Posisi kita dalam Tuhan

“Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” Roma 8:31-35

Jika kita tahu di mana posisi kita dalam Tuhan maka kita tidak akan goyah atas apapun juga yang kita hadapi.

Tahukah saudara kalau pekerjaan dan hobi si iblis adalah mendakwa manusia. Untuk itu janganlah pernah kita mendakwa atau menuduh sesama kita, sebab itu adalah pekerjaan si iblis. Biasanya manusia suka menuduh sesamanya jika dalam masalah, namun janganlah kita lakukan hal itu sebab jika kita tahu di mana posisi kita dalam Tuhan maka kita tidak akan takut akan masalah yang harus dihadapi.

Walaupun kita mememang peta tetap saja kita dapat tersesat. Namun kita tidak perlu panik asalkan kita tahu di mana posisi kita. Dan tugas iblis adalah membingungkan posisi kita. Contohnya, iblis sering berkata: “jikalau engkau anak Tuhan, maka…” perhatikan kata “jikalau”, ini adalah cara iblis untuk membingungkan kita. Kita ADALAH anak-anak Tuhan, bukan jikalau. Kita harus tahu secara pasti dan jelas di mana posisi kita dihadapan Tuhan. Jangan pernah kita dibuat ragu olehnya.

Di manakah posisi kita dalam Tuhan?

“sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Efesus 3:17

Oleh iman kita, Kristus tinggal di dalam kita! Jangan kita hidup oleh apapun juga selain oleh iman, maka kita akan berakar dalam kasih.

“dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” Filipi 3:9

Jika Kristus tinggal di dalam kita dan kita ada di dalam Kristus, maka hidup kita tersembunyi dalam Kristus. Luar dan dalam kita adalah Kristus. Kita tidak kelihatan, namun hanya Yesus yang kelihatan dalam hidup kita.

Kita menerima janji Tuhan bukan karena ketaatan kita namun karena posisi yang kita miliki sebagai anak-anak Tuhan. Ini bukan berarti kita dapat menjadi orang yang malas, sebab Tuhan sendiri benci terhadap kemalasan.

Orang yang tidak mengenal Tuhan sekalipun dapat kaya jika mereka mengetahui hukum alam dan bekerja dengan giat. Jadi kita harus periksa diri kita masing-masing, apakah kekayaan yang kita miliki datang dari Tuhan atau karena atas usaha kita sendiri?

Berkat Tuhan tidak diukur dari berapa banyak yang kita peroleh dan miliki, tetapi dari berapa banyak yang kita beri.

Coba perhatikan hal berikut ini, Tuhan tidak melihat jumlah yang kita berikan, namun Ia melihat berapa banyak yang masih tersisa dalam kita. Jika seseorang memberikan Rp 200 juta dari 20 milyar Rupiah yang ia miliki maka ia memberi 10% dan mempunyai sisa 18.8 milyar Rupiah. Jika ada orang lain yang memberikan Rp500 dari Rp1000 yang ia miliki maka ia telah memberikan 50% dari apa yang ia miliki. Jika engkau memberi hari ini, Tuhan melihat apa yang masih ada di dalam dompetmu, di rumah dan juga di tabunganmu.

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” Filipi 3:10

Posisi kita adalah orang benar dihadapan Tuhan. Jangan pernah hidup dalam keragu-raguan, dan kembalilah kepada posisi yang benar!

Tags:
No Comments

Post A Comment