Restoration of revelation – gifts

Matius 25:14-20

 

Minggu lalu kita sudah membahas tentang pewahyuan tentang Mina (uang) tetapi kita sekarang bicara tentang perumpamaan tentang talenta. 1 Mina = 100 drahma. 1 drahma/dinar = upah 1 hari kerja jadi silver/ mina yang diberikan adalah 10 mina kepada 10 hamba. Minggu lalu saya membuat kesalahan dimana saya berkata setiap hamba mendapat 10 mina per orang tetapi setelah saya baca ulang ternyata hanya 1 mina per orang jadi 10 mina dibagikan kepada 10 hamba dan setiap orang mendapat 1 mina dan setelah itu ditinggalkan dengan upah 30 bulan atau 3 tahun. Walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak hanya 3 yang setia dari 10 tetapi dari 3 hamba itu yang berhasil hanya 2. Hamba 1 memperoleh 10 mina dan mendapat 10 kota sebagai hadiah, hamba 2 memperoleh 5 mina dan mendapat 5 kota sebagai hadiah , hamba 3 walaupun setia tetapi tidak menggandakannya; memperoleh 1 mina dan mengembalikan 1 mina.

Saya meralat khotbah saya minggu lalu tentang 10 mina modal tambah 10 jadi 20. Sekarang saya ralat itu Cuma tetap 10 dan tidak merubah arti khotbah secara keseluruhan hanya merubah arti dari modalnya. Dari modal yang hanya 1 jadi 10 berapa persen untungnya? 1000%. Jika modalnya 10 untung 10 , untungnya berapa persen? 100% hanya itu saja bedanya tapi rewardnya tetap sama 10 kota dan 5 kota. Tetapi yang 1 mina dikubur dan tidak diolah. Dia tetap setia tapi tidak menghasilkan. Itu  minggu lalu sekarang ke khotbah sekarang.

Talenta diberikan rada berbeda. Talenta diberikan dengan jumlah lima,dua,dan satu. Yang lima memperoleh 5 jadi total 10. Yang dua memperoleh dua jadi total empat. Yang satu sama dikubur. Nah sekarang saudara lihat perumpamaan ini diberikan talenta.

Apa itu talenta? 1 Talenta = 60 mina = 6000 drahma itu upah 180 bulan atau kurang lebih 15-16 tahun. Jadi yang diberikan kepada 1 talenta adalah upah 15-16 tahun. Minggu lalu saya sudah katakan di Australia gaji 1 tahun rata rata 50 ribu dikali 15 taun adalah 750ribu; belum sampai 1 juta dollar. Itu yang diberikan kepada 1 talenta. Yang diberikan 5 talenta dan 2 talenta bisa saudara hitung sendiri.

Talent dulunya dianggap sebagai satu terms for units or weights (satuan berat). 1 talenta emas/perak itu sama dengan 75 ons. Lalu berubah sekarang kalau sekarang kita mendengar kata talenta/talen kita tidak lagi mikir jumlah duit tetapi bakat. Dan itulah yang akan kita bahas dua artiannya yaitu uang dan bakat.

Sekarang saya mau kasih tau saudara kalau bakat itu adalah pemberian Tuhan. Tidak ada satupun seseorang yang belajar talenta. Kalau anda bisa menjadi orang yang skilful lalu menjadi orang yang hebat dan punya income karena belajar itu bukan talenta tetapi training;melatih diri. Misalnya anda tidak ahli accounting lalu sekolah accounting dan menjadi mahir itu namanya belajar dan bukan talenta. Dan yang saya mau bahas adalah setiap kita diberikan bakat,karunia,pemberian,talenta tidak peduli berapa jumlahnya. Jika saudara berkata saya tidak tahu talenta saya padahal sudah umur 40 dan merasa tidak punya talenta anda perlu bertobat ulang. KArena ayat ini sudah menjelaskan kepada kita semua diberikan tanpa terkecuali. Doesn’t matter keadaan kita seburuk apapun atau sebodoh apa kita semua punya talenta.

