Setia

“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2: 10B)

Di dalam Kamus, kata €˜setia€™ mempunyai arti: taat, patuh; bagaimanapun berat dan susah, tetap melakukan tugas; berpegang teguh dalam perjanjian.

Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang tidak lagi setia. Banyak pasangan suami istri yang bercerai. Dan banyak juga orang yang terus ganti pekerjaan.

Hari ini kita mau belajar tentang apa itu orang yang setia. Pertama-tama, kita harus mengerti bahwa kesetiaan itu hanya dapat dibuktikan melalui ujian dan masalah.

Apakah atau bagaimanakah ciri-ciri orang yang setia itu? 1. Orang yang setia melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya dengan penuh tanggung jawab. “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25: 21)

2. Pada waktu sukar, orang yang setia akan terus berkomitmen dengan Tuhan dan kepada orang-orang yang Tuhan minta untuk kita layani. Salah satu contoh orang yang setia yang tertera di dalam Alkitab adalah Ruth.
“Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”” (Ruth 1: 16, 17)

3. Bila keadaan dan segala sesuatu tidak menguntungkan atau mendatangkan hasil, orang yang setia akan terus tetap percaya kepada janji-janji Tuhan. “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakkuk 3: 17)

Yusuf selama 14 tahun lamanya mengalami masa-masa yang amat sukar, ia bahkan harus sampai masuk ke dalam penjara. Namun Yusuf tetap percaya kepada Tuhan!

4. Orang yang setia adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7: 21)

Bagaimana caranya supaya kita bisa menjadi orang yang setia? Kuasa Tuhan yang memampukan agar kita bisa setia. Kita perlu kuasa Roh Kudus memimpin hidup kita, dan tidak mengikuti keinginan daging.

Kita bisa kalah dan tidak setia karena manusia lama kita sering kali menang dari pada Roh yang ada di dalam kita. Untuk itu kita harus memberi makan Roh dengan Firman, dan bukan memberi makan kepada kedagingan kita.

Berikut adalah cara-cara agar bisa menjadi orang yang setia: 1. Mempunyai rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan.

2. Perlu ada penundukkan diri kepada otoritas yang berada di atas kita. Orang yang dapat menundukan diri kepada otoritas adalah mereka yang rendah hati, memiliki hati yang murni dan mempunyai rasa aman.

3. Memiliki penguasaan diri. Hal ketiga yang kita perlu agar dapat setia adalah penguasaan diri. Kita perlu melatih tubuh kita. Paulus berkata:
“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9: 27)

4. Mempunyai Fokus. Kita harus mempunyai fokus di dalam hidup. Seperti Yesus yang rela mati di kayu salib, sebab Ia mempunyai fokus untuk menebus dosa umat manusia.

Apapun fokus hidup kita, biarlah Yesus menjadi fokus yang terutama di dalam hidup setiap kita.

Dan akhirnya, hasil dari pada kesetiaan adalah: – Dipercayakan akan hal-hal yang besar – Menuai jiwa-jiwa bagi Yesus – Masuk ke dalam kerajaan surga (Matius 7: 21); dan masuk dalam kebahagiaan Bapa (Matius 25: 21) – Dan, memerintah bersama dengan Dia (Wah 3: 21)

Ingatlah bahwa Tuhan tidak mencari orang yang hebat, pintar maupun kaya, namun Ia mencari orang-orang yang setia.

Tags:
No Comments

Post A Comment