipanggil untuk masuk ke kota Allah, ke Bukit Sion. Ini adalah visi Allah bagi semua umat-Nya, sebab Ia ingin agar kita tinggal bersama-Nya di Bukit Sion, di kota Yerusalem. (Keluaran 15: 17; Mazmur 78: 54, 68)

Namun sebelum kita dapat masuk ke Bukit Sion ada beberapa langkah yang harus diambil terlebih dahulu. Langkah-langkah yang harus diambil telah terjadi atas bangsa Israel, dan ada tertulis dalam perjanjian lama dan perjanjian baru di dalam Alkitab. Secara ringkas perjalanan bangsa Israel ditulis dalam kitab I Korintus 10:1-11.

Langkah-langkah yang harus diambil adalah: 1. Menerima penebusan darah Yesus Kristus (1 Korintus 5: 7) Pada jaman perjanjian lama, umat Israel diluputkan Tuhan sebab mereka menaruh darah domba di pintu rumah mereka. Sedangkan anak sulung bangsa Mesir, sampai kepada ternaknya dibunuh. Kejadian ini dikenal sebagai “passover”.

Pada jaman perjanjian baru kejadian yang sama juga terjadi, namun bukan binatang ternak yang disembelih menjadi korban, melainkan darah Anak Domba Allahlah yang tercurah. Sekarang ini, kita memperingati kejadian ini sebagai hari Paskah.

2. Pertobatan Setelah kita mengerti akan artinya penebusan darah Yesus Kristus atas dosa-dosa kita, kita harus bertobat, dan menerima-Nya sebagai Juru Selamat. Sebab itu kita memberikan diri kita untuk dibaptis sebagai tanda ketaatan kita. Baptisan air tidak menghapus dosa, ini cuma merupakan suatu tanda pertobatan dan ketaatan. Yang menghapus dosa kita adalah darah Yesus Kristus.

Di dalam perjanjian lama, bangsa Israel juga dibaptis (1 Korintus 10: 2). Dan di dalam pernjanjian baru, Yesus dan murid-murid-Nya juga dibaptis. (Matius 3: 15, 16)

Jikalau kegunaan baptisan air adalah untuk menghapus dosa, maka tidaklah perlu Tuhan Yesus dibaptis, sebab kita ketahui bahwa Ia tidaklah berdosa. Tuhan Yesus dibaptis karena Ia taat kepada Bapa di surga.

3. Baptisan Roh Kudus Langkah berikutnya adalah baptisan Roh Kudus. Di dalam perjanjian lama, hal ini terjadi di atas gunung Sinai. Dalam perjanjian baru, hal ini dikenal sebagai hari Pentakosta.

Kita semua perlu dipenuhi oleh Roh Allah.

4. Padang Pasir Setelah dipenuhi oleh Roh Kudus, kita akan dibawa masuk ke padang pasir.

“Segera sesudah itu Roh memimpin Dia (Tuhan Yesys) ke padang gurun.” (Markus 1: 12)

Banyak orang Kristen yang hanya senang tinggal di langkah ketiga di atas dan tidak mau masuk ke dalam fase yang berikutnya. Tuhan berkata kepada bangsa Israel: “Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara.” (Ulangan 2:3)

Kita perlu maju terus di dalam perjalanan hidup Kekristenan kita.

Saat kita masuk ke padang pasir, seakan-akan Tuhan itu jauh dari kita, doa kita tidak didengar, dan akan banyak masalah dalam hidup kita.

Tuhan Yesus juga dihadapi dengan berbagai cobaan dan masalah di padang pasir.

“Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya” (Ibrani 5: 8)

Pengalaman kita di padang pasir, dan di dalam keadaan yang susah akan membuat kita lebih taat dan intim lagi dengan Tuhan.

5. Sunat (Yoshua 5: 8) Setelah bangsa Israel melalui padang pasir, keadaan tidak langsung menjadi baik, bahkan sebaliknya mereka harus disunat.

Sunat itu adalah hal yang tidak enak dan sakit. Perlu sesaat untuk dapat sembuh total. Sunat bagi kita adalah sunat hati, proses pembuangan segala kedagingan kita. Sunat adalah proses pemurnian hidup, segala kotoran serta kejelekan dalam hidup kita akan kelihatan saat dalam proses ini.

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Roma 6: 6)

6. Masuk ke Bukit Sion Pada jaman perjanjian lama raja Daud menduduki Bukit Sion. Daud mampu melakukan itu karena kuat kuasa pengurapan Tuhan atas hidupnya.

Dengan kuasa pengurapan Tuhan, kita juga akan mampu masuk ke Bukit Sion!
(Baca: Wahyu 14: 1-4)

Tags:
No Comments

Post A Comment