Kita tidak perlu mencari siapa yang bakatnya lebih bagus dan banyak tetapi setiap kita diberikan bakat. Diberikan karunia. Tidak perlu mencari pembanding karena jumlahnya berapa itu urusan Tuhan. Tanggung jawab kita bukan mencari jumlah karunia kita berapa tetapi tanggug jawab kita adalah bagaimana menggandakannya, memperkerjakannya, membisniskannya sehingga yang tadinya talenta nya Cuma satu bisa menjadi 10 misalnya itu yang Tuhan mau.

Sekarang kita lihat bahwa setiap kali Tuhan memberikan sesuatu kepada kita, kecuali keselamatan Tuhan minta hasilnya mana? Saya ulangi.

Setiap kali Tuhan memberikan sesuatu di hidup kita, kecuali keselamatan Tuhan akan menagih kepada kita mana hasilnya?

Kalo kita bicara bakat, saya sudah bicara 2 minggu lalu saya paling tidak berbakat dalam hal menggambar. Tetapi saya mau ceritakan satu cerita yang sedang heboh di tempat kita yaitu Masterchef. Saya pernah berdoa untuk salah satu saudari kita yang saya kenal lebih dari 10 tahun lalu bahwa Tuhan berikan kamu bakat yang luar biasa. Tuhan berikan kamu karunia yang luar biasa dan saya tidak percaya kamu hanya hidup yang biasa biasa. Itu yang pertama

Yang kedua, anaknya yang mendapat gelar King of Desserts dari Masterchef diwawancara oleh Channel 10 dan ditanya apakah dia pernah sekolah atau sering latihan untuk mendapatkan skill seperti itu tetapi dia menjawab “Tidak, aku dapat skill itu dari mamaku”

Walaupun mamanya menginginkan dia menjadi sarjana dan bukan chef, anak ini diluar sepengetahuan mamanya anak ini punya talent yang diturunkan dari orang tua. Darah talenta itu kuat karena bakat atau talenta itu diturunkan. Mamanya tidak pernah melatih dia secara khusus tetapi anak ini hanya melihat buku resep dan dapat membuat semua dessert dengan mudah.

Dengan bakat kita bisa mengolah menjadi uang atau mina yang banyak tetapi dengan mina / uang kita tidak bisa mengolah menjadi talent. Yang punya mina dalam Lukas 19 (semua diberikan 1 mina oleh Tuhan) memperoleh 10 mina maka dari itu berkuasa atas 10 kota.Yang dapat 5 berkuasa atas 5 kota tetapi dalam perumpaan talenta yang mendapat 5 memperoleh 5 lagi menjadi 10, dua talenta memperoleh dua talenta menjadi 4. Tetapi apa yang mereka dapat? Mereka tidak mendapat apa-apa. Mengapa? Mari kita lihat di Matius 5:21-23.

Sekarang saya akan membuat perbandingan dalam Lukas 19 Hamba yang diberi Mina mendapat pujian “engau hamba yang baik dan setia dalam hal yang sangat kecil” jadi uang dimata Tuhan sangatlah kecil tetapi talenta dimata Tuhan adalah kecil. Tetapi mana yang lebih kecil? tentu saja sangat kecil karena seperti yang sudah saya bilang with talent you can make money, but money cant buy talent . Tetapi sekarang saudara lihat lagi, di perumpamaan Mina; mereka mendapatkan kota sementara di perumpaan talenta mengapa hanya pujian sedangkan 1 talenta adalah upah selama 15-16 tahun? Padahal investasi nya sangatlah besar dibanding 1 mina yang hanya upah 30 bulan. Jikalau kita membaca secara sekilas sepertinya sangat tidak adil. Sekarang saya akan kupas satu persatu terlebih dahulu.

Upah 5 talenta mendapat 5 talenta menjadi 10 dan diserahkan semuanya. Pada waktu saudara diberi investasi oleh Tuhan 5 talenta untuk mulai start investasi untuk bisnis apakah anda perlu modal? Darimana kah modalnya? Tentu saja dari 5 talenta itu.

