Pesan Tuhan di Awal Tahun 2009

Memasuki awal tahun 2009 ini, kita diperhadapkan dengan banyak berita negatif baik melalui siaran televisi, Koran, internet maupun teman-teman di lingkungan kita berada. Sepertinya tidak ada kabar positif yang tersisa yang dapat kita dengar.

Namun sebagai orang percaya kita seharusnya tidak terbawa arus berita-berita negatif yang membanjiri kita setiap hari, melainkan kita semakin ber-fokus kepada Tuhan dan bergantung sepenuhnya kepada Dia.

Markus 4:35-41 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.” (36) Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. (37) Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. (38) Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (39) Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. (40) Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (41) Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

Melalui perikop diatas ada 3 pesan Tuhan kepada kita dalam memasuki tahun 2009;

1. Jangan Takut Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah lepas tangan dan tetap berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi di dunia dan terlebih lagi alam kehidupan kita.

Rasa takut sangat berbahaya karena dapat mematikan potensi yang ada dalam diri kita. Sebagai contoh; Goliath yang meng-intimidasi Bangsa Israel selama 40 hari hanya dengan perkataannya saja.

Pada saat kita mengalami rasa takut – langkah yang terbaik adalah datang dan mendekat kepada Tuhan kita, maka Ia akan memberikan kita rasa aman dan damai yang melebihi akal budi kita.

Pada pembacaan Alkitab di atas, murid-murid Tuhan Yesus yang ketakutan membangunkan Tuhan Yesus untuk mencari pertolongan. Jikalau saja, murid-murid Tuhan Yesus berpikir bahwa mereka dapat menghadapi angin Taufan ini (murid-murid Tuhan Yesus sebagian besar adalah nelayan) dan tidak mau membangunkan Tuhan, maka akhir cerita dari perikop di atas dapatlah berubah. Murid-murid Tuhan Yesus belum tentu bisa selamat dari angin Taufan tersebut. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa bergantung kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

2. Setia ikut Tuhan Markus 4:36 menuliskan bahwa tidak hanya perahu yang ditumpangi Tuhan Yesus bertolak menuju Gedara namun banyak perahu-perahu lain yang mengikuti.

Pada saat angin Taufan datang, maka perahu-perahu lain juga akan mengalami hal yang sama. Jikalau ada diantara pengikut Tuhan Yesus yang menyesal mengikuti Tuhan Yesus dan bertolak balik ke pantai maka beberapa hal dapat terjadi: – Perahu mereka kemungkinan akan menghantam karang dikarenakan cuaca yang buruk dan gelap – Perahu dapat berlayar ke tujuan yang salah dikarenakan badai dan angin yang kencang – Perahu dapat terbalik dan tenggelam, dan sebagainya.

Dari perikop diatas kita tahu bahwa perahu-perahu yang tinggal dan tetap mengikuti Tuhan Yesus akhirnya mengalami mujizat. Oleh sebab itu, pesan Tuhan yang kedua adalah tetap setia dalam mengikut Tuhan.

3. Janji Tuhan dalam hidup kita akan digenapi Setelah melewati angina Taufan, lalu Tuhan Yesus bersama murid-muridNya tiba di kota Gedara. Pembacaan Alkitab di Markus 5:1-20 mencatat bahwa ada seorang laki-laki yang dirasuki oleh banyak roh-roh jahat dan disembuhkan oleh Tuhan Yesus.

Roh-roh jahat itu meminta ijin Tuhan Yesus untuk masuk ke tubuh babi-babi yang ada dekat disana. Akhir cerita, babi-babi tersebut terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati. Penduduk di daerah tersebut takut dan marah dan mengusir Tuhan Yesus dari tempat tersebut.

Inti dari pembacaan Alkitab di atas (Markus 5:1-20) adalah, Tuhan Yesus harus melewati banyak rintangan (angin taufan, diusir penduduk lokal) hanya untuk memulihkan satu orang saja. Orang yang tadinya dirasuki roh-roh jahat tersebut sudah tidak mempunyai harapan dan masa depan, namun bertemu dengan Tuhan Yesus semua keadaannya dipulihkan.

Bahkan Alkitab mencatat bahwa orang tersebut pergi ke sepuluh kota (dekapolis) untuk menceritakan akan kebaikan Tuhan.

Memasuki Tahun Revayah ini, mari kita bersama-sama;

– Jangan Takut sebab Tuhan selalu bersama dengan kita – Setia dalam mengikuti Tuhan – Tuhan akan mengenapi janjiNya dalam kehidupan kita.

Amin

Tags:
No Comments

Post A Comment