Pertumbuhan Iman (Growing Faith)

Saat kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita memerlukan yang namanya iman; dan ini merupakan suatu iman dasar yang Tuhan berikan kepada kita.

Menurut Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Dimensi dari iman selalu berbicara tentang hal yang sekarang, hari ini! Kita boleh percaya kemaren atau dahulu, tetapi jika kita tidak percaya lagi sekarang ini, maka itu bukanlah suatu iman. Iman selalu ada dalam dimensi sekarang!

Setiap janji ataupun benih yang Tuhan berikan kepada kita, dan yang telah dimulai oleh Firman, haruslah kita imani dan jalankan sampai pada penggenapannya. Ini merupakan suatu process dan harus terus kita imani setiap saat, yaitu iman dalam dimensi sekarang.

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibrani 11:6

Tuhan Yesus senang dengan yang namanya iman, sebab tanpa iman kita tidak dapat berkenan dan menyenangkan Allah. Dan kita tidak mungkin dapat taat kepada Tuhan tanpa ada iman.

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Galatia 6:9

Seorang ayah akan senang jika melihat anaknya yang terus percaya bahwa ayahnya akan menepati janjinya, walaupun janji itu sudah diberikan bertahun-tahun lamanya. Begitu juga dengan kita yang akan menyenangkan hati Tuhan jika kita terus percaya dengan janji-janji-Nya kepada kita, sebab itu adalah suatu iman bahwa Tuhan akan menggenapi janji-janji-Nya pada waktunya.

Di dalam Alkitab banyak sekali contoh-contoh iman yang disenangi oleh Tuhan Yesus.

Di dalam Injil Matius 15:21-28 diceritakan tentang iman seorang wanita Kanaan yang oleh karena imannya Tuhan Yesus menyembuhkan anaknya yang kerasukan setan dan berkata: “Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.” Matius 15:28

Jika kita membaca kitab Matius 15, maka kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus tidak secara kebetulan pergi ke daerah Tirus dan Sidon, tetapi Dia pergi kesana khusus untuk wanita Kanaan dan untuk menyembukan anaknya. Iman wanita inilah yang menarik Tuhan Yesus kesana! Namun walapun demikian, ketika Tuhan Yesus bertemu dengan wanita ini Ia tidak langsung memenuhi permintaannya untuk menyembuhkan anaknya. Tuhan Yesus menguji dahulu iman dari wanita ini, dan wanita Kanaan ini tidak menjadi kecewa ataupun sedih, bahkan sebaliknya ia datang menyembah Yesus.

“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” Roma 12:3

Contoh iman berikutnya adalah iman dari seorang pegawai istana yang anaknya sedang sakit yang dapat kita baca dalam Injil Yohanes 4:46-54. Pegawai istana bukanlah seorang yang percaya kepada Tuhan Yesus pada awalnya, kita dapat membaca dalam ayat yang ke-53 bahwa hanya pada waktu ia tahu anaknya benar-benar sembuh dia menjadi percaya, dia dan seisi rumahnya.

“Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.”Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.” Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.” Yohanes 46:52-53

Dari kejadian ini kita boleh belajar bahwa apapun yang keluar dari mulut Tuhan haruslah kita percaya dan terima.

Contoh yang terakhir dapat kita temukan di dalam Injil Lukas 7:1-10, yaitu iman seorang perwira yang menemui Yesus karena hambanya yang sedang sakit. Jika kedua contoh pertama menceritakan tentang orang tua yang mencari Yesus karena anaknya sakit, yang terakhir ini adalah suatu hal yang unik sebab perwira ini peduli dengan budaknya yang sakit. Padahal budak adalah manusia yang tidak ada arti dan harganya pada jaman itu.

“Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.” Lukas 7:9-10

Firman Tuhan yang sudah kita dengar haruslah kita praktekkan, maka iman kita akan bertumbuh. Dan janganlah kita pernah ragu untuk datang kepada Tuhan apapun keadaan dan kondisi kita. Jangan pernah kita menutup-nutupi hidup kita dari Tuhan, sebab Ia perduli dengan kita meskipun keadaan kita sedang buruk sekalipun. Terbukalah dengan Tuhan, maka kita akan bertumbuh. Lalu kita juga harus memperkatan iman kita kepada Tuhan.

“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.” Amsal 28:13

You can come to God anytime, for He is a good God!

Tags:
No Comments

Post A Comment