Pertanyaan yang paling personal apakah anda butuh makan dan uang (gaji) untuk mengelola semuanya? Apakah boleh mengambil dari 5 talenta tersebut? Boleh karena semuanya adalah Operation Cost. Jadi untung 5 yang diserahkan ini adalah sesudah dipotong operation cost, rent, employee’s salary , and tax. Jadi apakah salah jika anak Tuhan mengambil uang untuk keperluan pribadi dari uang Tuhan? Tidak salah.

Tetapi lihat Tuhan akan membuat dia untung dalam bisnis walaupun dalam bisnis ada resiko gagal, bangkrut, dan ditipu. Semua bisnis punya resiko dan jangan salah ketika kita mau mengolah talenta yang Tuhan berikan kita menghadapi resiko.

Waktu hamba ini untung 5 dan menyerahkan 10 berarti hamba ini menyerahkan semuanya. Bagaimana saya tahu itu adalah semua hasilnya? Karena Alkitab berbicara bahwa tuan dari hamba ini memuji hamba ini sebagai hamba yang baik dan setia. Jika hasilnya 5 dari modal 5 talenta tetapi hamba ini menyerahkan 9 kepada tuannya apakah sekarang dia baik? Tentu saja tidak. Hamba ini takkan mendapat pujian sebagai hamba yang baik karena telah korupsi dan mengambil uang. Ketika mengambil untuk kebutuhan tidak masalah tetapi pada waktu disetorkan harus semuanya karena Bapa tahu seluruhnya. Message ini yang saya mau bawa dalam perumpamaan Mina dan Talenta bahwa apapun yang kita peroleh dalam hasil; saya mau tanya modalnya dari mana? Apakah ada dari saudara yang lahir dan mempunyai apa yang anda punya sekarang? Jadi semua yang anda punya saat ini berasal  dari Tuhan. Jadi setelah dipotong biaya hidup dan lain lain kembalikanlah semuanya kepada Tuhan karena itulah yang dinamakan hambaku yang baik dan yang setia.

Sekarang kita liat perbandingannya mengapa Mina yang nilainya kecil mendapat kota tetapi sekarang talenta yang nilainya begitu besar hanya mendapat pujian? Of course kalo sudah berprestasi dan setia dengan 5 talenta pasti akan ditambah oleh tuannya. Disini yang saya mau tambahkan jadi sebetulnya hamba yang setia di perkara yang kecil karena talenta itu kecil; mina sangat kecil jadi uang anda, talenta,skill, experience, kemampuan anda itu sebenarnya kecil jadi jangan di besar-besarkan tetapi jikalau anda setia di dalam perkara itu dan memberikan semuanya untuk Tuhan maka Tuhan akan memberikan kita perkara-perkara yang besar.

Apa itu perkara yang besar? Setelah saya selidiki ternyata bukannya Tuhan sekarang akan memberikan sepuluh atau duapuluh talenta dari lima talenta tersebut tetapia ada pengertian yang indah dibaliknya. Coba kita liat dalam terjemahan Inggrisnya karena ada perbedaan sedikit.  Kenapa hamba itu dipuji sebagai hamba yang ”good” ? Good disini berarti baik dan menurut saudara apa itu baik? Apakah sering memberi uang itu dianggap baik? Itu namanya dermawan. Mari kita jabarkan pengertian baik menurut anda? Apakah orang yang sering menolong itu namanya orang baik? Itu namanya ringan tangan / suka menolong. Secara alkitab apa yang dikatakan baik berasal dari kata yunani agatos yang berarti of good constitution of nature yang alkitab artikan adalah orang yang hidupnya berdasarkan hokum dan konstitusinya Tuhan secara natural dan tidak mengada-ada.

Jika ada orang berkata dia sering menolong bukan berarti dia baik melainkan ringan tangan. Jika kita anak-anak Tuhan jarang menolong kita dicap sebagai orang yang kurang kasih dan tidak baik apakah kita harus selalu memberi? Tentu saja tidak. Baik bukan berarti kita meluluskan semua permintaan orang dan selalu berkata “ya” terhadap semua permintaan dan apalagi supaya terlihat sebagai orang yang baik di depan orang banyak (cari muka).

Baik adalah hidupmu berdasarkan konstitusi firman. Waktu kita berjalan searah dengan konstitusi firman kita akan berbenturan dengan orang yang tidak melakukannya. Contohnya saja jemaat yang datang terlambat bisa saja beralasan karena terbiasa dengan khotbah saya yang panjang atau mungkin saja beralasan karena masih puji- pujian dan belom firman. Kalau hidup kita berdasarkan konstitusi Firman Tuhan apakah kita boleh terlambat ke ibadah?

Jadi hidup yang secara natural dan bukan dipandang orang supaya dilihat baik atau ringan melainkan menjalankan Firman dengan kesadaran penuh.

 

Yang kedua apakah itu faithful? Apakah faithful juga berarti full of faith? No.

Bahasa aslinya adalah pistos,yang berarti trustful / trustworthy. Setia adalah orang yang bisa dipercaya dalam segala macam hal bukan orang yang banyak bicara dan menceritakan rahasia orang lain. Tetapi faithful adalah bisa dipercaya hal-hal yang rahasia. Definisi dunia berkata orang yang berbakat,pandai, dan cermat biasanya kurang setia karena mereka berkata “I have a potential, I can make opportunity. Kalo tidak dikasih disini aku bisa cari di tempat lain”. Orang orang yang seperti ini lah yang berbahaya karena tidak mau diajar trustworthy. Jadi mereka mau mempromosikan dirinya dan mau mencapai potensi kehidupannya. Betul memang tidak salah tetapi caranya yang salah. Caranya adalah mereka memakai keinginannya sendiri, timingnya sendiri, setup goal sendiri, dan semuanya sendiri. Apakah itu yang dikatakan good and faithful?

Dan sering kita diajar orang yang setia di kegiatan gereja tetapi tidak punya potensi apakah itu betul? Dulu saya hamper menerima kebenaran ini tetapi sekarang saya mau menolaknya karena Tuhan mau kita menjadi hambaNya bukan sekedar hamba tetapi Tuhan menjadikan kita sebagai hamba yang good,faithful, dan ada satu kriteria lagi yang belum masuk disini. Untuk menjelaskan good and faithful itu dalam konotasi seperti apa? Kita lihat Matius 24:45-47.

“24: 45  Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?

24:46     Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

24:47     Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.”

Disini kita melihat bahwa hamba yang setia itu tidak ditambahkan bagiannya (addition) tetapi hamba yang setia, baik, dan bijaksana akan Tuhan reward menjadi pengawas segala milikNya. Yang berhasil dalam mina menjadi penguasa kota tidak perduli berapa jumlah kotanya dibanding pengawas segala milikNya manakah yang lebih besar?

Waktu anda setia dalam hal yang kecil; duit yang sangat kecil (mina) anda akan diberikan kota , waktu anda setia dalam perkara yang lebih besar  yaitu bakat,karunia,talenta yang bisa menghasilkan uang banyak Tuhan akan jadikan anda pengawas segala milikNya.

Tetapi kita perlu satu elemen lagi selain good and faithful yaitu bijaksana atau wise. Apa itu wise? Wise berasal dari kata prominos yang dari kata ini lah timbul Bahasa inggris prominent (mantap dan terkenal baik) . Jadi disana kita lihat terjemahan atau definisinya prominos adalah cautious character. Jadi karakter yang terbentuk bukan karena emosional; bukan memutuskan segala sesuatu disaatnya apinya meledug; tetapi cautious dalam banyak hal, berpikir dalam banyak hal, tetapi bukan juga menjadi orang yang pemikir yang tidak melakukan apa-apa (phlegmatic). Melainkan memutuskan sesuatu bukan berdasarkan pertimbangan sesaat atau emosional tetapi berdasarkan pertimbangan rasio yang benar.

Tuhan mau kita menjadi hamba yang good,faithful, and wise. Sekarang kita lihat kriteria dari wise / bijaksana yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya. Lagi-lagi dalam Bahasa Indonesia tidak terlalu jelas coba kita lihat siapakah Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya tetapi tidak dikatakan where?”.  Coba kita lihat di dalam Bahasa Inggrisnya, jadi yang dikategorikan oleh Tuhan seorang hamba yang good,faithful servant dan prominent atau wise

45 “Who then is the faithful and wise servant,[c] whom his master has set over his household, to give them their food at the proper time?

Anda dikatakan hamba yang baik,setia, dan bijaksana bukan karena anda membangkitkan orang mati, bukan karena jumlah jemaat yang banyak, bukan karena anda memberikan persembahan yang banyak, dan bukan karena anda melakukan perkara-perkara yang spektakuler tetapi Alkitab sudah berkata dengan jelas bahwa anda dikategorikan hamba yang good,faithful,and wise yang oleh tuannya diberikan tugas memberi makan hamba-hambanya yang lain di rumahNya.

Apa yang sering dilihat kecil oleh orang lain itu justru yang Tuhan arah. Setia dalam perkara yang kecil memberi makan hamba-hambanya yang lain di rumah. Waktu anak-anak kita belajar menjadi dewasa seringkali kita mengajar anak kita untuk kerja di restoran fast-food and it’s okay. Tetapi kalau anak anak kita rajin kerja tapi di rumah dia hanya makan,tidur,main-main. Ketika dia tidak peduli terhadap lingkungan rumahnya tetapi rajin di tempat kerja apakah tipe seperti ini yang Tuhan cari? Kenapa anak ini rajin kerja di restoran tetapi tidak rajin di rumah? Karena mereka tidak berpikir dapet duit kerja di rumah which is foolish. Kalau mereka tidak dapat duit di rumah mereka dapat duit darimana? Siapa yang biayain sekolahnya dan kehidupannya? Terkadang anak-anak berpikirnya seperti itu dan Tuhan sudah memberikan patokan (garisan) “Aku ingin kau menjadi saksiku di Yerusalem,Yudea, dan sampai di ujung bumi”. Hai anak-anakku ketika engkau ingin menjadi good,faithful, and wise servant itu bukan berarti engkau terkenal diluar karena dunia bisa membuat orang paling kaya,sukses,top tetapi bukan anak Tuhan. Jadi kriteria yang Tuhan mau adalah buatlah dirimu menjadi hamba dan bukan sekedar hamba melainkan baik ,setia , bijaksana di gereja dan dirumahmu bersama orang tuamu. Adalah isitlah dunia “menyuruh anak orang lain lebih gampang daripada menyuruh anak sendiri” is that true? NO.

Yang Tuhan maksudkan di dalam perumpamaan talenta Tuhan mau kita menguasai di dalam rumah, do something, dan melayani di dalam rumah bukan karena mengharapkan reward. Hamba yang baik tidak selalu berorientasi reward melainkan karena nantinya pasti reward dan percayalah,belajarlah reward bukan hanya datang dari bos atau orang tua mu melainkan dari Tuhan. When you are faithful to your gift and talent.

Kembali ke cerita masterchef, ketika anak ini ingin ikut dan mamanya melarang, anak itu tetap ikut kompetisi masterchef. Memang terlihat bandel dan berontak, tetapi dia yakin betul dia punya sesuatu to be presented. Sekarang mamanya tidak melarang melainkan untuk selalu berkreasi dalam dessert. Saudara lihat jika anda setia dalam karunia dan anda melatihnya orang lain akan melihat hasilnya dan anda akan menikmatinya.

Ketika anda good,faithful, and wise anda tahu kapan momentum dan waktunya untuk memikirkan sesuatu untuk melakukan sesuatu tetapi itu semua dimulai dari rumah dan jangan ingin mudah terkenal dan menjadi orang top .

Sekarang kita lihat beberapa hamba-hamba Tuhan yang Tuhan pakai luar biasa dan setia di dalam rumahNya. (Ibrani 3:5-6)

2 tokoh hebat yaitu Musa dan Tuhan Yesus, mereka setia di rumahnya. Jangan melihat kelemahan rumahmu contohnya hanya karena papamu lulusan SMP tetapi kau lulusan one of the best in the world dan kau malu terlihat duduk di sebelah papamu tetapi tahukah engkau jika kau ada disini karena papamu yang lulusan SMP itu membanting tulang untuk engkau. Ada orangtuamu yang membutuhkan engkau di rumah bukan karena engkau hebat tampil diluar. Misalnya lagi ada orang yang pindah gereja karena mereka merasa program gereja kurang cocok dengannya maka mereka pindah ke gereja lain. Itu bukan anak melainkan pengunjung. Jika engkau lihat rumahmu berantakan, apakah mungkin engkau bilang ke papa mamamu dan engkau pindah ke rumah tetangga atau marah-marah karena berantakan? Tadi pagi sya kirim message tentang percakapan seorang suami dengan psikolog. Ketika sang psikolog bertanya kepada suami ini apakah pekerjaan istrinya sang suami menjawab bahwa istrinya ini tidak bekerja dan tinggal di rumah. Kemudian psikolog ini bertanya lebih lanjut apa saja yang istrinya dilakukan dirumah dan ketika suami ini menjelaskan bahwa istrinya ini bangun pagi untuk memasak makanan untuk keluarganya, mempersiapkan anak-anak untuk sekolah, membersihkan seisi rumah dan mencuci pakaian anak-anaknya sang psikolog berkata “dan engkau berkata bahwa istrimu tidak bekerja ketika dia melakukan ini dan itu. Lalu apa pekerjaanmu?”. Sang suami berkata dengan santai bahwa dia bekerja di kantor dan beristirahat di rumah. Jadi, manakah yang kerja lebih banyak? Suami-suami apakah engkau bisa berkata bahwa istrimu tidak bekerja karena mereka tidak puya income? Apakah income menjadi patokan bahwa seseorang bekerja atau tidak?

Anak-anak yang ada disini, ketika engkau melihat keadaan rumahmu buruk bukan complain yang kau butuhkan. Tetapi tanyalah dirimu what have you done to make it better?

Mari kita belajar untuk mengerti apa yang alkitab sudah standardkan good, faithful, dan wise yaitu bukan prestasi yang hebat diluar. Mungkin engkau mengerjakan yang kecil dan orang-orang dunia berkata dari dulu sampai sekarang engkau selalu seperti ini ketika dia sudah melanglang buana dan berhasil. Apakah itu your measurement for success? Sering kali kita harus menahan diri untuk memposisikan diri kita di tempat yang kita tidak suka. Is that your faithful? Yes and until the master has returned. Lalu bagaimana dengan orang-orang lain yang misunderstood berkata bahwa saya tidak ada kemajuan? Apakah anda ingin pujian dari orang lain atau dari master? Jika anda mau pujian dari orang lain anda bukan hamba Tuhan dan bukan melakukan kehendakNya melainkan kehendak orang.

Jangan lupa grow over a matter of change. Engkau tidak akan pernah bisa bertumbuh jika engkau tidak pernah berubah. Engkau harus berubah ketika Tuhan menyuruhmu untuk berubah dan stay ketika Tuhan mau kita untuk stay meskipun orang lain berkata lain. Saya menghimbau kepada ketua-ketua GKM berilah makan umat-umat Tuhan yang lain karena mereka butuh makanan. Mereka tidak butuh omelan,keluhan, gossip tetapi mereka perlu makanan. The problem is saya dan anda tidak mungkin memberikan mereka makanan sebelum kita sendiri makan. Sebelum anda dipuaskan dan dikenyangkan oleh Tuhan anda tidak akan bisa membagikan kepada yang lain.

Ini yang Tuhan mau dalam hidup kita supaya kita sungguh-sungguh belajar berjalan dalam kesetiaan. Bukan hebat diluar melainkan hebat di dalam rumah meskipun orang lain tidak memuji, tidak melihat, dan tidak tahu tetapi Bapa di surga tahu apa yang kita buat. Alkitab mencatat bahwa Yesus was faithful as a son and not a God. Tuhan Yesus tidak pernah keluar dari Israel kecuali ke Samaria dan itupun a special case karena Roh Kudus mengantar dia untuk bertemu dengan seorang wanita di keturunan Yakub. Bukan karena Tuhan Yesus tidak pernah keluar negeri dia tidak hebat, bukan karena dia tidak pernah melayani orang luar namanya tidak terkenal.

Pertanyaannya caranya mana yang engkau pilih? Biblical atau cara dunia its up to you. Saya hanya mau satu yaitu dikenal setia oleh Tuhan. Good, faithful, and wise to give the food in a proper time meskipun terlihat engkau khotbah begitu begitu saja tetapi jika Tuhan yang angkat bukan karena manusia yang promosi dan Tuhan akan menyiapkan engkau menjadi pemegang seluruh asetnya Tuhan.

Kalimat terakhir Matius 25:21-23 sekali lagi salah terjemahan coba kita lihat Bahasa Inggrisnya “enter into the joy of your master”. Is happy the same with joy? No. Waktu kita menjadi hamba yang baik, setia, dan bijaksana Tuhan memberikan kekuasaan atas segala asetNya lalu Tuhan berkata. Apakah di dalam pikiranMu dalam kata joy? Apakah tertawa terbahak-bahak? No. But what is joy? You and I will never have joy unless God gives you joy. Biarpun engkau menang lottery 5 juta dollar engkau tertawa jungkir balik engkau beri gereja it is not joy but happy. Itulah terjemahan Bahasa Indonesianya seperti itu. Joy bukan berarti hidup tanpa tantangan dan masalah dan bukan berarti anda tersenyum-senyum sendiri. Joy tidak bisa didapatkan dengan uang,kesuksesan, seks, ataupun makanan yang paling enak. Joy didapatkan ketika Tuhan memberikannya. Waktu anda menjadi hamba Tuhan yang baik dan bijaksana Tuhan mengundang anda masuk ke dalam Joy yang daripadanya.

Apa itu joy yang dari Tuhan? Ibrani 12: 2 berkata joy adalah bukan hidup tanpa masalah dan tanpa memikul salib. But the joy of the Lord is there when you are faced with problems when you become a good,faithful, and wise servant. Jesus tidak pernah tertawa-tawa sendiri tetapi menangis dan menetaskan darah di Getsemani. Tetap melakukan kehendak BApa biarpun sebeleumnya meminta untuk escape. Joy dari Tuhan seringkali ketika kita dituding berbuat salah kepada orang lain. Joy dari Tuhan seringkali tidak merasakan sesuatu apapun. Joy dari Tuhan ketika orang lain menuding kita keliru. Joy dari Tuhan ketika orang memfitnah kita dan kadang Joy dari Tuhan ketika kita dihadapkan dengan salib yang kita tak tahu harus berbuat apa. And that’s joy

Saya belum bahas hamba yang setia tapi tidak berbuat apa-apa dan hamba yang jahat tetapi sekarang kita lihat dulu Yohanes 15:10-11. Apa itu joy? Joy itu ketika orang merendahkan kita bukan karena kita bodoh,salah, dan berdosa tetapi ketika kita melakukan kehendak Tuhan.  Kesimpulannya jadikanlah dirimu seorang hamba dan bukan sekedar hamba melainkan hamba yang baik,setia, dan bijaksana yaitu dengan melayani Tuhan dengan talenta yang ada dalam dirimu di dalam rumah. Apa itu rumah? Your church and your house and your parents. Jangan tunggu promosi dari manusia melainkan tunggu Tuhan yang mempromosikan kita. Biarkan Tuhan yang  datang menjenguk dan merawat kita dan ia berkata “Engkau sudah setia dalam perkara-perkara yang kecil, aku akan berikan possession untuk seluruh milikku” (Dominion). Memiliki kota tidak peduli 5 atau 10 adalah hal kecil but when you are good,faithful, and wise in your talent di rumahmu Tuhan bilang “This is your possession, manage it.”

Sangat bertolak belakang dengan promotion dari dunia. Jika engkau mau hebat dan terkenal engkau harus melanglang buana kemana-mana. Jesus tidak pernah pergi keluar dari Jerusalem tapi sekarang seluruh dunia mengenal Dia

Nikmati kesukaan, bukan kesukaanmu melainkan kesukaan Bapa punya.